Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Power of Parasocial Interaction: Relatability, Trust, and Ethical Engagement in Gen Z Influencer Marketing Lestari, Putri Ayu; Islami, Nafa Aqla
Communica : Journal of Communication Vol. 2 No. 4 (2024): October 2024
Publisher : Indonesian Scientific Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61978/communica.v2i4.783

Abstract

As short-form video platforms gain prominence, influencer marketing increasingly depends on parasocial interactions (PSI) to engage Generation Z consumers. The aim of this study is to examine the extent to which influencer relatability and trust influence purchase intention, with PSI serving as a mediating mechanism. Using survey data from 400 Indonesian urban Gen Z users active on Instagram Reels, TikTok, and YouTube Shorts, we conducted SEM analyses to validate the mediation effect of PSI. Model fit indices (CFI > 0.90, RMSEA < 0.08, SRMR < 0.08) confirmed acceptable fit, with indirect effects indicating significant emotional mediation pathways (β = 0.24, p < 0.01). This study is novel in highlighting the combined role of relatability and trust within the short-form video ecosystem, specifically in a Southeast Asian Gen Z context. Results demonstrate that emotionally resonant storytelling and interactive content (e.g., Q&A sessions, live streams) enhance PSI, which in turn strengthens consumer trust and brand loyalty. In practical terms, the findings suggest that brands should adopt authentic engagement, ethical transparency, and adaptive multi-platform strategies to sustain long-term relevance. However, authenticity and ethical transparency remain critical, as Gen Z is highly sensitive to manipulative content and commercial overreach. This research contributes theoretically by validating PSI as a mediating mechanism in influencer marketing, while providing practical guidance for industry players seeking to design ethical and effective campaigns.
Workshop Literasi Digital: Relatabilitas, Kepercayaan, dan Etika dalam Influencer Marketing Generasi Z Islami, Nafa Aqla
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-FEBRUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/bcm84n61

Abstract

Penelitian ini bertemakan : “Workshop Literasi Digital: Relatabilitas, Kepercayaan, dan Etika dalam Influencer Marketing Generasi Z”. Workshop dilaksanakan pada Kamis 27 November 2025, di Aula PWM Kalimantan Tengah. Pelaksanaan workshop menunjukkan antusiasme yang tinggi dari peserta. Mahasiswa Ilmu Komunikasi dan anggota komunitas film aktif berpartisipasi dalam diskusi dan mengajukan pertanyaan kritis terkait praktik influencer marketing. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya relatabilitas sebagai strategi komunikasi yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga emosional. Peserta juga memahami bahwa kepercayaan audiens merupakan aset utama seorang influencer yang harus dijaga melalui kejujuran, transparansi, dan konsistensi konten. Dari sisi etika, peserta menyadari bahwa influencer marketing tidak sekadar kegiatan promosi, melainkan juga praktik komunikasi publik yang memiliki tanggung jawab sosial. Peserta terdorong untuk lebih selektif, kritis, dan etis dalam memproduksi maupun mengonsumsi konten digital. Bagi tim pengabdian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam menjembatani dunia akademik dengan praktik industri kreatif digital, serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan literasi digital masyarakat.
Interaksi Parasosial Dan Strategi Komunikasi Food Influencer: Studi Kasus Akun Instagram @Abang.Lapar Dalam Membangun Kepercayaan Dan Keterhubungan Gen Z: Parasocial Interaction and Food Influencer Communication Strategy: A Case Study of the Instagram Account @abang.lapar in Building Trust and Connectivity Among Gen Z Islami, Nafa Aqla
Anterior Jurnal Vol. 25 No. 1 (2026): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v25i1.11612

Abstract

Perkembangan media sosial telah meningkatkan peran food influencer sebagai sumber informasi kuliner yang mempengaruhi preferensi, kepercayaan, dan perilaku konsumsi Generasi Z. Salah satu figur yang menonjol di Indonesia adalah Akun Instagram @abang.lapar, yang dikenal melalui gaya komunikasi yang personal, autentik, dan informatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana interaksi parasosial dan strategi komunikasi yang digunakan akun Instagram @abang.lapar membentuk kepercayaan serta keterhubungan pada audiens Gen Z. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk menggali fenomena ini secara mendalam. Informan dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria Gen Z yang mengikuti akun Instagram @abang.lapar selama minimal enam bulan, sehingga terkumpul 5–7 informan hingga data mencapai saturasi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi konten Instagram dan TikTok selama tiga bulan, serta dokumentasi komentar dan engagement audiens. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Reflexive Thematic Analysis dari Braun & Clarke (2019) melalui enam tahap: familiarisasi data, pengkodean awal, pencarian tema, peninjauan tema, pendefinisian tema, dan penulisan laporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi parasosial terbentuk melalui penggunaan bahasa sehari-hari, penyajian diri yang konsisten, dan narasi personal yang menciptakan persepsi kedekatan meskipun hubungan berlangsung satu arah. Strategi komunikasi yang menonjol seperti penggunaan visual makanan yang menarik, cerita pengalaman langsung, dan transparansi endorsement berperan dalam membangun kredibilitas dan meningkatkan trust Gen Z. Hasil juga menunjukkan bahwa relevansi konten lokal serta interaksi di kolom komentar memperkuat keterhubungan audiens dan mendorong tindakan seperti mencoba rekomendasi kuliner. Kesimpulannya, interaksi parasosial dan strategi komunikasi yang efektif menjadikan akun Instagram @abang.lapar mampu membangun kepercayaan dan keterhubungan yang kuat dengan audiens Gen Z.
Humanistic Da’wah Literacy Among Z Generation: An Analysis of the Communication of Islamic Humanist Values on TikTok and Instagram via the @kadamsidik00 Account Sari, Rahmita; Islami, Nafa Aqla; Jariah, Ainun; Yuliantina, Devi; Asmianur, Refa
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 8 No. 1 (2026): Juni (In Press)
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital media has transformed Islamic da’wah practices, making them more interactive and aligned with the characteristics of the Z Generation that has grown up in a digital ecosystem. This study focuses on the patterns of humanistic da’wah developed by Z Generation da’wah creators through social media. The research problem lies in the limited existing studies on how Z Generation creators construct, communicate, and internalize the values of Islamic humanism through digital platforms such as TikTok and Instagram. This study employs a qualitative method with a netnographic approach to observe the activities, content, and digital interactions on the Kadam Sidik (@kadamsidik00) da’wah account on TikTok and Instagram. Data was collected through observations of content posts, communication patterns, and audience responses, which were then analyzed thematically. The results indicate that the applied da’wah patterns reflect a humanistic approach through the use of language that is communicative, empathetic, non-judgmental, and relevant to the emotional experiences of the Z Generation. The dominant values of Islamic humanism include empathy, tolerance, equality, and respect for human dignity. The communication strategies employed are dialogic, creative, and participatory, thereby fostering an emotional connection between the preacher and the audience. These findings indicate that the success of digital da’wah among Z Generation is determined not only by religious content but also by the ability to integrate a humanistic approach with digital communication strategies that align with the characteristics of the young audience. Perkembangan media digital telah mengubah praktik dakwah Islam menjadi lebih interaktif dan dekat dengan karakteristik Generasi Z sebagai kelompok yang tumbuh dalam ekosistem digital. Penelitian ini berfokus pada pola dakwah humanis yang dikembangkan oleh kreator dakwah Generasi Z melalui media sosial. Permasalahan penelitian terletak pada masih terbatasnya kajian mengenai bagaimana kreator Generasi Z membangun, mengomunikasikan, dan menginternalisasikan nilai-nilai humanisme Islam melalui platform digital seperti TikTok dan Instagram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan netnografi untuk mengamati aktivitas, konten, dan interaksi digital pada akun dakwah Kadam Sidik (@kadamsidik00) di TikTok dan Instagram. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap unggahan konten, pola komunikasi, serta respons audiens yang kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola dakwah yang diterapkan mencerminkan karakter dakwah humanis melalui penggunaan bahasa yang komunikatif, empatik, tidak menghakimi, dan relevan dengan pengalaman emosional Generasi Z. Nilai-nilai humanisme Islam yang dominan meliputi empati, toleransi, kesetaraan, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Strategi komunikasi yang digunakan bersifat dialogis, kreatif, dan partisipatif sehingga mampu membangun kedekatan emosional antara dai dan audiens. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan dakwah digital pada Generasi Z tidak hanya ditentukan oleh substansi keagamaan, tetapi juga oleh kemampuan mengintegrasikan pendekatan humanis dan strategi komunikasi digital yang sesuai dengan karakteristik audiens muda.