Abstrak Program pengabdian masyarakat “Youth for Human Security” dilaksanakan sebagai upaya peningkatan literasi global dan kesadaran siswa terhadap isu-isu keamanan manusia (human security) di SMA Negeri 14 Palembang. Kegiatan ini dirancang untuk menjawab tantangan rendahnya pemahaman pelajar terhadap keterkaitan antara fenomena global dan realitas lokal, khususnya dalam konteks ancaman multidimensi seperti lingkungan, kesehatan, ekonomi, dan komunitas. Melalui pendekatan edukatif partisipatif, program ini mengintegrasikan seminar interaktif, kampanye visual, dan pemetaan digital berbasis Google MyMaps sebagai media reflektif dan pembelajaran kontekstual. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas intervensi dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap enam dimensi human security. Selain itu, observasi partisipatif dan analisis naratif siswa digunakan untuk menilai keterlibatan dan kualitas refleksi sosial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu mendorong partisipasi aktif, membentuk kesadaran kritis, dan memperkuat nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, khususnya bernalar kritis dan berkebinekaan global. Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), serta memiliki potensi replikasi di sekolah lain dengan karakteristik serupa. Kata kunci: literasi global; human security; pendidikan partisipatif; pelajar pancasila. Abstract The community service program “Youth for Human Security” was implemented as an effort to enhance students’ global literacy and awareness of human security issues at SMA Negeri 14 Palembang. This initiative was designed to address the limited understanding among students regarding the interconnection between global phenomena and local realities, particularly in the context of multidimensional threats such as environmental degradation, health vulnerabilities, economic disparities, and community insecurity. Through a participatory educational approach, the program integrated interactive seminars, visual campaigns, and digital mapping using Google MyMaps as reflective and contextual learning tools. Evaluation was conducted using a pre-test and post-test method to measure the effectiveness of the intervention in improving students’ comprehension of the six dimensions of human security. In addition, participatory observation and narrative analysis of student reflections were employed to assess engagement and the depth of social awareness. The results indicate that this approach successfully fostered active participation, critical consciousness, and strengthened the values of the Pancasila Student Profile, particularly critical thinking and global diversity. The program also contributes to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) and holds potential for replication in other schools with similar characteristics. Keywords: global literacy; human security; participatory education; pancasila student profile