Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengetahuan Tentang Menarche Dengan Tingkat Kecemasan Dalam Menghadapi Menarche Pada Siswi Kelas VII SMPN 6 Tuban Donna Tarwiyyati Qoiriyyah; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana N; Teresia Retna P
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1902

Abstract

Menarche merupakan masa datangnya menstruasi pertama yang ditandai oleh beranjaknya perubahan secara fisiologis mencakup perubahan fisik dan psikologis. Banyaknya remaja yang merasa tidak siap secara mental dan emosional disebabkan oleh kurangnya pengetahuan yang memadai terkait proses ini, serta minimnya edukasi kesehatan reproduksi baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang menarche dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche pada siswi kelas VII SMPN 6 Tuban. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas VII SMPN 6 Tuban TA. 2024/2025 dengan besar sampel sejumlah 117 siswi dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Variabel pada penelitian ini meliputi, variabel independen yaitu pengetahuan tentang menarche dan variabel dependen yaitu tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan kuesioner tingkat kecemasan. Analisis data menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian mengindikasi sebagian besar siswi mempunyai pengetahuan tentang menarche kategori cukup dan sebagian besar siswi memiliki tingkat kecemasan kategori sedang. Hasil uji spearman rank didapatkan p-value = 0,001 yang berarti ada hubungan antara pengetahuan tentang menarche dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche pada siswi kelas VII SMPN 6 Tuban. Pengetahuan memiliki keterkaitan yang signifikan dengan tingkat kecemasan. Dengan kata lain, semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang, maka semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami. Hal ini disebabkan karena pengetahuan yang baik memungkinkan individu untuk mengetahui, memahami, serta mengaplikasikan informasi dengan tepat, sehingga terbentuk perilaku yang positif.
Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia Dengan Pola Makan Di SMP Negeri 3 Semanding Intan Athalia Christine; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana N; Su’udi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1931

Abstract

Sebagian besar masyarakat Indonesia cenderung mengonsumsi makanan cepat saji atau makanan rendah gizi tanpa mempertimbangkan kandungan gizinya. Akibatnya, semakin banyak remaja perempuan yang mengalami resiko anemia akibat pola makan yang kurang gizi. Survey awal oleh peneliti di SMP Negeri 3 Semanding di dapati 5 remaja putri memiliki pengetahuan kurang dan 10 remaja putri memiliki pola makan yang buruk. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan pengetahuan remaja putri tentang anemia dengan pola makan di SMP Negeri 3 Semanding. Desain studi ini menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas VII dan VIII SMPN 3 Semanding Tahun 2024/2025 sebanyak 85 siswi dengan besar sampel sejumlah 70 siswi dan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Variabel Independent pengetahuan remaja putri tentang anemia, variabel dependent pola makan. Pengambilan data membagikan kuisioner dan analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian hampir setengahnya (45,7%) remaja putri memiliki pengetahuan tentang anemia kurang, sebagian besar (75,7%) remaja putri memilik pola makan yang negatif. Hasil uji uji Chi-Square p = 0,001 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan remaja putri tentang anemia dengan pola makan. Pola makan berkaitan erat dengan pengetahuan, artinya tingkat pengetahuan yang kurang maka dapat berdampak pada pola makan remaja yang tidak baik dan tidak teratur. Oleh karena itu edukasi kesehatan rutin mengenai anemia dari instansi pendidikan sangat penting meningkatkan kesadaran remaja putri dalam mencegah resiko anemia.
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku Ibu Dalam Pemenuhan Kebutuhan Gizi Dengan Status Gizi Pada Balita Dipuskesmas Semanding Sabila Dhiyaul Auliya; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana N; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1910

Abstract

Status gizi balita sangat dipengaruhi oleh peran ibu yang berperan menjadi pengambil keputusan utama pada pemenuhan kebutuhan gizi anak. Pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu menjadi faktor penting dalam menciptakan kondisi gizi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dalam pemenuhan kebutuhan gizi dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Semanding. Penelitian ini menggunakan desain analitik melalui pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini tersusun atas ibu yang mempunyai balita, yang diambil mempunyai metode purposive sampling, yang bisa diperoleh sampel sejumlah 114. Data diambil melalui kuesioner dan pengukuran status gizi balita. Analisis data dilangsungkan melalui uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Temuan penelitian menjabarkan Sebagian besar ibu tingkat pengetahuan baik mempunyai balita dengan berat badan kurang (87%) hasil uji chi square diperoleh (p value=0,008) terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan status gizi balita, temuan menunjukkan mayoritas ibu dengan sikap cukup mempunyai balita dengan berat badan kurang (73%) temuan uji chi square menunjukkan skor (p value =0,016), mengindikasikan terdapat hubungan sikap ibu dengan status gizi balita,hasil penelitian menunjukkan Sebagian besar ibu dengan perilaku cukup mempunyai balita dengan berat badan kurang (75%) temuan uji chi square diperoleh(p value=0,012) terdapat hubungan perilaku ibu dengan status gizi balita. Terdapat hubungan yang signifikansi antara tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dengan status gizi pada balita. Upaya peningkatan edukasi gizi kepada ibu sangat diperlukan untuk mencegah masalah gizi pada balita.