Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Skill Development: Government Officials’ Efforts to Face Bureaucratic Reform in the Digital Economy Era Suyasa, P. Tommy Y. Sumatera; Tumanggor, Raja Oloan; Nurbani, Anna
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamajop.95784

Abstract

To improve performance, the government has made various efforts for a bureaucratic reform. As a result, the state civil apparatus (ASN) or civil servants experience various changes in duties. In changing tasks, there are positive/negative perceptions regarding the new way of completing tasks. This research aimed to find out how ASNs anticipate various changes in these tasks. Changes in tasks can cause job insecurity, which is accompanied by a decrease in job satisfaction. Job insecurity is related to worries about losing valuable aspects work. Meanwhile, job satisfaction is an employee's assessment of various aspects of work. The impact of task changes on job insecurity and job satisfaction is facilitated by skills development. Skills development by ASN includes anticipation by increasing knowledge and abilities. Participants in this research were 258 government agency employees in Jakarta. Based on the test results, it was found that task changes can either increase or decrease job satisfaction. When task changes increase the individual's efforts to develop skills; job satisfaction will ultimately increase. On the other hand, if task changes trigger qualitative job insecurity, then job satisfaction will decrease; especially for individuals with prevention focus.
Gambaran Makna Kerja pada Pekerja Kreatif Digital Rumangkang, Filadelfia; Suyasa, P. Tommy Y. Sumatera
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5685

Abstract

Sektor kreatif digital menempatkan pekerja pada kondisi kerja dengan tenggat waktu ketat, tuntutan multitasking, serta budaya kerja yang selalu aktif. Namun demikian, banyak pekerja kreatif digital tetap melaporkan tingkat pemaknaan kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna kerja pada pekerja kreatif digital dengan menelaah dimensi-dimensinya serta proses pembentukan makna kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 103 pekerja kreatif digital, dengan instrumen Work and Meaning Inventory (WAMI; Steger et al., 2012) dan Tarumanagara Meaning in Life Scale versi adaptasi (TaruMiLS; Suyasa, 2008). Analisis dilakukan secara deskriptif untuk memetakan kecenderungan pemaknaan kerja pada tingkat dimensi, sekaligus memahami sumber makna kerja yang dominan dalam pengalaman kerja sehari-hari. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa, meskipun dihadapkan pada tuntutan kerja yang signifikan, pekerja kreatif digital memersepsikan pekerjaannya sebagai sesuatu yang bermakna secara personal. Makna kerja terutama terbentuk melalui keterlibatan yang konsisten dalam proses kerja kreatif, bukan semata-mata melalui ketiadaan tuntutan atau kondisi kerja yang ideal. Persepsi berbasis proses ini selanjutnya diperkuat oleh penilaian positif terhadap pekerjaan, rasa berkembang, serta pengalaman bahwa aktivitas kreatif yang dijalani memiliki arah dan nilai bagi diri. Selain itu, makna kerja juga berkaitan dengan perasaan berkontribusi melampaui kepentingan pribadi, misalnya ketika karya dianggap bermanfaat bagi orang lain, mendukung tujuan organisasi, atau memberi dampak sosial yang lebih luas. Secara keseluruhan, temuan penelitian menegaskan pentingnya peran proses kreatif dalam mempertahankan makna kerja di tengah tuntutan kerja digital yang tinggi.