p-Index From 2021 - 2026
2.766
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Statika
Pakpahan, Afniria
Unknown Affiliation

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search
Journal : Statika

ANALISA PERKERASAN LENTUR JALAN SIUHOM II KEC ANGKOLA BARAT KAB TAPANULI SELATAN Siregar, Sarip; HARAHAP, SAHRUL; PAKPAHAN, AFNIRIA
STATIKA Vol. 6 No. 1 (2023): Statika Vol 6 No 1 April 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v6i1.1096

Abstract

Dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pelebaran ruas jalan desa Siuhom terhadap kinerja jalan serta mengetahui perbandingan tebal perkerasan yang ada dilapangan dengan tebal perkerasan yang di analisa. Kinerja jalan dihitung berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia, sedangkan tebal perkerasan menggunakan metode Analisa Komponen.Dalam penelitian ini data yang diambil yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data lendutan Benkelman Beam. Data sekunder terdiri dari data Volume Lalu Lintas dan data International Roughness Index (IRI) jalan. Analisis data dimulai dengan menghitung Cumulative Equivalent Single Axle Load (CESAL) berdasarkan Bina Marga 2013, kemudian menghitung lendutan balik dari hasil pengujian dengan alat Benkelman Beam (BB) menggunakan metode Pd T05-2005-B, serta menentukan Indeks Permukaan berdasarkan nilai IRI dengan menggunakan grafik hubungan Indeks Permukaan (Ip).Dari hasil analisa data diperoleh kesimpulan, yaitu dimana untuk kapasitas jalan dengan kondisi awal sebesar 918,99 setelah dianalisa sebesar 1458,09 sehingga terjadi peningkatan sebesar 1,59 % . Tebal lapisan perkerasan lentur untuk umur rencana 20 tahun dilapangan , tebal permukaan 10,00 cm, pondasi atas 20,00 cm dan pondasi bawah 25,00 cm. Sedangkan perencanaan tebal lapisan perkerasan lentur yang dianalisa tebal permukaan 12,00 cm, pondasi atas 20,00 cm dan pondasi bawah 25,00 cm. Pelebaran ruas jalan sangat berpengaruh terhadap kinerja jalan. Dengan adanya pelebaran ini semoga dapat memacu perkembangan tempat wisata, sekolah, perkantoran terutama perekonomian masyarakat
ANALISA PENGGUNAAN AGREGAT KASAR DARI SUNGAI ARSE SEBAGAI CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN Hamrins Batubara, Hamrinsyah; Hrahap, Sahrul; Pakpahan, Afniria
STATIKA Vol. 6 No. 1 (2023): Statika Vol 6 No 1 April 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v6i1.1099

Abstract

Kebutuhan bahan bangunan untuk pekerjaan sipil terus meningkat, dalam membangun suatu struktur bangunan gedung kantor pemerintahan, ruko-ruko, perumahan, masjid, sekolahan, dan perumahan terus meningkat, dan agregat kasar dari sungai kecamatan Arse memiliki persedian bahan bangunan yang begitu berlimpah akan kebutuhan bahan bangunan tersebut. Sehinnga perlu dilakukan analisa penggunaan agregat kasar dari sungai Arse sebagai campuran beton terhadap kuat tekan Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui nilai kuat tekan beton normal dan beton campuran agregat kasar dari sungai kecamatan Arse. Proses pengujian dilakukan di laboratorium Fakultas Teknik Kampus II Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan. Dalam penelitian ini, metode yang diterapkan adalah metode eksperimen (pengujian), yaitu penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat antara satu sama lain dan membandingkan hasilnya. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan penurunan nilai kuat tekan beton yang menggunakan agregat kasar dari kecamatan Arse dari nilai kuat tekan beton normal yang menjadi perbandingannya. Dari hasil penelitian yang dilakukan juga diperoleh bahwa beton yang menggunakan agregat kasar dari Arse tidak memenuhi standar mutu beton yang ditentukan dikarenakan agregat kasar tersebut tercampur batu kapur dan perlu dilakukan penyaringan terlebih dahulu.Untuk hasil kuat tekan beton normal ialah umur 7, 14, 28 hari sebesar 9,98 MPa, 9,70 MPa, 16,99 MPa. Sedangkan beton campuran agregat kasar Arse ialah umur 7, 14, 28 hari sebesar 9,55 MPa, 8,00 MPa, 13,55 MPa. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang penggunaan agregat Arse.
PENGARUH PENGUJIAN AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON (Studi Kasus Agregat Halus Dari Sungai Kecamatan Arse) Sihombing, Idul Syaiful Sihombing; Harahap, Sahrul; Pakpahan, Afniria
STATIKA Vol. 6 No. 1 (2023): Statika Vol 6 No 1 April 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v6i1.1100

Abstract

Kebutuhan bahan bangunan untuk pekerjaan sipil terus meningkat, dalam membangun suatu struktur bangunan gedung dan perumahan terus meningkat, dan agregat halus dari sungai kecamatan Ass memiliki persedian bahan bangunan yang begitu melimpah akan kebutuhan bahan bangunan tersebut. Sehinnga perlu dilakukan analisa penggunaan agregat halus dari sungai Ass sebagai campuran beton terhadap tekan kuat. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui nilai kuat tekan beton normal dan beton campuran agregat halus dari sungai kecamatan Arse. Lokasi pengambilan sampel berada di Kecamatan Ass melalui Pasar Sipirok, Proses pengujian dilakukan di laboratorium Fakultas Teknik Kampus II Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan. Dalam penelitian ini, metode yang diterapkan adalah metode eksperimen (pengujian), yaitu penelitian yang bertujuan untuk menyembunyikan hubungan sebab akibat antara satu sama lain dan membandingkan hasilnya. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan nilai kuat tekan beton yang menggunakan agregat halus dari kecamatan Ass dari nilai kuat tekan beton normal yang menjadi perbandingannya. Dari hasil penelitian yang dilakukan juga diketahui bahwa agregat halus dari Ass tidak terlalu jauh nilai kuat tekan betonnya dari beton normal Padangsidempuan. Untuk hasil kuat tekan beton normal pada umur 7, 14, 28 hari ialah 10,19 MPa, 12,67 MPa, 15,85 MPa, Sedangkan hasil tekan kuat beton campuran agregat halus Ass ialah sebesar 9,98 MPa, 9,70 MPa , 16,99 MPa. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan nilai kuat tekan beton yang menggunakan agregat halus dari kecamatan Ass dari nilai kuat tekan beton normal yang menjadi perbandingannya. Dari hasil penelitian yang dilakukan juga diketahui bahwa agregat halus dari Ass tidak terlalu jauh nilai kuat tekan betonnya dari beton normal Padangsidempuan. Untuk hasil kuat tekan beton normal pada umur 7, 14, 28 hari ialah 10,19 MPa, 12,67 MPa, 15,85 MPa, Sedangkan hasil tekan kuat beton campuran agregat halus Ass ialah sebesar 9,98 MPa, 9,70 MPa , 16,99 MPa. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan nilai kuat tekan beton yang menggunakan agregat halus dari kecamatan Ass dari nilai kuat tekan beton normal yang menjadi perbandingannya. Dari hasil penelitian yang dilakukan juga diketahui bahwa agregat halus dari Ass tidak terlalu jauh nilai kuat tekan betonnya dari beton normal Padangsidempuan. Untuk hasil kuat tekan beton normal pada umur 7, 14, 28 hari ialah 10,19 MPa, 12,67 MPa, 15,85 MPa, Sedangkan hasil tekan kuat beton campuran agregat halus Ass ialah sebesar 9,98 MPa, 9,70 MPa , 16,99 MPa.
PERBANDINGAN AGREGAT KASAR DAN AGREGAT HALUS DIKECAMATAN ARSE DITINJAU DARI KUAT TEKAN BETON Pohan, Harlan Junaedi Pohan; Rambe, Muhammad Rahman; Pakpahan, Afniria
STATIKA Vol. 6 No. 1 (2023): Statika Vol 6 No 1 April 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v6i1.1102

Abstract

Kebutuhan bahan bangunan untuk pekerjaan sipil terus meningkat, dalam membangun suatu struktur bangunan gedung perkantoran, perumahan, sekolahan dan sejenisnya membutuhkan campuran Agregat yang sesuai. Salah satu sungai di Kecamatan Arse memiiki persediaan agregat kasar yang biasa digunakan warga sebagai bahan bangunan dengan persediaan yang melimpah. Sehinnga perlu dilakukan analisa penggunaan agregat kasar dari sungai Arse sebagai campuran beton terhadap kuat tekan. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui nilai kuat tekan beton normal dan beton campuran agregat kasar dari sungai kecamatan Arse. Lokasi pengambilan sampel berada di sungai aek torop Kecamatan Arse.. Proses pengujian dilakukan di laboratorium Fakultas Teknik Kampus II Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan. Dalam penelitian ini, metode yang diterapkan adalah metode eksperimen (pengujian), yaitu penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat antara satu sama lain dan membandingkan hasilnya. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan penurunan nilai kuat tekan beton yang menggunakan agregat kasar dari kecamatan Arse dari nilai kuat tekan beton normal yang menjadi perbandingannya.Hasil yang didapat dari pengujian pada umur 7,14,28 hari yaitu 6,37 Mpa, 9,48 Mpa, 14,72 MPa. Pada beton Arse halus kuat tekan yang didapatkan yaitu 9,98 MPa, 9,7MPa, 16,99 MPa. Pada beton Arse kasar kuat tekan yang didapatkan yaitu 9,55 MPa, 8 MPa, 13,23 MPa. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa mutu beton,maka beton yang menggunakan agregat kasar dari Arse tidak memenuhi standar mutu beton yang ditentukan.
Analisa Kinerja Ruas Jalan Abdul Haris Nasution Kota Padang Sidempuan (Studi Kasus) Harahap, Edy Syahputra Hamonangan; Ahmad Rafii; Pakpahan, Afniria
STATIKA Vol. 6 No. 1 (2023): Statika Vol 6 No 1 April 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v6i1.1146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas dan mencari penyebab keterlambatan waktu tempuh di ruas jalan lintas Jend. Besar A. Nasution dan mencari solusinya. Jenis kenderaan yang paling banyak melewati jalan ini adalah sepeda motor dengan jumlah 1122 dalam waktu 3 hari. Waktu terjadinya kemacetan di ruasjalan Jend. Besar A Haris Nasution adalah jam 17.30 sampai dengan 21.30. Dan dari data survei diketahui bahwa bila kendaraan truck/tronton semakin meningkat maka kemacetan akan semakin buruk. LHR di Ruas Jalan Jend. Besar A. Haris Nasution dalam tiga hari adalah 4220/3 = 1406,66 smp/jam smp/ jam. Diketahui bahwa pada jam 17.30-21.30 adalah waktu terburuk ruas jalan ini. 99% pengguna jalan tidak nyaman melewati jalan ini dan 65 % alasan yang sama yaitu badan jalan terlalu sempit. Selain badan jalan sempit, ruas jalan ini juga mempunyai beram yang tinggi sehingga apabila suatu truk berjumpa dengan truk lainnya secara berlawanan arah maka akan menirnbulkan kemacetan, karena tidak bisa menggunakan bahu jalan sebagai pengganti tumpuan roda. Bahu jalan yang tidak merata juga mempengaruhi kebebasan di ruas jalan ini, karena tidak ada lahan parkir bagi kenderaan yang mogok atau bocor ban sehingga setiap kenderaan yang mogok atau bocor ban akan tetap didalam lajur dan akan menimbulkan kemacetan.
Pengaruh Penambahan Batu Cadas Terhadap Agregat Kasar Untuk Pengujian Kuat Tekan pada Beton Aris; Harahap, Sahrul; Pakpahan, Afniria
STATIKA Vol. 6 No. 1 (2023): Statika Vol 6 No 1 April 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v6i1.1148

Abstract

: Batu cadas (batu trass) adalah batuan yang telah mengalami perubahan komposisi kimia yang di sebabkan oleh pelapukan dan pengaruh kondisi air bawah tanah. Bahan galian ini berwarna putih – keabu-abuan hingga putih kecoklatan, kompak, padu dan agak sulit digali dengan alat sederhana. Kegunaan batu trass adalah untuk bahan baku batako, industri semen, campuran bahan bangunan dan semen alam. Batu cadas (batu trass) banyak terdapat di Aek Sulum Desa Marsada Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental dengan melakukan percobaan di Laboratorium Universitas Graha Nusantara dengan judul ”Pengaruh Penambahan Batu Cadas Terhadap Agregat Kasar Untuk Pengujian Kuat Tekan Pada Beton”, dengan harapan campuran beton dengan menggunakan batu cadas (batu trass) memiliki kuat tekan yang tidak jauh berbeda bahkan sama dengan beton normal. Agregat Kasar pada beton dengan persentase 25% dan 50%. Benda uji dibuat dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Benda uji dirawat dengan menggunakan air PDAM. Proses pengujian kuat tekan dilakukan setelah hari ke 7, 14 dan 28 Hari. Pengujian yang akan dilakukan pada penelitian ini ialah pengujian kuat tekan beton. Nilai kuat tekan beton maksimum yang dapat dicapai dengan menggunakan kadar 25% batu cadas (batu trass) adalah 164,691 Kg/cm². Sedangkan yang menggunakan kadar 50% batu cadas (batu trass) mencapai kuat tekan beton maksimum sebesar 117,463 Kg/cm². Nilai kuat tekan beton maksimum yang dapat dicapai dengan menggunakan kadar 25% batu cadas (batu trass) adalah 164,691 Kg/cm². Sedangkan yang menggunakan kadar 50% batu cadas (batu trass) mencapai kuat tekan beton maksimum sebesar 117,463 Kg/cm².
ANALISA PEMANFAATANSERBUK KULIT KERANG DARAH (Anadara Granosa)Sebagai Subsitusi Agregat Halus Pada Kuat Tekan Beton Harahap, Pahrul Rozi; Harahap, Sahrul; Pakpahan, Afniria
STATIKA Vol. 7 No. 1 (2024): Statika Vol 7 No 1 April 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v7i1.1367

Abstract

Seiring dengan Laju pertumbuhan penduduk Pengembangan kawasan-kawasan hunian lebih lanjut dan pengembangan daerah akan memacu meningkatnya kebutuhan bahan bangunan. Sehingga banyak dilakukan inovasi sebagai pengganti material beton. Salah satu inovasi tersebut adalah memanfaatkan limbah. Dalam hal ini, salah satu limbah yang kurang optimal dimanfaatkan adalah kulit kerang/cangkang kerang. Selama ini kebanyakan masyarakat khususnya di pesisir pantai kota Sibolga hanya memanfaatkan daging kerang dan cangkang kerang sebagai kualitas dan bentuknya yang bagus dipakai untuk bahan kerajianan/hiasan. Sedangkan sebagiannya yang tidak termanfaatkan ini menimbulkan serangkaian masalah lain terutama kebersihan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan beton pada umur 7, 14, dan 28 hari menggunakan limbah kulit kerang (cangka kerang) sebagai subsitusi pasir dengan variasi 0%, 5%, dan 15%. Lokasi pengambilan sampel berada di pantai sibolga Kecamatan sibolga. Proses pengujian dilakukan di laboratorium Fakultas Teknik Kampus III Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan. Dalam penelitian ini, metode yang diterapkan adalah metode eksperimen (pengujian),benda uji berbentuk silinder berukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan campuran beton K-225. Dari pengujian yang dilakukan terhadap campuran beton normal dan beton campuran kulit kerang dengan variasi 5% dan 15 % didapat kuat tekan fc' rata-rata pada umur 7 hari yaitu sebesar 11,24 MPa, 8,49 MPa, 7,63 MPa, pada 14 hari yaitu sebesar 15,22 MPa, 10,78 MPa, 9,77 MPa dan pada umur 28 hari yaitu sebesar 17,30 MPa, 13,06 MPa, 11,74 MPa. Berdasarkan penelitian dilakukan dan dibandingkan penelitian terdahulu, diketahui bahwa limbah kulit kerang sebagai subsitusi pasir dalam campuran beton mutu tinggi dapat meningkatkan kuat tekan beton dengan kuat tekan maksimum pada variasi 10%, setelah itu kuat tekan menurun seiring dengan bertambahnya presentase variasi serbuk kulit kerang. Hal ini bisa dikarenakan akibat serbuk kulit kerang mengandung garam sehingga menurunkan kuat tekan beton.
ANALISIS KUALITAS BATU BATA MERAH DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH SERBUK KAYU DAN LIMBAH SEKAM PADI HARAHAP, NURHIDAYAH; Rambe, Mhd. Rahman; Pakpahan, Afniria
STATIKA Vol. 7 No. 2 (2024): Statika Vol 7 No 2 September 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v7i2.1482

Abstract

Abstrak: Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, maka bertambah pula inovasi dan kreasi baru dalam batu bata merah mulai dari bahan dan cara pembuatannya pun bermacam-macam. Batu bata merah adalah batu buatan yang terbuat dari tanah liat dengan bahan tambahan atau tanpa bahan tambahan yang memiliki kualitas atau mutu yang berbeda-beda. Pemanfaatan limbah yang sering digunakan pada campuran batu bata merah seperti serbuk kayu dan juga sekam padi. Serbuk kayu merupakan bahan berpori sehingga air mudah terserap dan mengisi pori-pori sedangkan sekam padi merupakan hasil samping saat proses penggilingan padi dan menghasilkan limbah yang cukup banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kuat tekan dan pengaruh penambahan limbah serbuk kayu dan sekam padi pada batu bata merah dengan varasi 0%, 10%, dan 25%. Metode Penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan metode eksperimen serta berdasarkan Standar Nasional Indonesia yang berlaku. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan, untuk variasi 0 % kuat tekan rata-rata sebesar 1,63 N/mm2, untuk variasi 10 % kuat tekan rata-rata limbah serbuk kayu sebesar 1,22 N/mm2 sedangkan kuat tekan rata-rata sekam padi sebesar 1,11 N/mm2 dan variasi 25 % kuat tekan rata-rata limbah serbuk kayu sebesar 1,08 N/mm2 sedangkan kuat tekan rata-rata sekam padi sebesar 1,04 N/mm2. Sedangkan pengaruh penambahan limbah serbuk kayu dan sekam padi dengan persentase komposisi 0%, 10%, 25% dapat mempengaruhi sifat mekanik batu bata merah yaitu semakin lama pembakaran dan semakin tinggi variasi persentasi maka semakin menurun kuat tekan batu bata merah.