Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Uji Efektivitas Ekstrak Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) dalam Menghambat Pertumbuhan Jamur Apergillus Niger Dharmadewi, A.A. Istri Mirah; Suryatini, Kadek Yuniari; Rai, I Gusti Ayu; Suanda, I.W.; Wiadnyana, Gusti Agung Gede; Jayantika, I.G.A. Trisna
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 14 No. 2 (2025): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jst-undiksha.v14i2.96348

Abstract

Penggunaan fungisida sintetis sebagai agen antijamur telah banyak dilakukan, namun residunya dapat menimbulkan resistensi pada lingkungan. Oleh karena itu, pengembangan antifungi berbasis bahan alam yang aman dan efektif menjadi solusi yang yang ramah lingkungan. Daun cengkeh diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti eugenol, flavonoid, dan tanin yang memiliki aktivitas antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun cengkeh dalam menghambat pertumbuhan A. niger. Metode yang digunakan eksperimen dengan rancangan posttest only control group design. Uji aktivitas antijamur dilakukan dengan metode difusi cakram pada media Potato Dextrose Agar (PDA) dengan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 0%, 5%, 10%, 20%, dan 30%. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan luas zona hambat yang terbentuk. Zona hambat terluas ditemukan pada konsentrasi 30% dengan diameter rata- rata 15,0 mm (sangat kuat). Hasil ini menunjukan bahwa ekstrak etanol daun cengkeh memiliki potensi sebagai bahan aktif dalam formulasi biofungisida nabati, yang aman dan ramah lingkungan.
LC-MS/MS Based Identification of Antifungal Bioactive Compounds from White Turi (Sesbania grandiflora L.) Stem Bark Extract Mirah, A. A. Istri; Darmadi, A. A. K.; Suriani, N. L.; Suanda, I.W.; Subrata, I.M.
Biotik Vol 14 No 1 (2026): JURNAL BIOTIK
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v14i1.34455

Abstract

White turi (Sesbania grandiflora L.) is a tropical plant belonging to the Fabaceae family that is widely distributed and known for its diverse pharmacological activities. However, the utilization of its stem bark as a source of antifungal agents has been relatively underexplored. This study aimed to identify the phytochemical profile and bioactive compounds of white turi stem bark extract with potential antifungal properties. The sample was extracted using a maceration method with 70% ethanol for 72 hours. Qualitative phytochemical screening was conducted using standard methods, including Mayer, Wagner, Dragendorff, Liebermann–Burchard, and FeCl₃ assays. Further analysis was performed using LC-MS/MS (Agilent 6545 Q-TOF LC/MS System) to identify bioactive compounds. The results revealed the presence of alkaloids, terpenoids, phenolics, tannins, and saponins. LC-MS/MS analysis of the F6 water fraction identified several potential antifungal compounds, including adenine, phenylethyl alcohol, benzenedicarboxylic acid bis (2-ethylhexyl) ester, octadecane, and 2,3-dimethoxybenzaldehyde. These compounds are known to exhibit antifungal mechanisms through disruption of cell membranes, protein denaturation, and inhibition of fungal cellular metabolism. Overall, the findings suggest that white turi stem bark extract has strong potential for development as a natural antifungal agent and as a raw material for plant-based health products. Keyword: Bioactive compounds; natural health products; Sesbania grandiflora L.; LC-MS/MS (Agilent 6545 Q-TOF LC/MS System).
Exploring Morphological Traits and Phytochemical Profiles of Natural Dye Plants in Gringsing Fabric: A Contextual Approach to Biology Education Ayu Rai, I Gusti; Suanda, I.W.; Mirah, A.A.I.; Triyanti, N.K; Putu Rahayu Artini, Ni
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 17 No 1 (2026): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v17i1.30894

Abstract

Natural dyes are increasingly considered sustainable alternatives to synthetic textiles dyes, yet their use is often based on tradition rather than scientific understanding. This study explores the morphological traits and phytochemical profiles of plants used in Gringsing fabric and considers their relevance for biology education. A qualitative descriptive approach was applied to four species through field observation, interviews, and phytochemical screening of selected plant parts. The findings show that phenolics, tannins, and flavonoids are consistently present and play key roles in color formation and binding. Observable plant characteristics were closely linked to the distribution of these compounds, suggesting a clear scientific basis behind traditional practices. Integrating these findings into learning materials offers a meaningful way to connect biological concepts with local knowledge in classroom contexts. Eksplorasi Karakter Morfologi dan Profil Fitokimia Tanaman Pewarna Alami pada Kain Gringsing: Pendekatan Kontekstual dalam Pendidikan Biologi ABSTRAK: Pewarna alami semakin dipandang sebagai alternatif ramah lingkungan, namun penggunaannya masih banyak didasarkan pada pengalaman tradisional tanpa pemahaman ilmiah yang memadai. Penelitian ini mengeksplorasi karakter morfologi dan profil fitokimia tumbuhan pewarna pada kain Gringsing serta kaitannya dengan pembelajaran biologi. Pendekatan deskriptif kualitatif dilakukan terhadap empat spesies melalui observasi lapangan, wawancara, dan skrining fitokimia pada bagian tumbuhan tertentu. Hasil menunjukkan bahwa senyawa fenolik, tanin, dan flavonoid berperan penting dalam pembentukan dan pengikatan warna. Karakter morfologi yang tampak berkaitan dengan sebaran senyawa tersebut, menunjukkan adanya dasar ilmiah dalam praktik tradisional. Temuan ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran kontekstual yang menghubungkan konsep biologi dengan kearifan lokal.