Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Structure of Classroom Talk: Applying the Sinclair & Coulthard Model in Teaching Descriptive Text Ami Girsang; M. Rafif Zaki Ramadhan; Rina Trie Syahputri; Sandra Sridevi Hutapea; Zuraima Fitriani Salim
Sintaksis : Publikasi Para ahli Bahasa dan Sastra Inggris Vol. 3 No. 6 (2025): Sintaksis : Publikasi Para ahli Bahasa dan Sastra Inggris
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/sintaksis.v3i6.2316

Abstract

This study aims to explore the use of classroom talk in Indonesian EFL classrooms, specifically when teaching descriptive texts. Utilizing Sinclair & Coulthard's (1975) discourse analysis theory, the study focuses on the Initiation-Response-Feedback (IRF) model, which offers a framework for analyzing classroom interactions. By applying this model, classroom discourse can be broken down into a hierarchical structure that includes Exchanges, Moves, and Acts. This structure allows for a detailed examination of teacher-student communication, making its subtle nuances more explicit and accessible for analysis. The IRF model is widely recognized for its applicability and effectiveness in identifying the functional roles of utterances in classroom talk. One key observation from this study is that teacher-led initiation and questioning often dominate the discourse, with students primarily responding to the teacher’s prompts. The study suggests that the implications of the IRF model can help teachers reflect on their communication patterns and improve their teaching methods. By transforming teacher-centered scaffolding into a more student-centered approach, teachers can foster more effective interactions that enhance student engagement and learning. The study also highlights the importance of using the IRF model as a diagnostic tool for improving classroom communication practices and encouraging more dynamic and student-oriented teaching methods.
Need Analysis on English for Specific Purposes of Computer Network Engineering Students at Vocational High School: Penelitian Bahagia Saragih; Ivana Rasikah Azzahra; Natasya Euodia Br. Ginting; Nurfarah; Rina Trie Syahputri; Zuraima Fitriani Salim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6072

Abstract

Bahasa Inggris untuk Tujuan Khusus (ESP) sangat penting bagi siswa Teknik Jaringan Komputer (CNE) di sekolah menengah kejuruan, namun pengajaran bahasa Inggris saat ini jarang sesuai dengan kebutuhan profesional mereka. Studi ini mengidentifikasi kebutuhan tersebut menggunakan kerangka kerja TSA-PSA-LSA melalui desain sekuensial penjelasan metode campuran. Kuesioner diberikan kepada tujuh siswa CNE di SMK 1 Sei Percut Tuan. Siswa berharap untuk sering menggunakan bahasa Inggris di tempat kerja (rata-rata TSA: 4,14/5), terutama untuk kosakata teknis, perangkat lunak berbahasa Inggris, dan penulisan laporan. Namun, kemampuan mereka saat ini hanya tingkat dasar hingga menengah (rata-rata PSA: 3,07/5), dengan menulis dan berbicara sebagai keterampilan terlemah (keduanya 2,71/5). Sebagian besar pelajaran masih berfokus pada bahasa Inggris umum, dan hanya 28,6% siswa yang menerima konten ESP. Siswa sangat termotivasi (4,14/5) dan lebih menyukai pembelajaran berbasis AI dan praktik langsung. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa siswa CNE membutuhkan kurikulum ESP yang secara langsung mencerminkan tuntutan pekerjaan mereka di masa depan