Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio keuangan terhadap kondisi financial distress pada perusahaan sektor pertanian, pertambangan, serta industri dasar dan kimia yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari sepuluh rasio keuangan, yaitu Current Ratio, Quick Ratio, Debt to Equity Ratio (DER), Debt to Asset Ratio (DAR), Return on Equity (ROE), Return on Assets (ROA), Total Assets Turnover, Fixed Assets Turnover, Sales Growth, dan Net Income Growth. Sementara itu, variabel dependen adalah kondisi financial distress perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD) dan situs resmi Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id). Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, sehingga diperoleh 131 perusahaan sebagai sampel penelitian, dengan rincian 42 perusahaan tidak mengalami financial distress dan 14 perusahaan mengalami kondisi tersebut selama periode pengamatan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi logistik biner (binary logistic regression) untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap probabilitas terjadinya financial distress. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, rasio keuangan yang berpengaruh signifikan terhadap kondisi financial distress adalah Debt to Equity Ratio, Debt to Asset Ratio, Return on Equity, dan Return on Assets. Hal ini menunjukkan bahwa struktur permodalan dan tingkat profitabilitas perusahaan memiliki peran penting dalam memprediksi potensi kesulitan keuangan. Sementara itu, rasio lainnya seperti Current Ratio, Quick Ratio, Total Assets Turnover, Fixed Assets Turnover, Sales Growth, dan Net Income Growth tidak berpengaruh signifikan terhadap kondisi financial distress.