Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Teacher Talk Analysis in the Learning Video ”Descriptive Text’’ from MAS PONPES Darul Qur’an Through Sinclair and Coulthard Model Halimahtu Saddiah; Ivana Rasikah Azzahra; Susi Eria Agustina; Yoga Marcell Karosekali
Sintaksis : Publikasi Para ahli Bahasa dan Sastra Inggris Vol. 3 No. 6 (2025): Sintaksis : Publikasi Para ahli Bahasa dan Sastra Inggris
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/sintaksis.v3i6.2307

Abstract

This study aimed to analyze teacher conversations in the “Descriptive Text” learning video from MAS Ponpes Darul Qur'an using Sinclair and Coulthard's discourse model. With a qualitative descriptive design, data were collected through video observation and transcribed to identify exchanges, movements, and actions in classroom interactions. The results show that the Initiation–Response–Follow-up (IRF) structure dominates classroom discourse, with teachers taking most of the initiative through questions, explanations, and directions, while students generally provide brief and limited responses. Teacher follow-ups are mostly evaluative, using praise and confirmation, which helps maintain motivation but does not expand student cooperation. The discussion highlights that while this teacher-centered approach ensures clarity, structure, and regularity, it also limits opportunities for students to provide longer and more creative responses. The study concludes that teacher talk has a dual role: as a facilitator of learning and as an obstacle when it is too dominant. More varied strategies, such as open-ended questions and in-depth feedback, are recommended to create a more interactive and student-centered classroom environment.
Need Analysis on English for Specific Purposes of Computer Network Engineering Students at Vocational High School: Penelitian Bahagia Saragih; Ivana Rasikah Azzahra; Natasya Euodia Br. Ginting; Nurfarah; Rina Trie Syahputri; Zuraima Fitriani Salim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6072

Abstract

Bahasa Inggris untuk Tujuan Khusus (ESP) sangat penting bagi siswa Teknik Jaringan Komputer (CNE) di sekolah menengah kejuruan, namun pengajaran bahasa Inggris saat ini jarang sesuai dengan kebutuhan profesional mereka. Studi ini mengidentifikasi kebutuhan tersebut menggunakan kerangka kerja TSA-PSA-LSA melalui desain sekuensial penjelasan metode campuran. Kuesioner diberikan kepada tujuh siswa CNE di SMK 1 Sei Percut Tuan. Siswa berharap untuk sering menggunakan bahasa Inggris di tempat kerja (rata-rata TSA: 4,14/5), terutama untuk kosakata teknis, perangkat lunak berbahasa Inggris, dan penulisan laporan. Namun, kemampuan mereka saat ini hanya tingkat dasar hingga menengah (rata-rata PSA: 3,07/5), dengan menulis dan berbicara sebagai keterampilan terlemah (keduanya 2,71/5). Sebagian besar pelajaran masih berfokus pada bahasa Inggris umum, dan hanya 28,6% siswa yang menerima konten ESP. Siswa sangat termotivasi (4,14/5) dan lebih menyukai pembelajaran berbasis AI dan praktik langsung. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa siswa CNE membutuhkan kurikulum ESP yang secara langsung mencerminkan tuntutan pekerjaan mereka di masa depan