Antimicrobial resistance (AMR) has increased interest in sustainable bioresources as alternative antimicrobial candidates. This study mapped the bioactive compound profile of wild sugar palm (Arenga pinnata Merr.) fruit peel waste collected from the Wan Abdul Rahman Forest area, Lampung, Indonesia. It established a preliminary chemical basis for its antimicrobial potential. Qualitative phytochemical screening of a 96% ethanol extract confirmed the presence of flavonoids, phenolics, tannins, saponins, steroids/triterpenoids, alkaloids, amino acids, and reducing sugars, indicating a diverse spectrum of secondary metabolites associated with antimicrobial and antioxidant activities. GC–MS analysis of methanol–chloroform (8:2) and chloroform extracts identified 31 compounds, dominated by 1-eicosanol, 9,12-octadecadienoic acid methyl ester, 9-octadecenoic acid methyl ester, octadecanoic acid methyl ester, hexadecanoic acid methyl ester, and 1,2-benzenedicarboxylic acid diethyl ester. These findings provide a chemical baseline supporting sugar palm fruit peel waste as a promising local source of value-added natural bioactive compounds. Skrining Fitokimia dan Karakterisasi GC-MS Ekstrak Kulit Buah Arenga pinnata Merr. Menggunakan Etanol, Metanol, dan Kloroform sebagai Kandidat Antimikroba Alami ABSTRAK: Resistensi antimikroba (AMR) telah meningkatkan pencarian sumber hayati berkelanjutan sebagai kandidat antimikroba alternatif. Penelitian ini bertujuan memetakan profil senyawa bioaktif limbah kulit buah aren liar (Arenga pinnata Merr.) yang dikumpulkan dari kawasan hutan Wan Abdul Rahman, Lampung, Indonesia, serta menyusun dasar kimia awal untuk menilai potensinya sebagai sumber antimikroba alami. Skrining fitokimia kualitatif terhadap ekstrak etanol 96% mengonfirmasi keberadaan flavonoid, fenolik, tanin, saponin, steroid/triterpenoid, alkaloid, asam amino, dan gula pereduksi, yang menunjukkan keragaman metabolit sekunder yang berkaitan dengan aktivitas antimikroba dan antioksidan. Analisis GC–MS terhadap ekstrak metanol–kloroform (8:2) dan kloroform mengidentifikasi 31 senyawa, yang didominasi oleh 1-eicosanol, metil ester asam 9,12-oktadekadienoat, metil ester asam 9-oktadekenoat, metil ester asam oktadekanoat, metil ester asam heksadekanoat, dan dietil ester asam 1,2-benzenadikarboksilat. Temuan ini memberikan dasar kimia awal yang mendukung limbah kulit buah aren sebagai sumber lokal senyawa bioaktif alami bernilai tambah.