Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Utilizing Children's Literature-Based Ecoprenuership as Learning Content for Financial Literacy in Primary Schools R Bahara, Susan; Sri Ayu; Naniek Jusnita; Manda; Mughira
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 13 No. 2 (2025): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v13i2.5706

Abstract

This research aims to examine the content of financial literacy in language and literature learning and to provide a conceptual and contextual description of the use of children's literature-based ecopreneurship as an effort to improve financial literacy skills from an early age. The implementation of this research involved one elementary school (SD) Negeri 44 Kota Ternate that has implemented several incidental programmes related to the concept of ecoprenuership and financial literacy. The curriculum used is the 2013 curriculum. The method used in this research is through interviews with teachers, students, classroom observations and analysis of language and literature learning content through thematic textbooks. The results of the analysis explained that the content of financial literacy in the concept of ecopreunership contained in thematic textbooks for elementary schools (SD) grade II and V is an effort of educators and the government to provide entrepreneurship-based financial education and the environment to students covering the domains of linguistics, psychology and pedagogics (education science) integrated in the ultimate goal of language learning, namely students have qualified language skills. The information, knowledge and insights on finance and entrepreneurship provided in reading textbooks have a positive impact on attitudes of responsibility, frugal living, innovation, and more accurate, precise and regular planning for the future in organising financial planning.
Efektivitas Program Kampung Keluarga Berkualitas dalam Menekan Laju Pertumbuhan Penduduk Kecamatan Iwoimendaa Kabupaten Kolaka Manda; Mallapiseng, Arafat; Baso, Sudirman
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 3: Desember (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i3.774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskrifsikan tentang Efektivitas Program Kampung Keluarga Berencana Dalam Menekan Laju Pertumbuhan Penduduk Kecamatan Iwoimendaa Kabupaten Kolaka. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Metode kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dan lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Teknik pengumpulan datanya adalah wawancara dengan informan. Teknik analisis data yang digunakan adalah data kualitatif yaitu mendeskripsikan dan menafsirkan data yang diperoleh di lapangan dari informan. Teknik analisis data ini didasarkan pada kemampuan nalar dalam menghubungkan fakta, data dan informasi, sehingga data yang diperoleh akan dianalisis sehingga diharapkan akan muncul gambaran yang dapat mengungkap permasalahan penelitian. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas program kampung keluarga berencana dalam menekan laju pertumbuhan penduduk Kecamatan Iwoimendaa Kabupaten Kolaka belum terlaksana dengan baik hal ini dilihat dari masih banyaknya masyarakat belum memahami tujuan dari pada program Kampung KB. Sasaran dari program Kampung KB yakni masyarakat pus yang aktif ber-KB dan masyarakat yang belum mengikuti program KB. Kegiatan yang dilaksanakan sudah sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Tercapainya Tujuan daripada program KB sudah mampu menurunkan tingkat kelahiran dengan mengurangi jumlah rata-rata anak yang dilahirkan per wanita selama masa repoduksinya, meningkatnya persentase PUS yang menggunakan metode kontrasepsi modern dan aktif. Perubahan Nyata dengan adanya program Kampung KB di Desa Wonualako masyarakat akan lebih sadar untuk mengatur jarak kelahiran anaknya, penggunaan alat kontrasepsi sangat penting agar tidak terjadi peningkatan penduduk yang berlebihan. Alat kontrasepsi yang dimaksud adalah alat kontrasepsi yang digunakan jangka panjang meliputi, IUD, MOP (metode oprasi pria, mow (metode oprasi wanita) dan jenis susuk/implant serta alat kontrasepsi yang digunakan tidak jangka panjang yang meliputi: kondom, suntik dan pil.
Dampak Perubahan Iklim dan Cuaca Ekstrem terhadap Dinamika Penularan Demam Berdarah Dengue: Sebuah Tinjauan Literatur Mulyani; Manda
MEJORA Medical Journal Awatara Vol 3 No 1 (2025): January
Publisher : Awatara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61434/mejora.v3i1.288

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health concern, particularly in tropical and subtropical regions. Climate change and the increasing frequency of extreme weather events, such as flooding and irregular rainfall patterns, play a significant role in influencing dengue transmission dynamics through their effects on mosquito vectors and viral replication. This article aims to narratively review scientific evidence on the relationship between climate change, extreme weather, and dengue transmission. A narrative literature review was conducted using relevant national and international publications retrieved from databases including PubMed, Scopus, Google Scholar, and ScienceDirect, covering the period from 2015 to 2024. The reviewed studies examined the influence of key climatic variables—temperature, rainfall, and humidity—as well as extreme weather events such as flooding on dengue incidence. The findings indicate that increased temperature, variable rainfall, and high humidity are consistently associated with a higher risk of dengue transmission. Flood events were also found to contribute to increased mosquito breeding sites and subsequent rises in dengue cases following flooding periods. These findings highlight the role of climate change in exacerbating dengue risk and emphasize the need for adaptive disease control strategies. Integrating climate information into dengue surveillance and public health policy is essential to strengthen dengue prevention and control in the context of ongoing climate change.