Pambudi , Bondan
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Strategi Pengembangan Bisnis Berbasis Menu Engineering Dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Restoran Atmaja , I Nyoman Pratama Surya; Pambudi , Bondan; Wardana , Miko Andi
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i5.428

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membantu manajemen Swell Bar & Restoran dalam mengevaluasi menu dengan menganalisis hubungan antara tingkat popularitas dan profibilitas suatu item menu. Penelitian ini menggunakan sampling jenuh yaitu sebanyak 50 item menu. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi keperpustakaan dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis menu engineering dan ditindak lanjuti sesuai dengan klasifikasi menu engineering yaitu star, plowhorse, puzzle dan dog. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil dari klasifikasi menu a’la carte lunch dan dinner adalah dari 50 item menu yang ditawarkan, 13 item atau 26,0% termasuk dalam kategori star, 7 item atau 14,0% termasuk dalam kategori plowhorse, 17 item atau 34,0% termasuk dalam kategori puzzle, serta 13 item atau 26,0% termasuk dalam kategori dog. Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa item menu dengan kategori puzzle dan dog masih tinggi dan memiliki selisih yang tidak jauh dengan kategori star dan plowhorse. Hal ini menunjukkan bahwa performa menu di Swell Bar & Restoran belum cukup bagus dan perlu dilakukan analisis menu secara rutin untuk meningkatkan pendapatan di Swell Bar & Restoran. This Research Was Conducted To Assist Swell Bar & Restaurant Management In Evaluating Menus By Analyzing The Relationship Between The Level Of Popularity And Profitability Of A Menu Item. This Study Uses Saturated Sampling, Namely As Many As 50 Menu Items. Data Were Collected Through Observation, Interviews, Library Research And Documentation Which Were Then Analyzed Using Engineering Menu Analysis Techniques And Followed Up According To The Engineering Menu Classification Namely Star, Plowhorse, Puzzle And Dog. The Results Showed That The Results Of The Classification Of The A'la Carte Lunch And Dinner Menus Were Of The 50 Menu Items Offered, 13 Items Or 26.0% Were Included In The Star Category, 7 Items Or 14.0% Were Included In The Plowhorse Category, 17 Items Or 34.0% Are Included In The Puzzle Category, And 13 Items Or 26.0% Are Included In The Dog Category. Based On The Results Of The Analysis, It Can Be Seen That Menu Items In The Puzzle And Dog Categories Are Still High And Have A Close Difference With The Star And Plolowhorse Categories. This Shows That Menu Performance At Swell Bar & Restaurant Is Not Good Enough And Menu Analysis Needs To Be Carried Out Regularly To Increase Revenue At Swell Bar & Restaurant.
Kualitas Soft Cookies Berbahan Gula Aren Lokal Leonard , Komang Aryani Judith; Pambudi , Bondan
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i5.434

Abstract

Tujuan dari penelitian Kualitas Soft Cookies Berbahan Gula Aren Lokal adalah untuk membandingkan dan untuk mengetahui perbedaan kualitas rasa, aroma, tekstur, dan warna yang dihasilkan dari menggantikan bahan pembuatan soft cookies yang umumnya menggunakan light brown sugar, digantikan dengan gula aren lokal. Kemudian penggantian bahan utama pembuatan soft cookies ini ialah untuk menjadikan soft cookies sebagai camilan yang menyehatkan bagi tubuh saat dikonsumsi karena kandungan gula aren lokal sangatlah menyehatkan dibandingkan dengan menggunakan light brown sugar yang mengandung molases yang cukup tinggi. Penulis melakukan eksperimen dengan membuat 3 jenis soft cookies berupa soft cookies yang menggunakan 100% light brown sugar, soft cookies yang menggunakan 100% gula aren lokal (gula aren Pedawa), dan mencampurkan 50% light brown sugar dan 50% gula aren lokal (gula aren Pedawa). Kemudian diuji oleh 20 panelis dengan mengkonsumsi 3 jenis soft cookies yang telah dibuat lalu memberi penilaian terhadap 3 jenis soft cookies tersebut. Penilaian itu berupa kualitas rasa, aroma, tekstur, dan warna yang dihasilkan dari eksperimen soft cookies tersebut. Setelah semua data dari eksperimen tersebut terkumpul, penulis memasukkan data yang diperoleh ke dalam tugas akhir ini yang kemudian di ujikan kepada dosen pembimbing. The purpose of the study on the quality of Soft Cookies made from palm sugar is to compare and to determine the differences in the quality of taste, aroma, texture, and color resulting from replacing the ingredients for making cookies which generally use light brown sugar, replaced with local palm sugar. Then the replacement of the main ingredient for making soft cookies is to make soft cookies as healthy snack for the body when consumed because the local palm sugar content is very healthy compared to using light brown sugar which contains quite high molasses. The author conducted an experiment by making 3 types of soft cookies that use 100% light brown sugar, soft cookies that use 100% local palm sugar (Pedawa palm sugar), and mix 50% light brown sugar and 50% local palm sugar (Pedawa palm sugar). Then tested by 20 Panelist by consuming 3 types of soft cookies that have been made and then giving an assessment of the 3 types of soft cookies. The assessment is in the form of taste, aroma, texture, and color quality resulting from the soft cookies experiment. After all the data from the experiment was collected, the author entered the data obtained into this final project which was then tested on the supervisor.
Pemanfaatan Buah Sukun Sebagai Bahan Tambahan Dalam Pembuatan Daging Imitasi Nurjana , I Made Bima Bramastha; Pambudi , Bondan
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.488

Abstract

Daging merupakan salah satu sumber protein hewani yang umum dikonsumsi oleh hampir seluruh msyarakat di dunia. Pada zaman sekarang, daging pun juga bisa dibuat penggantinya yaitu berupa daging imitasi (Seitan). Seitan merupakan produk pengganti daging yang terbuat dari gluten dan air. Penulis menambahkan buah sukun dalam proses pembuatan seitan untuk meningkatkan kualitas dari daging imitasi (seitan). Buah sukun yang bernama latin Artocarpus Altilis dipilih karena tingginya kadar protein yang terkandung per 100 Gr buah sukun. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas Seitan yang ditambahkan buah sukun ditinjau dari segi rasa, aroma, tekstur, dan warna. Kualitas akan diukur berdasarkan uji organoleptik oleh 20 orang panelis. Berdasarkan hasil tes, seitan dikatakan baik apabila memenuhi kriteria dari segi rasa cukup gurih, aroma cukup harum, tekstur cukup padat dan lembut, dan berwarna coklat gelap. Berdasarkan uji daya tahan, seitan mampu bertahan selama 3 hari dalam lemari pendingin. Berdasarkan analisis biaya, total biaya yang dikeluarkan dalam penelitian ini adalah Rp. 54.783,-. Meat is a source of animal protein that is commonly consumed by almost all people in the world.. In today's era, meat can also be made a substitute, its called artificial meat (Seitan). Seitan is a meat substitute product for vegans. Artificial meat (seitan) is made from wheat gluten and water. the authors added breadfruit in the process of making seitan to improve the quality of artificial meat (seitan). Breadfruit, which has the Latin name Artocarpus altilis, was chosen because of the high protein content per 100 g of breadfruit. The purpose of this study was to determine the quality of Seitan with breadfruit added in terms of taste, aroma, texture, and color. Quality will be measured based on organoleptic test by 20 panelists. Based on the test results, seitan is said to be good if it meets the criteria in terms of quite savory taste, quite fragrant aroma, quite dense and soft texture, and dark brown in color. Based on durability tests, seitan can last up to 3 days in the refrigerator. Based on the cost analysis, the total cost incurred in this study is Rp. 54,783,-.
Kualitas Wingko dengan Bahan Tepung Mocaf Satmika , Gede; Pambudi , Bondan
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i11.611

Abstract

Wingko adalah makanan yang terbuat dari kelpa, tepung beras ketan, gula, garam, dan air yang memiliki citas rasa manis dan gurih. Tujuan penilitian ini untuk mengetahui kualitas wingko berbahan tepung mocaf. Tepung mocaf adalah tepung yang terbuat dari singkong utuh yang difermentasi. Penulis membuat wingko dengan 4 spesimen yaitu P0 ( 100% tepung beras ketan ) sebagai kontrol, P1 (75% tepung beras ketan & 25 % tepung mocaf ), P2 (50% tepung beras ketan & 50 % tepung mocaf ), dan (100 % tepung mocaf ) mebuat Lalu akan di uji organoleptik dari segi rasa, warna, aroma dan tekstur metode yang digunakan untuk mengumpulkan data ini dengan kuesioner yang akan diuji oleh 20 panelis teridiri dari ahli dari bidang tata boga, mahasiswa, dan masyarakat. Dari hasil penilitian wingko P1 (75% tepung beras ketan dan 25% tepung mocaf ) mendapatkan hasil nilai tertinggi dalam indikator rasa dan aroma. Sedangakn wingko P3 (100% tepung mocaf) mendapatkan nilai tertinggi dalam indikator warna dan tekstur. Selanjutnya akan diuji daya tahan, dari uji daya tahan wingko dapat bertahan selama 2 hari di suhu ruanagn dan dapat bertahan 7 hari bila disimpan pada lemari pendingin dengan suhu 2 derajat celcius. Terakhir akan menghitung biaya produksi.Lokasi yang dijadikan tempat penelitian berlokasi di Jl keboiwa selatan Gg mangga kav 5. Untuk lebih lanjutnya, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui gizi dari wingko berbahan tepung mocaf. Wingko is a food made from coconut, glutinous rice flour, sugar, salt, and water that has a sweet and savory taste. The purpose of this study was to determine the quality of wingko made from mocaf flour. Mocaf flour is flour made from fermented whole cassava. The author made wingko with 4 specimens, that is P0 (100% glutinous rice flour) as control, P1 (75% glutinous rice flour & 25% mocaf flour), P2 (50% glutinous rice flour & 50% mocaf flour), and (100% mocaf flour) then will be tested organoleptically in terms of taste, color, aroma and texture the method used to collect this data with a questionnaire that will be tested by 20 panelists consisting of experts from culinary , students, and the society. From the results of the research, Wingko P1 (75% glutinous rice flour and 25% mocaf flour) obtained the highest value in taste and aroma indicators. Meanwhile, Wingko P3 (100% mocaf flour) got the highest score in color and texture indicators. Furthermore, it will be tested for durability, from the durability test, wingko can endure for 2 days at room temperature and can endure 7 days when stored in a refrigerator with a temperature in 2 degrees Celsius. Finally, we will calculate the cost of production. The research location is located on Jl Keboiwa Selatan Gg Mango Kav 5. For further research, it is necessary to conduct further research to determine the nutrition of wingko made from mocaf flour.