Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Penguatan Keberlanjutan Ekowisata dan Ekonomi Lokal Melalui Budidaya Lebah Trigona Sumandya, I Wayan; Pranata, I Kadek Yudha; Dharmadewi, A.A.Istri Mirah; Wijaya, Made Agus; Dewi, Ni Putu Sri Ratna; Suryawan, I Putu Pasek; Adnyani, I Gusti Ketut; Ardanantya, I Gusti Ayu Mira; Yuda, I Putu Darma; Leonita, A Tiurma Silvia; Herawati, Desak Made Echa
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Abdi Masyarakat Agustus 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v4i2.79

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendukung keberlanjutan ekologis dan ekonomi di Taman Wisata Samblong melalui budidaya lebah Trigona. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan, yang melibatkan Kelompok Sadar Wisata Harmoni Pertiwi Bali. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang budidaya lebah, peningkatan produksi madu hingga 200 ml per sarang dalam panen pertama, serta diversifikasi produk seperti propolis dan bee pollen. Program ini juga berhasil meningkatkan daya tarik wisata melalui inisiatif ekowisata edukatif. Dengan pendekatan ini, keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal dapat terwujud, menjadikan Taman Wisata Samblong sebagai model ekowisata berbasis pemberdayaan masyarakat. Program ini memberikan kontribusi pada literatur pengabdian masyarakat dalam kaitannya dengan pengelolaan sumber daya lokal yang berkelanjutan.   This community service program aims to support ecological and economic sustainability in Samblong Tourism Park through Trigona bee cultivation. The implementation method includes socialization, training, and mentoring, involving the Harmoni Pertiwi Bali Tourism Awareness Group. The results show an increase in community knowledge about bee cultivation, an increase in honey production of up to 200 ml per hive in the first harvest, and product diversification such as propolis and bee pollen. This program has also succeeded in increasing tourist appeal through educational ecotourism initiatives. With this approach, environmental sustainability and the welfare of local communities can be realized, making Samblong Tourism Park a model of community empowerment-based ecotourism. This program contributes to the literature on community service in relation to sustainable local resource management.
PENGENALAN ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT PADA MASYARAKAT DESA SANUR KAJA Dharmadewi, A.A. Istri Mirah; Suryatini, Kadek Yuniari; Wiadnyana, I Gusti Agung Gede
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 3 (2024): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi - December 2024
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbe.v9i3.8029

Abstract

This study was conducted on the people of Sanur Kaja Village who still use medicinal plants as treatment. The purpose of this study was to obtain data on the types of plants and to find out how the people of Sanur Kaja Village process them as traditional medicinal plants and to find out how the people of Sanur Kaja Village process them as traditional medicine. The research used in this study was the Random Sampling method, in determining respondents using the Slovin formula. In this study, interviews were conducted with 50 people in Sanur Kaja Village. The data taken included: types of plants used as medicine, parts used and how to use them. Data analysis in this study was in the form of qualitative descriptive analysis. Based on the results of the study, 15 types of plants were found that could be used as medicine with the dominant plants used as medicine being turmeric, betel, ginger, temulawak and mengkudu. The parts of the plant used as medicine by the people of Sanur Kaja Village are leaves, stems, fruits, rhizomes and tubers. The way of processing plants used as medicine by the people of Sanur Kaja Village is by boiling, burning, chewing, crushing, grating, pounding, heating. Ethnobotany studies in Sanur Kaja Village are the first step to provide traditional knowledge to the village community about plants that are useful as medicine so that they can be passed on to the next generation.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Limbah Organik Cair Berbasis Bio Slurry Dalam Upaya Mengurangi Tingkat Pengangguran Masyarakat Desa Bongkasa Pertiwi Akibat Pandemi Covid-19 A.A.Istri Mirah Dharmadewi; Gede Sidi Artajaya; I.G.A Gede Wiadnyana; I Wayan Suanda
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.398 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v11i2.49110

Abstract

ABSTRAK Desa Bongkasa Pertiwi, Abiansemal, Badung merupakan Desa Bongkasa merupakan desa yang memiliki potensi besar di bidang pertanian dan peternakan. Potensi tersebut diantaranya terdapat limbah bio-slurry atau kotoran ternak yang belum dimanfaatkan secara maksimal dan saluran penampungan limbah belum tertampung dengan baik. Selain itu, potensi di bidang sumber daya manusia Desa Bongkasa dengan kelompok-kelompok yang bergerak di bidang pertanian dan peternakan masih belum maksimal. Masyarakat Desa Bongkasa memiliki minat yang tinggi terhadap kegiatan pemanfaatan limbah ini, akan tetapi minimnya pengetahuan terkait aspek-aspek budidaya menjadi hambatan untuk meningkatkan kualitas hasil produksi Bio-slurry merupakan salah satu limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai alternative pengganti gas LPG namun belum semua masyarakat memanfaatkannya dengan maksimal. Pembuatan limbah ternak ini dan cara mengolah yang mudah dan bernilai jual tinggi menjadi salah satu alasan mengembangan limbah bio-slurry ini dari Desa Bongkasa Pertiwi dengan memanfaatkan warga desa terdampak Covid-19. Melalui Kelompok tani Manik Pertiwi,masyarakat Desa Bongkasa pertiwi telah mengembangkan pengolahan limbah Bio-slurry namun terdapat beberapa kendala sehingga pengelolaannya kurang maksimal. Adapun beberapa metode yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu : sosialisasi, pendampingan dan pelatihan pengolahan limbah bi-slurry, pengadaan alat, membantu menentukan desain kemasan produk dan membantu pemasaran melalui website serta media sosial. Hasil yang didapatkan setelah melakukan kegiatan diantaranya yaitu : Kelompok Tani di Desa bongkasa Pertiwi mengalami peningkatan pengetahuan dalam mengolah limbah bio-slurry dengan baik dan memiliki nilai jual yang tinggi sebesar 85%.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SELF REGULATED LEARNING TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 8 DENPASAR I Wayan Suanda; Kadek Yuniari Suryatini; A.A. Istri Mirah Dharmadewi; Ronaldus Marsi
Widyadari Vol. 26 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : LP3M Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/widyadari.v26i1.4666

Abstract

This study aims to determine the effect of the self regulated learning model on emotional intelligence and biology learning outcomes of class X students of SMA Negeri 8 Denpasar. The population in this study were all class X MIA students of SMA Negeri 8 Denpasar consisting of 7 classes. Sampling used a random sampling technique, where class X MIA 7 was the experimental class and class X MIA 5 was the control class. Emotional intelligence data and student learning outcomes data were obtained using an essay test method and analyzed using a t-test. Based on the analysis of the hypothesis testing of emotional intelligence data and student learning outcomes data with a t-test, a significance figure of 0.00 was obtained with a significance level of 5%. This shows that the examiner's significance figure <the set significance figure (0.00 <0.05) so Ho is rejected and Ha is accepted. Based on the results of the study, it is known that the self regulated learning model affects emotional intelligence and biology learning outcomes of class X students of SMA Negeri 8 Denpasar.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING ALAMI DARI DAUN PANDAN DAN JERUK NIPIS DI BANJAR BATAN POH DESA SANUR KAJA A.A. Istri Mirah Dharmadewi; Ni Ketut Erawati; Ni Luh Gede Widhi Adnyani; Lalu Muhamad Gilang; Ika Andani; Maulira Yunika; Luluk Fauziah; Kartika Lusiana; Raihan Fadhillah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Widya Mahadi Vol. 5 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : LP3M Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/widyamahadi.v5i2.4967

Abstract

This community service activity aims to empower housewives' groups in Banjar Batan Poh, Sanur Kaja, through training in making dish soap made from natural ingredients as an environmentally friendly, safe, and economical alternative. The soap is made from pandanus and lime leaves which are easily available and contain antiseptic and antibacterial compounds. The method used was a participatory approach that included five stages: preparation, socialization, training on making, packaging, and evaluation. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding and skills; 92% understood the importance of environmentally friendly products, 88% were able to recreate them independently, and 80% were interested in making them a business opportunity. This activity not only provides environmental education, but also opens up business opportunities based on local potential and strengthens collaboration between universities and communities in creating sustainable development.
PEMANFAATAN LARVA BLACK SOLDER FLY DALAM WIDYA BIOLOGI PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK BERBASIS SUMBER DI KELURAHAN PEDUNGAN KECAMATAN DENPASAR SELATAN KOTA DENPASAR I Wayan Suanda; Kadek Intan Rusmayanthi; I Wayan Suamandya; A.A.Istri Mirah Dharmadewi
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol. 16 No. 01 (2025): Vol. 16 No. 01 (2025) Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/er25mg87

Abstract

Produksi sampah dihasilkan dari aktivitas masyarakat dari tingkat rumah tanggamengalami peningkatan, sehingga menjadi basis pengelolaan sampah dari tingkat bawah,mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik. Penanganan sampah masih bersifatkonvensional, yaitu dengan mengumpulkan sampah dari rumah tangga kemudian dibuangke tempat pemrosesan sementara (TPS) atau tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST),sehingga penumpukan sampah sebelum diangkut ke tempat pemrosesan akhir (TPA).Penumpukan sampah dapat menyebabkan bau busuk, kotor, sumber penyakit danmenimbulkan menimbulkan dampak negatif dalam kehidupan. Tujuan dari penelitian iniyaitu mengelola sampah secara mandiri melalui inovasi alih teknologi pengelolaan sampahberbasis sumber menjadi lebih bermanfaat dan berkurangnya pengiriman sampah ketempat pemrosesan sementara (TPS). Salah satu inovasi teknologi yang dikembangkanberupa pengelolaan sampah organik dengan memanfaatkan larva black soldier fly dariserangga maggot. Budidaya maggot sangat berpotensi dikembangkan dengan prospekmenggembirakan mengingat sumber pakan berupa sampah organik tersedia sangatmelimpah dan mudah merawatnya. Imago akan bertelur dan menetas meghasilkan larvayang memiliki kemampuan mendegradasi sampah organik dari kulit buah berdaging untuk dikonversi menjadi pupuk organik berupa kasgot. Larva black soldier fly memiliki kandungan protein cukup tinggi dapat diolah menjadi pakan ternak unggas dan pelet untukpakan ikan yang bisa menjadi nilai ekonomi menambah penghasilan.
HOW TO ENHANCE MOTIVATION AND BIOLOGY LEARNING OUTCOMES? Dharmadewi, A.A. Istri Mirah; I Gusti Ayu Rai; Jayantika, I Gusti Agung Ngurah Trisna
Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Vol. 5 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/ijed.v5i3.4189

Abstract

The study aims to determine the effect of inquiry-based learning strategies assisted by presentations and tiered questions on the motivation and biology learning outcomes of 10th-grade students at SMA Negeri 2 Denpasar. This type of research is classified as quasi-experimental with an Non-Equivalent Post-Test-Only Control Group Design. The sample in this study consists of students from class X IPA 7 and class X IPA 5 at SMA N 2 Denpasar, involving a total of 2 classes selected using the random sampling technique. The data obtained is quantitative data in the form of learning motivation scores and biology learning outcomes. Analysis using MANOVA with the help of SPSS 23.0 for Windows. The results of the hypothesis test show the following results: there is an influence of the inquiry learning strategy assisted by presentations and tiered questions on motivation, there is an influence of the inquiry learning strategy assisted by presentations and tiered questions on learning outcomes, there is a simultaneous influence of the inquiry learning strategy assisted by presentations and tiered questions on motivation and biology learning outcomes in the X IPA class at SMA Negeri 2 Denpasar.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KOMUNITAS TULI-DENGAR DI RAYA HONEY SIBETAN BERBASIS SISTEM NYAMA BRAYA Sumandya, I Wayan; Setiawan, Gde Iwan; Dharmadewi, A A Istri Mirah
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 8 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i8.2777

Abstract

The Great Honey Sibetan Deaf-Hearing Community is an inclusive community engaged in honey bee cultivation in Sibetan Village, Karangasem, Bali. This community faces challenges in honey productivity and harvesting technology, as well as limited access to training and mentoring. The Nyama Braya work system, as a local wisdom, has become a strength in building collaboration between deaf and hearing members. Technical and production capacity building remains an urgent need. This activity aims to increase community productivity through training, mentoring, and the application of STEM-based technology. This activity also encourages the replication of an empowerment model based on inclusion and local wisdom. The activity methods include program outreach, training on the installation of STEM-based Trigona bee boxes and harvesting tools, and ongoing mentoring and productivity evaluation. Results of the activity show an increase in the number of bee colonies from 40 to 75. Honey production increased from 30 liters to 54 liters per quarter, and all community members are able to operate modern harvesting equipment effectively. Participant reflections indicate increased self-confidence, collaboration, and social recognition from the surrounding community. This activity effectively increases productivity, independence, and community collaboration through the integration of the STEM approach and Nyama Braya values.
PELATIHAN ECOPRINT MATH TOTEBAG BERBAHAN ALAMI DI BANJAR BATANPOH DESA SANUR KAJA A Istri Mirah Dharmadewi, A; Wayan Sunita, Ni; Kadek Rini Purwati, Ni; G A Trisna Jayantika, I; Krisna Devi, Ainun; Putu Riska Putra Mahajaya, I; Wardani Bao, Krisna; Johan Saputra, P
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 7 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i7.2797-2802

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Banjar Batanpoh, Desa Sanur Kaja, dengan tujuan meningkatkan keterampilan dan kesadaran warga dalam memanfaatkan bahan alami melalui pelatihan pembuatan ecoprint math totebag. Kegiatan mengintegrasikan teknik pewarnaan alami dengan konsep matematika yang dicetak pada media totebag, menghasilkan karya edukatif sekaligus ramah lingkungan. Tahapan kegiatan mencakup penyuluhan, demonstrasi proses ecoprint, serta praktik langsung oleh peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman baru mengenai teknik ecoprint dan penerapan unsur matematika secara kontekstual. Selain itu, pelatihan ini juga membuka peluang untuk pengembangan usaha kreatif berbasis lingkungan. Program ini dinilai efektif dalam mengembangkan potensi lokal serta menumbuhkan sikap peduli terhadap pelestarian lingkungan melalui pendekatan edukatif.
STRATEGI PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI SALAK DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI di DESA SIBETAN Mirah Dharmadewi, A.A. Istri; Widana, I Wayan; Sudana, Ketut
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 10 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i10.3718-3725

Abstract

Desa Sibetan di Kabupaten Karangasem, Bali, merupakan sentra produksi salak gula pasir dengan potensi besar sebagai komoditas unggulan daerah. Namun, petani masih menghadapi tantangan berupa produktivitas yang rendah, serangan hama, keterbatasan sarana pascapanen, serta pemasaran yang masih bergantung pada pengepul. Program pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan potensi Kelompok Tani Sarining Abian Salak melalui penerapan teknologi ramah lingkungan dan penguatan strategi pemasaran digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, implementasi inovasi produksi dan pascapanen, serta evaluasi berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan produksi salak melalui penggunaan bibit unggul, pupuk organik, dan pestisida nabati, serta perbaikan kualitas pascapanen dengan pemanfaatan showcase chiller dan kemasan premium. Digitalisasi pemasaran melalui media sosial dan e-commerce turut memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pendapatan petani. Kontribusi program ini tidak hanya pada peningkatan kesejahteraan petani, tetapi juga pada penguatan literasi digital, kemandirian ekonomi, dan pemanfaatan kearifan lokal sebagai sumber belajar kontekstual dalam bidang pendidikan, khususnya pendidikan biologi dan kewirausahaan.