Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MANAJEMEN PENDIDIKAN DALAM PEMBELAJARAN MERDEKA BELAJAR Toino, Elma; Supiah
Journal of Islamic Education Management Research Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Islamic Education Management Research (JIEMER)
Publisher : Pasca Sarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/jiemr.v3i1.1256

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang manajemen pendidikan dalam pembelajaran merdeka belajar. Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang : 1) definisi manajemen pendidikan, 2) bagaimana pembelajaran merdeka belajar. Jenis data penelitian ini adalah mini riset atau studi pustaka, karena berupa ungkapan para pemikir mengenai manajemen pendidikan dalam pembelajaran merdeka belajar. Sumber data penelitian ini dari buku-buku yang bersumber dari internet maupun tidak dari internet. Hasil penelitian menunjukkan manajemen pendidikan pada hakikatnya adalah usaha-usaha yang berhubungan aktifitas pendidikan yang didalamnya terjadi proses memengaruhi, motivasi kreatifitas anak didik dengan menggunakan alat-alat pendidikan, metode, media, sarana dan prasarana yang diperlukan dalam melaksanakan pendidikan. Salah satunya berkaitan langsung dengan para pendidik, yaitu orang-orang yang berprofesi sebagai penyampai materi pendidikan kepada anak didik. Merdeka belajar merupakan kebijakan baru yang dicetuskan oleh Bapak menteri yang tergabung dalam cabinet Indonesia maju Nadiem Anwar Makarim. Merdeka belajar terlahir dari banyaknya problem yang ada dalam pendidikan, terutama yang terfokus pada pelaku atau pemberdayaan manusianya. Setelah diterapkannya kebijakan Meredeka Belajar, nantinya akan terjadi banyak perubahan terutama dari sistem pembelajaran.
Responsive Management of Islamic Education to Local Linguistics: Challenges and Innovations in School Management Practices (Case Study in Gorontalo Regency) Toino, Elma; Pateda, Lamsike; Hula, Ibnu Rawandhy N.; Mariana, Ana; Pakaya, Nurul Aini N.
ELOQUENCE : Journal of Foreign Language Vol. 2 No. 3 (2023): DECEMBER
Publisher : Language Development Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/eloquence.v2i3.3057

Abstract

Background: Islamic education in Gorontalo Regency operates within a rich multilingual context, yet it remains insufficiently responsive to local linguistic resources, particularly the Gorontalo language. Although the local language holds significant potential to enhance students’ understanding of Islamic values and engagement, its integration into school management is hindered by a lack of formal policies, academic stigma, and limited supporting resources. Purpose: This study aims to examine how Islamic education management responds to local linguistic contexts and formulate an integrative management model that harmonizes Islamic values with local language practices. Method: Employing a qualitative-descriptive approach with a constructivist design, the research was conducted in Gorontalo Regency through in-depth interviews, participant observation, and document analysis. Data were collected from 20 informants, including madrasah principals, teachers, Ministry of Religious Affairs officials, and customary leaders. Results and Discussion: Findings reveal that 92% of respondents recognize the importance of the Gorontalo language, only 46% of institutions have implemented it in formal policies, and only 27% of teachers have received relevant training. The local language proves effective in teaching moral character (76%) and religious communication (82%), yet faces structural barriers such as the absence of regulatory support, academic marginalization of local languages, and a scarcity of bilingual teaching materials. Support from customary and religious leaders significantly strengthens cultural legitimacy. Moreover, using the local language demonstrably enhances student participation, comprehension of Islamic values, and religious behavior. Conclusions and Implications: Synthesizing empirical findings with theoretical frameworks—Funds of Knowledge, sociolinguistics, Contextual Teaching and Learning, and Fazlur Rahman’s thought—this study proposes a conceptual model: “Locally Linguistically Responsive Islamic Education Management.” The model comprises four pillars: institutional policy, contextual learning management, culturally grounded teacher capacity building, and socio-religious collaboration. It bridges the universality of Islamic values with local cultural specificity, contributing to both the preservation of indigenous languages and the contextual strengthening of Islamic identity. The study recommends that Islamic education adopt inclusive, context-sensitive management approaches to foster meaningful and sustainable learning.
Pengelolaan Boarding School dalam Menanamkan Karakter Religius dan Nilai Kearifan Lokal Santri di Pesantren Al-Huda Kota Gorontalo: Toino, Elma; Yahiji, Kasim; Anwar, Herson; G. Otaya, Lian
Al-Minhaj : Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 3 (2021): Al-Minhaj : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pengelolaan sekolah berasrama dalam menanamkan karakter religius dan nilai kearifan lokal santri di pesantren Al Huda Kota Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang : 1) mengkaji bagaimana pola kehidupan dalam pengelolaan sekolah berasrama dalam menanamkan nilai karakter religius santri di pesantren Al Huda Kota Gorontalo, 2) mengkaji bagaimana nilai kearifan lokal santri di pesantren Al Huda Kota Gorontalo. Jenis data penelitian ini adalah kualitatif, karena bermaksud untuk memahami fenomena tentang sesuatu yang dialami oleh subjek penelitian dengan mendeskripsikan dalam bentuk kata-kata dan bahasa. Sumber data penelitian ini dari narasumber atau orang-orang yang terlibat langsung dalam kegiatan dan data yang sudah tersedia dalam berbagai bentuk berupa dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan banyak nilai-nilai tradisional yang hidup dalam masyarakat dan dapat dijadikan sebagai muatan pendidikan karakter. Nilai-nilai tradisi ini telah menjadi kearifan lokal walaupun berbeda-beda namun memiliki kesamaan yang sangat signifikan manakala nilai-nilai tradisional disinkronkan dengan pendidikan karakter.