Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembuatan Pestisida Alami Berbasis Jadam Sulfur Plus Daun Tembakau sebagai Upaya Mewujudkan Kemandirian Petani di Desa Bulu Sugihwaras Bojonegoro Sugito Sugito; Muhammad Faizin; Niha Kamaliya; Meliy Marsanda; Ulya Chofifah; Nandita Aprilia Ayu Virnanda; Lailatus Sya’diyah; Widya Ayu Yuliana; Rintan Aulal Ilmy; Siti Ma’rifah; Velly Ika Arfianda P A; Siti Maghfirotin Soimah; Sofia Cahyatilmasamah; Ayuni Ruslina
ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat Vol. 3 No. 5 (2025): September: ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/aspirasi.v3i5.2264

Abstract

Bulu Village, Sugihwaras District, Bojonegoro Regency, is an agricultural village with abundant natural resource potential, including tobacco. However, community agricultural practices still rely heavily on the use of chemical pesticides, which are relatively expensive and carry the risk of negative impacts on human health and environmental sustainability. This situation prompted the implementation of a community service program in the form of training in the manufacture of natural pesticides from jadam sulfur and tobacco leaves using the Asset-Based Community Development (ABCD) approach. This approach was chosen because it focuses on exploring and optimizing local assets, both in the form of natural materials and community social skills. The training activities were attended by farmer groups and youth organizations (Karang Taruna), which play a crucial role in the program's sustainability. The training materials included theories on the dangers of chemical pesticides, the advantages of natural pesticides, and hands-on practice in making pesticides from jadam sulfur and tobacco leaves. Evaluation of the activities was carried out through observation, interviews, and the distribution of questionnaires to participants. The evaluation results showed a significant increase in farmers' knowledge about environmentally friendly pesticides, skills in making natural pesticides, and growing awareness of the importance of sustainable agriculture. In addition, the involvement of Karang Taruna strengthens the sustainability of the program through regeneration and ongoing mentoring. Overall, this training demonstrated the effectiveness of the ABCD approach in optimizing local potential to produce more economical, healthy, and environmentally friendly agricultural innovations. Thus, this program not only supports increased agricultural productivity but also contributes to the broader well-being of rural communities.
PERAN GURU DALAM MENANGANI KESULITAN LITERASI MEMBACA PADA PESERTA DIDIK KELAS 4 MI MADINATUL ULUM BAURENO Ummi Inayati; Meliy Marsanda; Kholifatu Rosidah; Ahmad Ma’iya Shobron
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 3 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Maret
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/n0wc2s10

Abstract

Kemampuan literasi membaca merupakan fondasi utama dalam proses belajar siswa di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menangani kesulitan literasi membaca pada peserta didik kelas 4 di MI Madinatul Ulum Pasinan Baureno, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi kelas, wawancara mendalam dengan guru wali kelas 4, dan dokumentasi terkait capaian literasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menjalankan beberapa peran kunci, yaitu: Sebagai motivator, memberikan dorongan dan apresiasi untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa. Sebagai bimbingan (fasilitator), menerapkan metode membaca terbimbing, Sebagai evaluator, memantau perkembangan membaca siswa secara periodik untuk menentukan intervensi yang tepat. Upaya yang dilakukan guru terbukti mampu mengurangi tingkat kesulitan membaca pada sebagian besar siswa, meskipun masih terdapat kendala seperti kurangnya dukungan belajar di lingkungan keluarga dan keterbatasan alokasi waktu jam pelajaran. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa peran aktif dan kreatif guru merupakan faktor penentu dalam mengatasi kesenjangan literasi di madrasah.