Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penguatan Ekowisata dan Pemberdayaan Lokal dalam Rangka Pembentukan Pariwisata Berkelanjutan di Kawasan Pantai Mutun, Pesawaran Rinaldi Bursan; Dina Safitri; Aida Sari; Driya Wiryawan; Prakarsa Panjinegara; Faila Shofa
Dinamika Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Kesejahteraan Vol. 2 No. 3 (2025): September: Dinamika Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Kese
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/dinsos.v2i3.2220

Abstract

Sustainable tourism aims to maximize the potential of travel destinations while maintaining a careful balance between social, economic, and environmental factors, and coastal tourism such as that found at Mutun Beach in Lampung illustrates both the promise and the urgency of this approach. Coastal tourism is one of the fastest-growing segments of the global travel industry, offering visitors natural beauty, recreational activities, and cultural experiences that generate significant income for local economies. In Indonesia, beaches are major attractions that can boost regional development through job creation, small business opportunities, and improved infrastructure. Mutun Beach, a well-known coastal destination on the southern coast of Sumatra, contributes greatly to the Regional Original Income (PAD) of Lampung Province and provides livelihoods for surrounding communities. Yet despite its popularity, the area continues to face persistent problems such as weak administrative management, limited community participation, inadequate facilities, and signs of environmental degradation, all of which threaten its long-term sustainability. This service project therefore focuses on designing a comprehensive plan for sustainable tourism growth at Mutun Beach for the 2025–2030 period. A participatory strategy is employed through Focus Group Discussions (FGD) involving local government, tourism stakeholders, community members, academics, and potential investors to ensure inclusive decision-making. The resulting five-stage roadmap emphasizes strengthening tourism regulations, constructing eco-friendly infrastructure, empowering residents with training and entrepreneurial opportunities, creating tourism products that highlight environmental and cultural values, and adopting digital marketing to reach broader audiences. Success indicators include increased regional revenue, rising visitor numbers, higher tourist satisfaction, and measurable improvements in coastal environmental health. Implementing this roadmap is urgent because coastal tourism directly supports economic growth, provides steady employment, and safeguards natural resources, ensuring that Mutun Beach remains both competitive and environmentally resilient for generations to come.
DARI ORIENTASI ESG KE WORD OF MOUTH: PERAN MEDIASI KEPERCAYAAN KONSUMEN DAN PENCIPTAAN NILAI PELANGGAN Rinaldi Bursan; Prakarsa Panjinegara; Faila Shofa; Doni Sagitarian Warganegara
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 9 (2026): Nusantara Hasana Journal, February 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i9.1926

Abstract

Environmental, Social, and Governance (ESG) orientation is increasingly being adopted by companies as a sustainability strategy, yet understanding how this orientation translates into consumer behavioral responses remains limited. This study aims to explain the processual mechanisms linking ESG orientation to consumer word of mouth through the mediating role of consumer trust and customer value creation. Drawing on commitment–trust theory and the customer value creation literature, this study develops a conceptual model that positions customer trust and value as key mechanisms in this relationship. Data were collected through a survey of consumers who had experience with companies that actively communicate ESG practices and were analyzed using partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM). The analysis results indicate that ESG orientation positively influences consumer trust, which in turn drives customer value creation. Customer value creation proved to be a significant predictor of word of mouth. Furthermore, the results of the indirect effects test confirmed that consumer trust and customer value creation, respectively, mediate the relationship between ESG orientation and word of mouth. This study contributes to the sustainable marketing literature by demonstrating that ESG orientation does not operate solely as a symbolic signal, but rather as a relational mechanism that shapes consumer values ​​and behavior. From a managerial perspective, these findings emphasize the importance of managing ESG as a trust-based and customer experience strategy to drive sustainable consumer advocacy.
Implementation of Good Corporate Governance Towards Investment Decision-Making: A Case Study of Koperasi Wanita Anggrek Bulan in Bandar Lampung Relifidi Audrey; Prakarsa Panjinegara; Nindytia Puspitasari Dalimunthe
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4303

Abstract

Urgensi implementasi tata kelola yang kredibel dalam memitigasi risiko pengambilan keputusan investasi menjadi determinan utama bagi keberlanjutan organisasi berbasis kerakyatan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi mendalam mengenai implementasi prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam proses pengambilan keputusan investasi, sekaligus menganalisis dinamika hambatan serta perumusan strategi penguatan tata kelola pada Koperasi Wanita Anggrek Bulan di Bandar Lampung. Fokus kajian ini dititikberatkan pada mekanisme keputusan kredit yang diposisikan sebagai instrumen investasi strategis dalam menjaga stabilitas portofolio lembaga. Penelitian ini menerapkan metodologi kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap fenomena yang diteliti. Data dihimpun melalui teknik triangulasi yang mencakup wawancara mendalam terhadap delapan informan kunci yang merepresentasikan struktur organisasi, observasi partisipatif, serta analisis dokumentasi internal. Proses pengolahan data dilakukan secara sistematis menggunakan bantuan perangkat lunak NVivo 15, melalui tahapan reduksi, kodifikasi, dan visualisasi data guna memastikan objektivitas dan validitas temuan. Hasil penelitian mengungkap bahwa Koperasi Wanita Anggrek Bulan telah mengasimilasi lima pilar GCG—Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi, dan Kewajaran—ke dalam ekosistem pengambilan keputusan investasinya. Strategi mitigasi risiko dilakukan melalui seleksi keanggotaan yang rigit dan analisis kapasitas finansial yang presisi sebagai upaya preventif terhadap risiko kredit macet. Meskipun dihadapkan pada tantangan fluktuasi jumlah anggota dan restrukturisasi administratif, koperasi mampu mempertahankan keberlangsungan organisasinya melalui optimalisasi teknologi informasi dan penguatan kepercayaan anggota melalui keterbukaan informasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsistensi penerapan kerangka GCG bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi strategis dalam mewujudkan kesehatan finansial dan daya saing koperasi di masa depan.
The Influence Of Entrepreneurial Competency And Leadership On Micro-Enterprise Sustainability In Bandar Lampung City Zahwa Nura Aziza; Prakarsa Panjinegara
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4362

Abstract

Usaha mikro memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan ekonomi lokal, namun banyak yang masih menghadapi tantangan dalam mempertahankan keberlanjutan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi kewirausahaan dan kepemimpinan kewirausahaan terhadap keberlanjutan usaha mikro di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan dari 125 pemilik usaha mikro melalui kuesioner terstruktur. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan usaha mikro. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelaku usaha yang memiliki kompetensi kewirausahaan yang lebih kuat—seperti kemampuan mengenali peluang, berpikir strategis, mengelola sumber daya, dan memiliki komitmen usaha—lebih mampu menjaga keberlangsungan usahanya dalam lingkungan yang dinamis dan terbatas sumber daya. Sebaliknya, kepemimpinan kewirausahaan tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan terhadap keberlanjutan usaha mikro, yang menunjukkan bahwa praktik kepemimpinan formal kurang dominan dalam konteks usaha mikro di mana pemilik usaha terlibat langsung dalam aktivitas operasional sehari-hari. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan menegaskan peran kompetensi kewirausahaan sebagai faktor internal utama dalam menentukan keberlanjutan usaha mikro, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia.