Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

INOVASI SABUN BERBAHAN MINYAK KELAPA SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF Siti Puji Lestariningsih; Endi Ramadhani; Destiana destiana; Siva Devi Azahra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23173

Abstract

Abstrak: Potensi lokal dari unit desa merupakan modal pemberdayaan yang dapat memecahkan permasalahan kesenjangan. Pendapatan masyarakat Desa Peniti Besar sebagian besar dari perkebunan kelapa. Namun, belum ada produk olahan kelapa yang dapat menjadi alternatif produk unggulan desa. Minyak kelapa merupakan salah satu bahan sabun yang potensial sebagai produk bernilai ekonomi. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta untuk mengolah minyak kelapa menjadi sabun bernilai jual. Kegiatan dilaksanakan dengan metode development community berjumlah 30 orang dari PKK dan pemerintah desa. Tahapan kegiatan meliputi survei lapangan, sosialisasi, pendampingan praktek, dan evaluasi. Peserta dapat memproduksi sabun sesuai arahan resep dan tahapannya. Hasilnya berupa sabun padat tanpa pewarna. Peserta dapat mengenali hal penting yaitu takaran minyak, air, alkali, pencampuran bahan, dan masa curing. Produk sabun natural minyak kelapa menguntungan dengan laba Rp10.880,00 per batang. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner yang diisi sebelum dan sesudah pelatihan. Setelah pelatihan, pemahaman dan minat peserta meningkat 88,6% dan memerlukan pendampingan dalam pengemasan serta pemasaran.Abstract: Peniti Besar Village community income is mostly from coconut plantations. However, there is no processed coconut product that can be an alternative village superior product. Coconut oil is one of the potential soap ingredients as an economic value product. The purpose of the activity is to increase participants' understanding and skills to process coconut oil into valuable soap. The activity was carried out using the community development method, totaling 30 people. Activity stages include field surveys, socialization, practical assistance, and evaluation. Participants can produce soap according to the recipe directions and stages. Participants can recognize important things, namely the dose of oil, water, lye, mixing ingredients, and the curing period. Coconut oil natural soap products are profitable with a profit of IDR 10,880.00 per bar. Evaluation was conducted through questionnaires filled out before and after the training. After the training, participants' understanding and interest increased by 88.6% and required assistance in packaging and marketing.
PENDIDIKAN LINGKUNGAN PEMBUATAN ECOENZYME SEBAGAI ALTERNATIF PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK DI SD KALAM KUDUS PONTIANAK Kartikawati, Siti Masitoh; Azahra, Siva Devi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i1.28560

Abstract

Abstrak: Pendidikan lingkungan adalah salah satu cara efektif untuk membentuk perilaku dan sikap manusia dalam menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan dalam pendidikan lingkungan adalah pengelolaan sampah organik melalui pembuatan ecoenzyme. Ecoenzyme terbuat dari limbah organik seperti kulit buah dan sayuran yang difermentasi dan dapat diolaj menjadi berbagai produk yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa, khususnya di SD Kalam Kudus, mengenai pentingnya pengolahan limbah organik menjadi ecoenzyme. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan pelatihan yang mencakup teori dan praktik, yang didukung dengan survei awal untuk mengetahui pengetahuan dasar siswa, serta observasi lingkungan belajar. Hasil dari pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan antara pre-test dan post-test yang diikuti oleh siswa dari rata-rata skor pre-test hanya mencapai 62% dan saat post-test meningkat menjadi 86,26%. Pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang ecoenzyme, manfaatnya, dan bagaimana cara membuatnya, yang menunjukkan antusiasme siswa dalam mengaplikasikan pengetahuan yang mereka peroleh. Selain itu, pelatihan ini juga meningkatkan kesadaran lingkungan siswa, mendorong mereka untuk mengurangi sampah di rumah dan sekolah. Dengan hasil ini, diharapkan kegiatan serupa dapat diperluas dan diterapkan di berbagai sekolah untuk memberikan dampak positif terhadap pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.Abstract:  Environmental education is one of the effective ways to shape human behavior and attitudes in preserving the environment. One approach that can be applied in environmental education is organic waste management by manufacturing eco enzymes. Ecoenzyme is made from fermented organic waste, such as fruit and vegetable peels, which can be processed into various helpful products in everyday life. This activity aims to increase the knowledge and awareness of students, especially at SD Kalam Kudus, regarding the importance of processing organic waste into eco enzymes. The implementation of this activity involves training that includes theory and practice, which is supported by an initial survey to determine students' basic knowledge, as well as observation of the learning environment. The training results showed a significant increase in knowledge between the pre-test and post-test attended by students. The average pre-test score only reached 62%, and it increased to 86.26% during the post-test. The training improved students' understanding of ecoenzyme, its benefits, and how to make it, which showed students' enthusiasm in applying the knowledge they gained. In addition, the training also increased students' environmental awareness, encouraging them to reduce waste at home and school. With these results, it is hoped that similar activities can be expanded and implemented in various schools to impact waste management and environmental conservation positively.
INVENTARISASI JENIS-JENIS HERPETOFAUNA (SUBORDO: SERPENTES) DI CAMP LEAKEY KAWASAN TAMAN NASIONAL TANJUNG PUTING KALIMANTAN TENGAH Chandi, Sellanisa Salsabila; Erianto, Erianto; Azahra, Siva Devi
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 22, No 1 (2024): BIOTIKA JUNI 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v22i1.50345

Abstract

Taman Nasional Tanjung Puting telah dikenal sebagai kawasan konservasi orangutan. Selain Orangutan, banyak satwa endemik lainnya di kawasan Camp Leakey yang merupakan jalur tracking wisata hingga jalur feeding Orangutan Taman Nasional Tanjung Putting, yaitu potensi keanekaragaman hewan herpertofauna khususnya jenis ular yang menarik untuk diteliti. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis Herpetofauna (Subordo: Serpentes) yang ada di Camp Leakey Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan Tengah sebagai data acuan pertimbangan pengelola dalam kegiatan konservasi dan mengatur alur kunjungan di Camp Leakey Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting yang menjadi tempat rehabilitasi dan habitat dari Orangutan. Penelitian dilakukan pada Bulan Februari hingga Bulan Maret Tahun 2023 menggunakan Metode Visual Encounter Survey (VES) yang dikombinasikan dengan Metode Transek. Hasil penelitian Subordo Serpentes yang ditemukan berjumlah 13 individu dengan 5 spesies (Dendrelaphis caudolineatus, Psammodynastes pictus, Boiga irregularis, Boiga dendrophila, dan Homalopsis buccata) dari 3 famili (Colubridae, Lamprophiidae, dan Homalopsidae). Semua spesies terdeteksi memiliki status konservasi Least Concern menurut IUCN. Hasil ini mencerminkan pentingnya kawasan ini sebagai habitat penting Serpentes sehingga dapat menjadi dasar untuk menyusun strategi konservasi, mitigasi ancaman terhadap habitat, serta mengelola potensi interaksi antara pengunjung dengan serpentes.
PEMANFAATAN LIMBAH SABUT KELAPA DAN PELEPAH BATANG PISANG MENJADI PRODUK KERAJINAN BERNILAI EKONOMI Siva Devi Azahra; Siti Puji Lestariningsih; Siti Latifah; Destiana Destiana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26816

Abstract

Abstrak: Penumpukan limbah sabut kelapa dan pelepah batang pisang merupakan masalah lingkungan yang terjadi di lingkungan sekitar SMAN 1 Segedong. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi hal tersebut dengan memberikan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam mengolah limbah serabut kelapa dan pelepah batang pisang menjadi produk kerajinan yang bernilai ekonomis. Kegiatan diawali dengan identifikasi kebutuhan akseptor, pembuatan materi, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi yang melibatkan 34 siswa. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan diukur melalui pre-test dan post-test serta pengamatan langsung pada saat sesi praktek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap pemanfaatan limbah, konsep dasar daur ulang, keterampilan teknis pembuatan produk, dan kreativitas pembuatan produk meningkat dari nilai tiap aspek rata-rata 70 menjadi nilainya di atas 92, sedangkan peningkatan keterampilan dapat dilihat dari kreativitas siswa dalam menciptakan produk dari limbah tersebut. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan ini berhasil mengintegrasikan pemahaman siswa tentang kelestarian lingkungan dengan keterampilan dalam membuat produk ramah lingkungan.Abstract: The accumulation of coconut fiber waste and banana stem fronds is an environmental problem that occurs in the neighborhood of SMAN 1 Segedong. Therefore, this service activity aims to overcome this by providing training to improve students' understanding and skills in processing coconut fiber waste and banana stem fronds into economically valuable handicraft products. The activity began with identifying acceptor needs, making materials, training implementation, and evaluation involving 34 students. The increase in knowledge and skills was measured through pre-test and post-test, as well as direct observation during practical sessions. The results showed that students' understanding of waste utilization, basic concepts of recycling, technical skills of product making, and creativity of product making increased from an average score of 70 in each aspect to a score above 92. In contrast, the increase in skills can be seen in students' creativity in creating products from waste. This training successfully integrated students' understanding of environmental sustainability with skills in making environmentally friendly products.
CIPLUKAN (PHYSALIS SPP) SEBAGAI KOMODITAS INOVATIF: SINERGI TUMBUHAN LOKAL DAN EKONOMI KREATIF UNTUK KEMANDIRIAN MASYARAKAT Destiana, Destiana; Azahra, Siva Devi; Lestariningsih, Siti Puji
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32067

Abstract

Abstrak: Ciplukan (Physalis spp) merupakan tumbuhan yang mengandung senyawa bioaktif seperti alkolodid, flavonoid dan saponin, tanaman ini memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah ciplukan sebagai tumbuhan lokal menjadi produk bernilai ekonomi seprti permen jelly agar dapat menjadi strategi penguat bagi perekonomian kreatif lokal. Kegiatan dilaksnakan di Desa Mandor, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak yang diikuti sebanyak 32 peserta, dengan menggunakan metode observasi, sosialisasi(penyuluhan) dan evaluasi berbasis pretest dan postes sebanyak 8 pertanyaan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan minat masyarakat, sebelum kegiatan berlangsung hanya 28 % peserta mengetahui khasisat tanaman ini sebagai obat dan hanya 6 % yang mengetahui potensinya sebagai bahan baku permen. Setalah kegiatan 100% peserta memahami manfaat kesehatan tanaman ini dan 97% menyadari potensi pengelolaannya menjadi perman. Selain itu terjadi peningkatan ketertarikan pengembahangan usaha permen jelly ciplukan yang awalnya 28% menjadi 97%, dan terjadi peningkatan pandangan masyarakat tentang pembuatan kemasan yang menarik untuk meningkatkan nilai jual produk yang awalnya 34% menjadi 97%. Abstract: Ciplukan (Physalis spp) is a plant that contains bioactive compounds such as alkaloids, flavonoids, and saponins; this plant provides many health benefits. This Community Service (PKM) aims to increase the knowledge and skills of the community in processing ciplukan as a local plant into economic value products such as jelly candy so that it can become a strengthening strategy for the local creative economy. The activity was carried out in Mandor Village, Mandor District, Landak Regency, with 32 participants. PKM is carried out using the observation method, socialization (counseling), and evaluation based on pretest and posttest. The results showed an increase in community knowledge and interest; before the activity took place, only 28% of participants knew the properties of this plant as a medicine, and only 6% knew its potential as a candy raw material. After the activity, 100% of participants understood the health benefits of this plant, and 97% realized the potential for its management to become permanent. In addition, there was an increase in interest in developing the Physalis spp jelly candy business from 28% to 97%, in addition to the rise in people's views on making attractive packaging to increase the selling value of the product from 34% to 97%.
PENILAIAN DAYA TARIK DAN KARAKTERISTIK PENGUNJUNG PANTAI POLARIA DESA SUNGAI RUSAKECAMATAN SELAKAU KABUPATEN SAMBAS Asrul, Asrul; Siahaan, Sarma; Azahra, Siva Devi
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 4 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polaria beach which, is located in Sungai Rusa Village, Selakau District, Sambas Regency, has its own natural attraction value, namely the mangrove forest. The aim of the study was to determine the value of the attractiveness and characteristics of visitors to the Polaria beach tourist attraction, Sungai Rusa Village, Selakau District, Sambas Regency, using survey methods with observation techniques, interviews and using questionnaires. Sampling using accidental sampling technique. The assessment of Polaria beach attractions is carried out using the Scoring method using the ODTWA guidelines which have been modified according to the values/scores that have been determined for each criterion for assessing beach tourism attractiveness. The results of data analysis show that the attractiveness value of the Polaria beach tourist attraction is 869,76 (A) which means it is good for development. The charateristics of visitors who traveled to the coastal area of the Polaria beach tourist attractions were the most dominant at age (17-25 years) female and the everage visitor education was high school, while the highest visit rate was dominated by the area of origin, namely Sungai Rusa because it has a short distance only 2,5 km with a travel time of ± 5-10 minutes, and are dominated by student status, and the everage visitor is unmarried. Keywords: assessment attractiveness, beach, visitor characteristic. Abstrak Pantai Polaria yang berada di Desa Sungai Rusa Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas memiliki nilai daya tarik alam tersendiri yaitu hutan mangrove. Tujuan penelitian untuk mengetahui nilai daya tarik dan karakteristik pengunjung objek wisata Pantai Polaria Desa Sungai Rusa Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas, menggunakan metode survei dengan teknik observasi, wawancara dan menggunakan kuesioner. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Penilaian objek wisata Pantai Polaria dilakukan dengan motode Skoring menggunakan pedoman ODTWA yang telah dimodifikasi sesuai dengan nilai/skor yang telah ditentukan masing-masing kriteria penilaian daya tarik wisata pantai. Hasil analisis data menunjukan bahwa nilai daya tarik objek wisata Pantai Polaria sebesar 869,76 (A) yang berarti baik untuk dikembangkan. Karakteristik pengunjung yang berwisata kekawasan pesisir objek wisata Pantai Polaria yang paling mendominasi pada usia (17-25 Tahun) berjenis kelamin perempuan dan pendidikan pengunjung rata-rata yaitu SMA, sedangakan tingkat kunjungan tertinggi berasal dari Sungai Rusa, karena memiliki jarak yang dekat hanya 2,5 km dengan waktu tempuh ± 5-10 menit, serta didominasi berstatus pelajar/mahasiswa, dan pengunjung rata-rata belum menikah. Kata kunci: karakteristik pengunjung, pantai, penilaian daya tarik
PEMETAAN POTENSI DESA DENGAN PENDEKATAN PARTISIPATIF SEBAGAI STRATEGI MEWUJUDKAN DESA BERKELANJUTAN Kartikawati, Siti Masitoh; Roslinda, Emi; Azahra, Siva Devi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29746

Abstract

Abstrak: Desa Retok merupakan salah satu desa di Kabupaten Kubu Raya, Propinsi Kalimantan Barat yang letaknya berada di sekitar Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Tanjungpura. Dalam upaya menjaga kelestarian dan pengelolaan KHDTK, masyarakat desa merupakan bagian penting untuk dilibatkan dalam identifikasi dan pemetaan potensi sumber daya alam karena masyarakat memiliki pengetahuan lokal terkait ekologi dan praktik konservasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyrakat dalam mengidentifikasi dan memetakan potensi sumber daya alam di daerahnya. Kegiatan pendampingan dilakukan dengan metode diskusi interaktif dengan masyarakat setempat yang terdiri dari ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang berasal dari 5 dusun dengan total 25 peserta. Hasil evaluasi pre-test dan post-test yang diberikan saat kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan terkait dengan batas desa, lokasi dan lahan penting serta lahan komunal sebanyak 56%, sehingga menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat dan berkontribusi mendukung upaya konservasi KHDTK.Abstract: Retok Village is one of the villages in Kubu Raya Regency, West Kalimantan Province, located around the Tanjungpura University Special Purpose Forest Area (KHDTK). To preserve and manage the KHDTK, the village community is an important part of identifying and mapping potential natural resources because the community has local knowledge related to ecology and conservation practices. This service activity aims to improve the knowledge and skills of the community in identifying and mapping the potential of natural resources in their area. The mentoring activities were carried out using an interactive discussion method with the local community consisting of family welfare empowerment (PKK) mothers from 5 hamlets and 25 participants. The results of the pre-test and post-test evaluations given during the activity showed an increase in knowledge related to village boundaries, location, and important land and communal land by 56%, thus indicating that this activity succeeded in increasing community knowledge and supporting KHDTK conservation efforts.
Identifikasi Biodiversitas Hutan Mangrove sebagai Potensi Ekowisata di Kelurahan Sedau Kota Singkawang Siva Devi Azahra; Destiana Destiana; Siti Puji Lestariningsih; Yunita Magrima Anzani
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v14i2.53226

Abstract

Mangrove forests are ecosystems that have potential value to be developed as natural tourism objects. This study aims to analyse the potential of mangrove forests based on the ecological perspective of flora and fauna to be used as a natural tourism area. The object of this research is a mangrove forest and the resources in it located in Sedau Village, Singkawang City, West Kalimantan Province, Indonesia. Characteristics of mangrove forest flora and fauna are determined through species composition analysis while the potential of mangrove forests as nature tourism is analysed using descriptive qualitative. The composition of flora and fauna species found in the study area as a whole consists of 7 species of mangrove trees, 6 species of herpetofauna, 4 species of aves, 2 species of mammals, and 5 species of arthropods found in the mangrove forest area. Based on the analysis of mangrove forest potential, this area has the potential to be developed as an ecotourism destination.