Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemikiran Ibnu Sina tentang Pendidikan: Analisis Historis, Konseptual, dan Relevansi Kontemporer Pardian Rivai Hidayatullah; Ita Tryas Nur Rochbani
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 5 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i5.2393

Abstract

Pemikiran Ibnu Sina tentang pendidikan menempati posisi penting dalam khazanah intelektual Islam karena mengintegrasikan rasionalitas, spiritualitas, dan etika dalam satu sistem pemikiran yang utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam konsep pendidikan Ibnu Sina melalui pendekatan historis dan konseptual serta mengeksplorasi relevansinya dalam konteks pendidikan kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan analisis hermeneutik-filosofis terhadap karya-karya utama Ibnu Sina seperti Al-Shifāʼ, Al-Najāt, dan Al-Qānūn fī al-Ṭibb yang dikombinasikan dengan literatur sekunder modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan menurut Ibnu Sina merupakan proses penyempurnaan jiwa (takamul al-nafs) menuju kebahagiaan sejati melalui pengembangan intelektual, moral, dan fisik secara holistik. Ia menolak dikotomi antara ilmu agama dan rasional, menempatkan peran guru sebagai penuntun spiritual, dan menekankan pentingnya kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan peserta didik. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran Ibnu Sina masih relevan dalam membangun paradigma pendidikan Islam modern yang humanistik, integratif, dan berorientasi pada pembentukan karakter serta kesadaran sosial
Pemikiran Pendidikan Al-Ghazali: Antara Etika, Akhlak, dan Pengembangan Karakter Leny Sumarni; Ita Tryas Nur Rochbani
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 5 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i5.2394

Abstract

Krisis moral dan degradasi nilai dalam dunia pendidikan modern menunjukkan perlunya rekonstruksi paradigma pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga menekankan dimensi etika, akhlak, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pemikiran Al-Ghazali tentang pendidikan dalam konteks etika, akhlak, dan pengembangan karakter serta relevansinya terhadap tantangan pendidikan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis karya-karya utama Al-Ghazali seperti Ihya’ Ulum al-Din, Ayyuha al-Walad, dan Mizan al-Amal, serta membandingkannya dengan literatur pendidikan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Ghazali memandang pendidikan sebagai proses penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), pembentukan karakter melalui latihan spiritual (riyadhah al-nafs), serta pengembangan moral melalui pembiasaan nilai-nilai ilahiah. Pemikirannya tetap relevan dalam menghadapi krisis moral abad ke-21 dan dapat menjadi model integratif dalam pengembangan kurikulum berbasis karakter. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya reorientasi pendidikan Islam agar tidak hanya mencetak individu yang cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, berjiwa spiritual, dan bertanggung jawab sosial
Kurikulum dan Metode Pengajaran dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam Ayu Indah Lestari; Ita Tryas Nur Rochbani
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 5 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i5.2436

Abstract

Perkembangan pendidikan Islam di era modern menghadapi tantangan integrasi nilai-nilai wahyu dengan ilmu pengetahuan kontemporer dalam membentuk manusia yang berilmu dan berakhlak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar filosofis yang melandasi pengembangan kurikulum dan metode pengajaran dalam perspektif filsafat pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menelaah karya-karya klasik seperti Ihya’ Ulumuddin karya Al-Ghazali, Kitab al-Shifa karya Ibnu Sina, dan Ara Ahl al-Madinah al-Fadilah karya Al-Farabi, serta teori-teori pendidikan Islam kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Islam menempatkan kurikulum sebagai sarana penyucian jiwa (tazkiyah al-nafs) dan pembentukan insan kamil yang seimbang secara intelektual, moral, dan spiritual. Metode pengajaran dalam perspektif ini tidak hanya bersifat instruksional tetapi juga transformatif, dengan menekankan peran guru sebagai teladan moral dan pembimbing ruhani. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa penguatan fondasi filosofis pendidikan Islam dapat menjadi strategi efektif dalam menghadapi tantangan globalisasi, sekularisasi, dan disrupsi teknologi
Collaborative Management in Enhancing the Quality of Islamic Education Services Zuraidah Abdullah; Rawai, Norshakila Muhamad; Ita Tryas Nur Rochbani
Zabags International Journal of Education Vol. 3 No. 2 (2025): Education
Publisher : CV. Zabags Qu Publish

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61233/zijed.v3i2.29

Abstract

Islamic education plays a vital role in shaping generations with strong character, knowledge, and noble values; however, in the era of globalization and technological advancement, Islamic educational institutions face significant challenges in maintaining and improving service quality. This study aims to analyze the implementation of collaborative management in improving the quality of Islamic education services, focusing on its forms of application, supporting and inhibiting factors, as well as its contribution to educational outcomes. Employing a qualitative case study approach, data were collected through interviews, observations, documentation, and supporting questionnaires, then analyzed using triangulation techniques and thematic coding. The findings indicate that collaborative management is realized through regular consultations, parental involvement, cooperation among teachers, and the active participation of external stakeholders, which collectively enhance academic performance, strengthen character development, and reduce student absenteeism. Key supporting factors include visionary leadership, a culture of consultation, and community support, while challenges consist of limited resources, teachers’ heavy workload, and communication barriers. The study provides a theoretical contribution by integrating Islamic values such as shura (consultation), ukhuwah (brotherhood), and ta’awun (mutual assistance) into the framework of collaborative management, and a practical contribution by offering an adaptive and inclusive participatory management model. These findings are expected to serve as a reference for advancing Islamic educational management theory and policymaking to sustainably improve the quality of educational services.
Ganjaran dan Hukuman Dalam Pendidikan Islam Sonia Novi Rahman; Ita Tryas Nur Rochbani
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 5 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i5.2441

Abstract

Pendidikan Islam menempatkan ganjaran (thawāb) dan hukuman (‘uqūbah) bukan sekadar alat pengendalian perilaku, tetapi sebagai instrumen pembentukan moral dan spiritual peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan makna dan prinsip ganjaran serta hukuman dalam pendidikan Islam, menelusuri dasar normatifnya dalam Al-Qur’an dan hadis, serta menautkannya dengan teori psikologi dan pedagogi modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian pustaka normatif (library research) dengan sumber primer berupa Al-Qur’an, hadis, serta karya ulama klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ganjaran dan hukuman secara seimbang selaras dengan nilai keadilan dan kasih sayang yang diajarkan Islam, serta berkesesuaian dengan teori psikologi modern seperti Self-Determination Theory dan Restorative Discipline. Ganjaran menumbuhkan motivasi intrinsik dan rasa syukur, sedangkan hukuman mendidik melalui kesadaran moral dan refleksi diri. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan Islam yang mengintegrasikan spiritualitas, moralitas, dan psikologi modern akan melahirkan sistem pembelajaran yang manusiawi, berkeadilan, dan berorientasi pada pembentukan insan kamil.