Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

AKTUALISASI NILAI-NILAI TAREKAT QADIRIYAH NAQSABANDIYAH DALAM KEHIDUPAN MODERN DI INDONESIA: SOSIAL-RELIGI Ainudzaky, Muhammad; Kholis, Hafidh Dinul; Yusuf, Kamal
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 9 No 2 (2025): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i2.4410

Abstract

Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah adalah tarekat sufi yang menggabungkan ajaran dan metode dzikir dari dua tarekat besar, yaitu Qadiriyah dan Naqsyabandiyah. Tarekat ini menekankan nilai-nilai spiritual yang meliputi penyucian hati, akhlak mulia, dan kedekatan dengan Allah SWT melalui amalan dzikir, riyadah, dan pembinaan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana nilai-nilai tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah diaktualisasikan dalam kehidupan sosial modern, khususnya dalam membentuk karakter individu yang berakhlak, bertanggung jawab sosial, dan harmonis dalam masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui buku-buku rujukan maupun jurnal yang berkaitan tentang Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah, tasawuf dan sufisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti kesabaran, tawakal, keikhlasan, dan ukhuwah Islamiyah yang diajarkan dalam tarekat ini diaplikasikan dalam interaksi sosial sehari-hari, memperkuat solidaritas sosial, dan meningkatkan kualitas kehidupan spiritual serta sosial umat Islam di era modern. Dengan demikian, Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah tidak hanya berfungsi sebagai jalan spiritual individu, tetapi juga sebagai landasan moral dan sosial yang relevan dalam menghadapi dinamika kehidupan kontemporer.
Pemahaman Makna “Tabarruj” dan Korelasinya dengan Trend Velocity di Tiktok Musdalifa, Musdalifa; Nisa, Khoirun; Ainudzaky, Muhammad; Musyafa'ah, Nur Lailatul
QONUN: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-undangan Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : FASYA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/qj.v9i2.11845

Abstract

Perkembangan media sosial khususnya pada aplikasi TikTok melahirkan beragam tren digital yang memengaruhi gaya hidup dan ekspresi diri generasi muda. Salah satu tren populer adalah Velocity, yakni tarian atau gerakan tubuh dengan efek slow motion yang menonjolkan estetika visual. Fenomena ini, meskipun dipandang sebagai hiburan dan kreativitas, menimbulkan perdebatan etis dalam perspektif Islam, terutama terkait konsep tabarruj. Dalam literatur klasik, tabarruj dipahami sebagai perilaku perempuan yang menampakkan perhiasan, lekuk tubuh, atau kecantikan secara berlebihan di ruang publik sehingga memicu daya tarik lawan jenis. Artikel ini menggunakan metode deskriptif-analitis berbasis studi pustaka untuk menelaah korelasi antara praktik Velocity di TikTok dengan konsep tabarruj. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian konten Velocity, khususnya yang melibatkan pakaian ketat, gerakan sensual, atau interaksi bebas lawan jenis, dapat dikategorikan mendekati tabarruj digital. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kritis dan pemahaman syariat agar umat Islam, terutama generasi muda, dapat menyikapi tren media sosial secara bijak dengan tetap menjaga etika, kehormatan diri, dan nilai keislaman.
Reconstructing the Jihad in Contemporary Islamic Law: An Analysis of the Sheikh Ahmad al-Tayyeb’s Thought Ainudzaky, Muhammad; Musdalifa, Musdalifa; Nisa, Khoirun; Fiqar, Mujahid Sam Dzul
Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum Vol. 6 No. 6 (2025): December
Publisher : Laboratorium Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya (https://uinsa.ac.id/fsh/facility)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/mal.v6i6.523

Abstract

Today's jihad discourse is polarized in meaning, between ethical-spiritual understanding and militaristic reductionism that is often associated with violent extremism. This study aims to examine how Sheikh Ahmad al-Tayyeb reconstructed the meaning of jihad normatively and contextually, and assess its implications for the development of contemporary fiqh. This research is a literature study with a normative-conceptual approach and analysis of maqāṣid al-sharī'ah. Primary data are obtained from al-Tayyeb's works, fatwas, and official statements as well as documents, while secondary data are derived from classical fiqh literature and contemporary studies of jihad. The analysis is carried out in a descriptive-analytical and critical manner to identify the conceptual construction of jihad and its relevance in the modern context. The results of the study show that al-Tayyeb interprets jihad as a comprehensive effort to uphold justice, maintain human dignity, and protect the public interest. The qitāl dimension is recognized in a defensive framework and is limited by state authority as well as universal humanitarian principles. In practice, jihad is realized through education, moderate da'wah, interreligious diplomacy, and global humanitarian solidarity. This reconstruction contributed to a more contextual, moderate, and harmonized fiqh jihad renewal without abandoning the normative foundations of the Islamic tradition.