Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Asuhan Kebidanan Continuity of Care Ny. M Umur 32 Tahun di Puskesmas Kandangserang Kabupaten Pekalongan Umu Salamah; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care is the provision of obstetric care from pregnancy, childbirth, puerperium, neonates to decide to use birth control. This is intended as an effort to help monitor and detect possible possibilities The onset of complications that accompany the mother and baby from the time of pregnancy until the mother uses birth control. Midwifery care methods at Puskesmas Unter iwes Kandangserang Pekalongan and through home visits by providing counseling according to the needs of mothers. The obstetric care given to Mrs.” M” lasts from pregnancy, childbirth, puerperium, neonates to birth control with a frequency of pregnancy visits 2 times, childbirth 1 time, puerperium 4 times, neonates 4 times, and birth control 2 times. On Mrs.” M” the process of pregnancy runs physiologically, there are no problems or complications, even though in TM II the mother has back pain. The entire delivery process took place normally and smoothly without any complications or complications and management has been carried out according to 60 APNs. In obstetric care, the puerperium period is normal and smooth.  In providing obstetric care for birth control, mothers have been given counseling and decided to use suntik KB Continuity of care that has been carried out on Mrs. “M” during pregnancy, childbirth, puerperium, newborns, and family planning obtained examination results within normal limits and no accompanying complications. It is expected that the midwife profession in providing continuous midwifery care (continuity of care) will then always apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care according to midwifery service standards.   Abstrak Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yaitu pemberian asuhan kebidanan sejak kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan KB. Hal  ini  bertujuan  sebagai  upaya  untuk  membantu memantau dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi yang menyertai ibu dan bayi dari masa kehamilan sampai ibu menggunakan KB. Metode asuhan kebidanan di Puskesmas Kandangserang Kabupaten Pekalongan melalui kunjungan rumah dengan memberikan konseling sesuai kebutuhan ibu. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.”M” berlangsung dari masa kehamilan, bersalin, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 2 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali, neonatus 4 kali,serta KB sebanyak 2 kali. Pada Ny.”M” proses kehamilan berjalan dengan fisiologis tidak ada masalah maupun komplikasi walaupun pada TM II ibu mengalami nyeri punggung. Seluruh proses persalinan berlangsung normal dan lancar tanpa ada penyulit atau komplikasi dan penatalaksanaan telah dilakukan sesuai 60 langkah APN. Pada asuhan kebidanan masa nifas normal dan lancar. Dalam memberikan asuhan kebidanan KB ibu telah diberikan konseling dan memutuskan menggunakan KB suntik 3 bulan Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yang telah dilakukan pada Ny. “M” saat hamil, bersalin, masa nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana didapatkan hasil pemeriksaan dalam batas normal dan tidak ada penyulit yang menyertai. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuahan sesuai standar pelayanan kebidanan.
Formalisasi Logika Matematika dalam Historiografi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia: Rekonstruksi Kausalitas dan Dialektika Kedaulatan Nida Khidrimatun Nuril Khoiriyah; Umu Salamah; Nur Wahyuni Annisa; Aryadi Nursantoso
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6739

Abstract

Pembelajaran sejarah di Indonesia masih cenderung menekankan hafalan peristiwa dan tokoh, sehingga pemahaman peserta didik terhadap hubungan sebab-akibat dalam sejarah belum berkembang secara optimal. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan logika matematika sebagai kerangka berpikir dalam merekonstruksi peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis isi terhadap sumber-sumber historiografi yang berkaitan dengan dinamika peristiwa menjelang 17 Agustus 1945. Analisis dilakukan melalui penerapan logika proposisional, dialektika, dan teori himpunan untuk mengkaji hubungan kausalitas antara faktor global, dinamika internal bangsa, serta proses pembentukan kedaulatan negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia merupakan kesimpulan logis dari terpenuhinya beberapa premis utama, yaitu penyerahan Jepang kepada Sekutu, terjadinya kekosongan kekuasaan, dan adanya desakan kuat dari golongan muda. Selain itu, kedaulatan Indonesia pascaproklamasi terbukti bersifat progresif dan berkembang secara bertahap sesuai dengan kriteria Konvensi Montevideo 1933. Integrasi logika matematika dalam pembelajaran sejarah mampu membantu peserta didik memahami peristiwa sejarah secara lebih runtut, rasional, dan kritis, serta relevan dengan pengembangan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
ANALISIS MODEL PSI TERHADAP DISIPLIN DAN KEMANDIRIAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM PEMBELAJARAN PJOK Umu Salamah; Salza Sabilatul Azira; Nia Natasya; Afifah Kurniawati; Danang Isworo Wijayanto
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6948

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran Personalized System of Instruction (PSI) serta pengaruhnya terhadap Sikap disiplin dan kemampuan mandiri peserta didik di jenjang sekolah dasar dalam mengikuti kegiatan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode literature review, yaitu dengan mempelajari dan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti jurnal dan buku yang membahas model PSI dan implementasinya dalam mata pelajaran PJOK di sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan model PSI mampu mendorong berkembangnya sikap disiplin serta kemampuan belajar mandiri pada peserta didik. Melalui pembelajaran berbasis modul dan kemajuan belajar yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa, model PSI melatih siswa untuk mengatur waktu belajar, mematuhi tahapan pembelajaran, serta bertanggung jawab terhadap tugas dan kemajuan belajarnya. Selain itu, penerapan model PSI juga mendorong siswa untuk lebih mandiri, percaya diri, dan aktif dalam mengikuti aktivitas PJOK tanpa ketergantungan berlebihan pada guru. Keberhasilan penggunaan model PSI ditentukan oleh kondisi dari dalam diri peserta didik, seperti dorongan belajar, ketertarikan, dan kemampuan yang dimiliki, serta dukungan dari luar, termasuk kesiapan dan profesionalitas guru dalam pelaksanaannya, kualitas bahan ajar, sarana dan prasarana, serta pengelolaan waktu pembelajaran. Oleh karena itu, model PSI layak dipertimbangkan sebagai salah satu pilihan pendekatan pembelajaran yang efektif dalam menumbuhkan sikap disiplin dan kemandirian peserta didik sekolah dasar pada mata pelajaran PJOK.