Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

INVENTARISASI JENIS-JENIS HERPETOFAUNA (SUBORDO: SERPENTES) DI CAMP LEAKEY KAWASAN TAMAN NASIONAL TANJUNG PUTING KALIMANTAN TENGAH Chandi, Sellanisa Salsabila; Erianto, Erianto; Azahra, Siva Devi
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 22, No 1 (2024): BIOTIKA JUNI 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v22i1.50345

Abstract

Taman Nasional Tanjung Puting telah dikenal sebagai kawasan konservasi orangutan. Selain Orangutan, banyak satwa endemik lainnya di kawasan Camp Leakey yang merupakan jalur tracking wisata hingga jalur feeding Orangutan Taman Nasional Tanjung Putting, yaitu potensi keanekaragaman hewan herpertofauna khususnya jenis ular yang menarik untuk diteliti. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis Herpetofauna (Subordo: Serpentes) yang ada di Camp Leakey Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan Tengah sebagai data acuan pertimbangan pengelola dalam kegiatan konservasi dan mengatur alur kunjungan di Camp Leakey Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting yang menjadi tempat rehabilitasi dan habitat dari Orangutan. Penelitian dilakukan pada Bulan Februari hingga Bulan Maret Tahun 2023 menggunakan Metode Visual Encounter Survey (VES) yang dikombinasikan dengan Metode Transek. Hasil penelitian Subordo Serpentes yang ditemukan berjumlah 13 individu dengan 5 spesies (Dendrelaphis caudolineatus, Psammodynastes pictus, Boiga irregularis, Boiga dendrophila, dan Homalopsis buccata) dari 3 famili (Colubridae, Lamprophiidae, dan Homalopsidae). Semua spesies terdeteksi memiliki status konservasi Least Concern menurut IUCN. Hasil ini mencerminkan pentingnya kawasan ini sebagai habitat penting Serpentes sehingga dapat menjadi dasar untuk menyusun strategi konservasi, mitigasi ancaman terhadap habitat, serta mengelola potensi interaksi antara pengunjung dengan serpentes.
PEMANFAATAN LIMBAH SABUT KELAPA DAN PELEPAH BATANG PISANG MENJADI PRODUK KERAJINAN BERNILAI EKONOMI Siva Devi Azahra; Siti Puji Lestariningsih; Siti Latifah; Destiana Destiana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26816

Abstract

Abstrak: Penumpukan limbah sabut kelapa dan pelepah batang pisang merupakan masalah lingkungan yang terjadi di lingkungan sekitar SMAN 1 Segedong. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi hal tersebut dengan memberikan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam mengolah limbah serabut kelapa dan pelepah batang pisang menjadi produk kerajinan yang bernilai ekonomis. Kegiatan diawali dengan identifikasi kebutuhan akseptor, pembuatan materi, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi yang melibatkan 34 siswa. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan diukur melalui pre-test dan post-test serta pengamatan langsung pada saat sesi praktek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap pemanfaatan limbah, konsep dasar daur ulang, keterampilan teknis pembuatan produk, dan kreativitas pembuatan produk meningkat dari nilai tiap aspek rata-rata 70 menjadi nilainya di atas 92, sedangkan peningkatan keterampilan dapat dilihat dari kreativitas siswa dalam menciptakan produk dari limbah tersebut. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan ini berhasil mengintegrasikan pemahaman siswa tentang kelestarian lingkungan dengan keterampilan dalam membuat produk ramah lingkungan.Abstract: The accumulation of coconut fiber waste and banana stem fronds is an environmental problem that occurs in the neighborhood of SMAN 1 Segedong. Therefore, this service activity aims to overcome this by providing training to improve students' understanding and skills in processing coconut fiber waste and banana stem fronds into economically valuable handicraft products. The activity began with identifying acceptor needs, making materials, training implementation, and evaluation involving 34 students. The increase in knowledge and skills was measured through pre-test and post-test, as well as direct observation during practical sessions. The results showed that students' understanding of waste utilization, basic concepts of recycling, technical skills of product making, and creativity of product making increased from an average score of 70 in each aspect to a score above 92. In contrast, the increase in skills can be seen in students' creativity in creating products from waste. This training successfully integrated students' understanding of environmental sustainability with skills in making environmentally friendly products.
CIPLUKAN (PHYSALIS SPP) SEBAGAI KOMODITAS INOVATIF: SINERGI TUMBUHAN LOKAL DAN EKONOMI KREATIF UNTUK KEMANDIRIAN MASYARAKAT Destiana, Destiana; Azahra, Siva Devi; Lestariningsih, Siti Puji
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32067

Abstract

Abstrak: Ciplukan (Physalis spp) merupakan tumbuhan yang mengandung senyawa bioaktif seperti alkolodid, flavonoid dan saponin, tanaman ini memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah ciplukan sebagai tumbuhan lokal menjadi produk bernilai ekonomi seprti permen jelly agar dapat menjadi strategi penguat bagi perekonomian kreatif lokal. Kegiatan dilaksnakan di Desa Mandor, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak yang diikuti sebanyak 32 peserta, dengan menggunakan metode observasi, sosialisasi(penyuluhan) dan evaluasi berbasis pretest dan postes sebanyak 8 pertanyaan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan minat masyarakat, sebelum kegiatan berlangsung hanya 28 % peserta mengetahui khasisat tanaman ini sebagai obat dan hanya 6 % yang mengetahui potensinya sebagai bahan baku permen. Setalah kegiatan 100% peserta memahami manfaat kesehatan tanaman ini dan 97% menyadari potensi pengelolaannya menjadi perman. Selain itu terjadi peningkatan ketertarikan pengembahangan usaha permen jelly ciplukan yang awalnya 28% menjadi 97%, dan terjadi peningkatan pandangan masyarakat tentang pembuatan kemasan yang menarik untuk meningkatkan nilai jual produk yang awalnya 34% menjadi 97%. Abstract: Ciplukan (Physalis spp) is a plant that contains bioactive compounds such as alkaloids, flavonoids, and saponins; this plant provides many health benefits. This Community Service (PKM) aims to increase the knowledge and skills of the community in processing ciplukan as a local plant into economic value products such as jelly candy so that it can become a strengthening strategy for the local creative economy. The activity was carried out in Mandor Village, Mandor District, Landak Regency, with 32 participants. PKM is carried out using the observation method, socialization (counseling), and evaluation based on pretest and posttest. The results showed an increase in community knowledge and interest; before the activity took place, only 28% of participants knew the properties of this plant as a medicine, and only 6% knew its potential as a candy raw material. After the activity, 100% of participants understood the health benefits of this plant, and 97% realized the potential for its management to become permanent. In addition, there was an increase in interest in developing the Physalis spp jelly candy business from 28% to 97%, in addition to the rise in people's views on making attractive packaging to increase the selling value of the product from 34% to 97%.
PENILAIAN DAYA TARIK DAN KARAKTERISTIK PENGUNJUNG PANTAI POLARIA DESA SUNGAI RUSAKECAMATAN SELAKAU KABUPATEN SAMBAS Asrul, Asrul; Siahaan, Sarma; Azahra, Siva Devi
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 4 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polaria beach which, is located in Sungai Rusa Village, Selakau District, Sambas Regency, has its own natural attraction value, namely the mangrove forest. The aim of the study was to determine the value of the attractiveness and characteristics of visitors to the Polaria beach tourist attraction, Sungai Rusa Village, Selakau District, Sambas Regency, using survey methods with observation techniques, interviews and using questionnaires. Sampling using accidental sampling technique. The assessment of Polaria beach attractions is carried out using the Scoring method using the ODTWA guidelines which have been modified according to the values/scores that have been determined for each criterion for assessing beach tourism attractiveness. The results of data analysis show that the attractiveness value of the Polaria beach tourist attraction is 869,76 (A) which means it is good for development. The charateristics of visitors who traveled to the coastal area of the Polaria beach tourist attractions were the most dominant at age (17-25 years) female and the everage visitor education was high school, while the highest visit rate was dominated by the area of origin, namely Sungai Rusa because it has a short distance only 2,5 km with a travel time of ± 5-10 minutes, and are dominated by student status, and the everage visitor is unmarried. Keywords: assessment attractiveness, beach, visitor characteristic. Abstrak Pantai Polaria yang berada di Desa Sungai Rusa Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas memiliki nilai daya tarik alam tersendiri yaitu hutan mangrove. Tujuan penelitian untuk mengetahui nilai daya tarik dan karakteristik pengunjung objek wisata Pantai Polaria Desa Sungai Rusa Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas, menggunakan metode survei dengan teknik observasi, wawancara dan menggunakan kuesioner. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Penilaian objek wisata Pantai Polaria dilakukan dengan motode Skoring menggunakan pedoman ODTWA yang telah dimodifikasi sesuai dengan nilai/skor yang telah ditentukan masing-masing kriteria penilaian daya tarik wisata pantai. Hasil analisis data menunjukan bahwa nilai daya tarik objek wisata Pantai Polaria sebesar 869,76 (A) yang berarti baik untuk dikembangkan. Karakteristik pengunjung yang berwisata kekawasan pesisir objek wisata Pantai Polaria yang paling mendominasi pada usia (17-25 Tahun) berjenis kelamin perempuan dan pendidikan pengunjung rata-rata yaitu SMA, sedangakan tingkat kunjungan tertinggi berasal dari Sungai Rusa, karena memiliki jarak yang dekat hanya 2,5 km dengan waktu tempuh ± 5-10 menit, serta didominasi berstatus pelajar/mahasiswa, dan pengunjung rata-rata belum menikah. Kata kunci: karakteristik pengunjung, pantai, penilaian daya tarik
PEMETAAN POTENSI DESA DENGAN PENDEKATAN PARTISIPATIF SEBAGAI STRATEGI MEWUJUDKAN DESA BERKELANJUTAN Kartikawati, Siti Masitoh; Roslinda, Emi; Azahra, Siva Devi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29746

Abstract

Abstrak: Desa Retok merupakan salah satu desa di Kabupaten Kubu Raya, Propinsi Kalimantan Barat yang letaknya berada di sekitar Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Tanjungpura. Dalam upaya menjaga kelestarian dan pengelolaan KHDTK, masyarakat desa merupakan bagian penting untuk dilibatkan dalam identifikasi dan pemetaan potensi sumber daya alam karena masyarakat memiliki pengetahuan lokal terkait ekologi dan praktik konservasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyrakat dalam mengidentifikasi dan memetakan potensi sumber daya alam di daerahnya. Kegiatan pendampingan dilakukan dengan metode diskusi interaktif dengan masyarakat setempat yang terdiri dari ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang berasal dari 5 dusun dengan total 25 peserta. Hasil evaluasi pre-test dan post-test yang diberikan saat kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan terkait dengan batas desa, lokasi dan lahan penting serta lahan komunal sebanyak 56%, sehingga menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat dan berkontribusi mendukung upaya konservasi KHDTK.Abstract: Retok Village is one of the villages in Kubu Raya Regency, West Kalimantan Province, located around the Tanjungpura University Special Purpose Forest Area (KHDTK). To preserve and manage the KHDTK, the village community is an important part of identifying and mapping potential natural resources because the community has local knowledge related to ecology and conservation practices. This service activity aims to improve the knowledge and skills of the community in identifying and mapping the potential of natural resources in their area. The mentoring activities were carried out using an interactive discussion method with the local community consisting of family welfare empowerment (PKK) mothers from 5 hamlets and 25 participants. The results of the pre-test and post-test evaluations given during the activity showed an increase in knowledge related to village boundaries, location, and important land and communal land by 56%, thus indicating that this activity succeeded in increasing community knowledge and supporting KHDTK conservation efforts.
Identifikasi Biodiversitas Hutan Mangrove sebagai Potensi Ekowisata di Kelurahan Sedau Kota Singkawang Siva Devi Azahra; Destiana Destiana; Siti Puji Lestariningsih; Yunita Magrima Anzani
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v14i2.53226

Abstract

Mangrove forests are ecosystems that have potential value to be developed as natural tourism objects. This study aims to analyse the potential of mangrove forests based on the ecological perspective of flora and fauna to be used as a natural tourism area. The object of this research is a mangrove forest and the resources in it located in Sedau Village, Singkawang City, West Kalimantan Province, Indonesia. Characteristics of mangrove forest flora and fauna are determined through species composition analysis while the potential of mangrove forests as nature tourism is analysed using descriptive qualitative. The composition of flora and fauna species found in the study area as a whole consists of 7 species of mangrove trees, 6 species of herpetofauna, 4 species of aves, 2 species of mammals, and 5 species of arthropods found in the mangrove forest area. Based on the analysis of mangrove forest potential, this area has the potential to be developed as an ecotourism destination.
INOVASI SABUN BERBAHAN MINYAK KELAPA SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF Lestariningsih, Siti Puji; Ramadhani, Endi; destiana, Destiana; Azahra, Siva Devi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23173

Abstract

Abstrak: Potensi lokal dari unit desa merupakan modal pemberdayaan yang dapat memecahkan permasalahan kesenjangan. Pendapatan masyarakat Desa Peniti Besar sebagian besar dari perkebunan kelapa. Namun, belum ada produk olahan kelapa yang dapat menjadi alternatif produk unggulan desa. Minyak kelapa merupakan salah satu bahan sabun yang potensial sebagai produk bernilai ekonomi. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta untuk mengolah minyak kelapa menjadi sabun bernilai jual. Kegiatan dilaksanakan dengan metode development community berjumlah 30 orang dari PKK dan pemerintah desa. Tahapan kegiatan meliputi survei lapangan, sosialisasi, pendampingan praktek, dan evaluasi. Peserta dapat memproduksi sabun sesuai arahan resep dan tahapannya. Hasilnya berupa sabun padat tanpa pewarna. Peserta dapat mengenali hal penting yaitu takaran minyak, air, alkali, pencampuran bahan, dan masa curing. Produk sabun natural minyak kelapa menguntungan dengan laba Rp10.880,00 per batang. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner yang diisi sebelum dan sesudah pelatihan. Setelah pelatihan, pemahaman dan minat peserta meningkat 88,6% dan memerlukan pendampingan dalam pengemasan serta pemasaran.Abstract: Peniti Besar Village community income is mostly from coconut plantations. However, there is no processed coconut product that can be an alternative village superior product. Coconut oil is one of the potential soap ingredients as an economic value product. The purpose of the activity is to increase participants' understanding and skills to process coconut oil into valuable soap. The activity was carried out using the community development method, totaling 30 people. Activity stages include field surveys, socialization, practical assistance, and evaluation. Participants can produce soap according to the recipe directions and stages. Participants can recognize important things, namely the dose of oil, water, lye, mixing ingredients, and the curing period. Coconut oil natural soap products are profitable with a profit of IDR 10,880.00 per bar. Evaluation was conducted through questionnaires filled out before and after the training. After the training, participants' understanding and interest increased by 88.6% and required assistance in packaging and marketing.
PEMANFAATAN TUMBUHAN LOKAL SEBAGAI OLAHAN PANGAN UNTUK MEMPERKUAT PEREKONOMIAN MASYARAKAT Destiana, Destiana; Azahra, Siva Devi; Lestariningsih, Siti Puji; Kartikawati, Siti Masitoh
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23084

Abstract

Abstrak: Umbut kelapa merupakan bagian dari tumbuhan kelapa yang terletak pada bagian ujung batang yang jika terus tumbuh akan menjadi pelepah dan daun, bagian ini berada di empulur batang, bertekstur lembut dan memiliki rasa yang manis. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan umbut kelapa sebagai alternatif produk olahan pangan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan di Desa Peniti besar Kecamatan Segedong Kabupaten Mempawah, peserta kegiatan ini diikuti oleh kelompk Ibu-ibu PKK sebanyak 35 orang. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan cara menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat dan sistem evaluasi dengan menggunakan kuisoner yang dilakukan diawal dan diakhir kegiatan. Hasil pelaksanaan kegiatan menggambarkan adanya perubahan informasi dan pemahaman tentang pemanfaatan umbut kelapa menjadi olahan pangan berbentuk kelapa dari yang sebelumnya 17% menjadi 100%, pemahaman tingkat kesulitan pembuatan umbut kelapa menjadi olahan pangan yanga awalnya sebesar 63% menyatakan sulit menjadi 10% dan ketertarikan berusaha sebesar 27% menjadi 73%.Abstract: The coconut sheath is part of the coconut plant located at the end of the stem, which, if it continues to grow, will become fronds and leaves; this part is in the pith of the stem, has a soft texture, and has a sweet taste. This activity aims to increase the activity aims to increase community knowledge about using coconut tubers as an alternative processed food product to improve the surrounding community's economy. Community service activities were carried out in Peniti Besar Village, Segedong District, and Mempawah Regency, and the participants of this activity were attended by a group of 35 mother Family Empowerment and Welfare (PKK). The method used in this activity is delivering socialization to the community, and the evaluatioj system is used, using questionnaries conducted at the beagining and the end of the activity. The results of the implementation of the activity illustrate a change in information and understanding of the utilization of coconut tubers into processed food in the form of coconut from the previous 17% to 100%, understanding the level of difficulty in making coconut tubers into processed food,which initially 63% to 10%, and interest in trying 27% to 73%. 
PEMETAAN POTENSI WISATA BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PENGEMBANGAN DESA WISATA SUNGAI KUPAH KABUPATEN KUBU RAYA Siti Puji Lestariningsih; Destiana; Siva Devi Azahra
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.115

Abstract

Desa Sungai Kupah yang berada di Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan barat terpilih sebagai penerima Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022 dengan potensi unggulan berupa hutan mangrove. Desa wisata harus memenuhi tujuh unsur Sapta Pesona yaitu Keamanan, Ketertiban, Kebersihan, Kesejukan, Keindahan, Keramahan, dan Kenangan. Penobatan sebagai desa wisata merupakan awal bagi pemerintah desa dan pengelola wisata bersama masyarakat untuk menggali potensi untuk pengembangan ekowisata di Desa Sungai Kupah. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan untuk memetakan secara spasial potensi wisata yang terdapat di Desa Sungai Kupah sebagai dasar perumusan rencana pengelolaan wisata. Metode yang digunakan yaitu metode survei dengan pemetaan berbasis drone untuk menghasilkan peta detil, observasi lapangan untuk pengumpulan data potensi wisata, dan grup diskusi untuk menghasilkan rumusan rencana pengelolaan. Berdasarkan hasil pemetaan, potensi di Desa Sungai Kupah yang dapat dijadikan obyek wisata terutama yang berkaitan dengan ekosistem mangrove yaitu proses pembibitan mangrove, pembuatan kerajinan anyaman daun nipah, kreasi olahan pangan dari mangrove, pembuatan pavling block berbahan sampah plastik, susur sungai dan pengamatan satwa, camping ground dan penanaman mangrove digital. Rencana pengelolaan meliputi pemeliharaan unsur keindahan dan kebersihan dengan perbaikan sarana prasarana di lokasi wisata, inovasi kantin wisata, dan pembuatan produk souvenir menggunakan bahan lokal untuk pemenuhan unsur kenangan. Kesimpulannya, secara spasial persebaran obyek wisata cukup menyebar dengan potensi beragam yang sesuai untuk pengembangan paket wisata. Pengembangan desa wisata yang prioritas yaitu perbaikan track mangrove dan pembinaan kelompok industri kreatif.
Peran Pemangku Kepentingan dalam Pendidikan Lingkungan dalam Pengembangan Program Adiwiyata: Analisis SWOT dan Tingkat Keterlibatan Siti Badriyah Rushayati; Rachmad Hermawan; Lin Nuriah Ginoga; Siva Devi Azahra
BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol. 8 No. 2 (2025): BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/bioedusains.v8i2.13215

Abstract

This study aims to analyze the roles of stakeholders in supporting the development of the Adiwiyata School program at Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 1 Program Khusus Sukoharjo, which has achieved a national Adiwiyata School award. The methods used include interviews and questionnaires involving school principals, teachers, students, the school committee, the Sukoharjo Regency Environmental Agency, and the Muhammadiyah Elementary and Secondary Education Council. The analysis utilized the Likert Scale to assess stakeholder involvement levels and SWOT analysis (Strengths-Weaknesses-Opportunities-Threats) to formulate development strategies. The results showed that the school principal plays a central role in all aspects, including policies, curriculum, programs/activities, as well as facilities and infrastructure. On the other hand, the Muhammadiyah Elementary and Secondary Education Council contributed the least, limited to policy aspects. Program development is recommended through increasing funding via partnerships, enhancing teacher capacity, and motivating students to implement environmentally conscious and sustainable practices in schools. Keywords: Adiwiyata, Stakeholders, Environmental Education