Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Pengaruh Frekuensi Pemberian Probiotik Bakteri Asam Laktat (BAL) terhadap Kadar Glukosa Darah dan Pertumbuhan Mutlak Ikan Lele Sistem Budikdamber : Study of the Effect of Frequency of Administration of Lactic Acid Bacteria (LAB) Probiotics on Blood Glucose Levels and Absolute Growth of Catfish in the Budikdamber System Nadiro, Vina Nur; Pratiwi, Rizky Kusma; Masriah, Andi; Rafi, Muhammad; Alieyati, Putri Fauziah; Sabrina, Nur Aini; Romadhona, Muhammad Rizki
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i2.282

Abstract

Budikdamber (budidaya ikan dalam ember) merupakan sistem budidaya terpadu yang mengombinasikan ikan lele (Clarias sp.) dan tanaman kangkung dalam satu wadah, sehingga mendukung efisiensi lahan serta daur ulang nutrien secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh frekuensi pemberian probiotik Bakteri Asam Laktat (BAL) terhadap kadar glukosa darah dan pertumbuhan ikan lele dalam sistem budikdamber. Penelitian dilakukan selama 28 hari dengan empat perlakuan frekuensi pemberian BAL, yaitu kontrol (tanpa BAL), A (setiap 1 hari), B (2 hari sekali), dan C (3 hari sekali), masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar glukosa darah, berat dan panjang mutlak ikan, serta pertumbuhan kangkung. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan C menghasilkan kadar glukosa terendah dan paling stabil pada minggu keempat, menandakan tingkat stres fisiologis ikan yang rendah. Sementara itu, perlakuan B menunjukkan pertumbuhan berat dan panjang ikan lele serta berat kangkung tertinggi, menunjukkan efisiensi pertumbuhan yang optimal. Kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran yang layak untuk budidaya. Dengan demikian, frekuensi pemberian probiotik dua hari sekali (perlakuan B) direkomendasikan untuk optimalisasi pertumbuhan, sedangkan frekuensi tiga hari sekali (perlakuan C) efektif untuk menjaga stabilitas fisiologis ikan.
Pengaruh Metode Aplikasi Bakteri Asam Laktat terhadap Bahan Organik dan Pertumbuhan Ikan Lele Sistem Budikdamber Pratiwi, Rizky Kusma; Nadiro, Vina Nur; Maulidiyah, Vika; Cahya, Muhamad Dwi; Sabrina, Nur Aini; Romadhona, Muhammad Rizki
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i2.337

Abstract

Budidaya ikan dalam ember (budikdamber) merupakan integrasi budidaya ikan dengan tanaman. Masukan pakan dan feses dalam budidaya dapat menurunkan kualitas air. Bakteri asam laktat (BAL) dapat digunakan sebagai probiotik dalam budidaya ikan yang diketahui mampu berperan dalam memperbaiki kualitas air, namun perlu diteliti metode pengaplikasian BAL yang paling optimal untuk menurunkan bahan organik. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh metode pengaplikasian BAL terhadap kadar bahan organik air serta pertumbuhan ikan lele pada sistem budikdamber. Penelitian ini dilaksanakan bulan Mei-Juni 2025 selama 28 hari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen RAL, terdiri dari 3 perlakuan yaitu pengaplikasian BAL melalui pakan (A), pengaplikasian BAL melalui air (B) dan pengaplikasian BAL melalui pakan dan air (C) dan 1 kontrol (K) dengan 3 ulangan. Parameter utama yang diamati adalah bahan organik dan pertumbuhan ikan, serta terdapat parameter pendukung yaitu suhu, pH dan oksigen terlarut. Hasil dari penelitian ini didapatkan kadar bahan organik rata-rata dari masing-masing perlakuan yaitu perlakuan A sebesar 31.3 mg/L, perlakuan B sebesar 28.4 mg/L, perlakuan C sebesar 21.6 mg/L dan perlakuan kontrol sebesar 26.3 mg/L. Pertumbuhan mutlak ikan didapatkan hasil 2.53 (A), 2.92 (B), 3.15 (C) dan 2.42 (K). Pertumbuhan relatif ikan didapatkan hasil 104.11 (A), 120.17 (B), 129.24 (C) dan 98.62 (K), sehingga perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan C (kombinasi pakan dan air). Parameter kualitas air suhu, pH, dan oksigen terlarut (DO) optimal untuk budidaya ikan lele kecuali DO karena < 3 mg/L, tergolong rendah untuk budidaya. Aplikasi bakteri asam laktat (BAL) pada sistem budikdamber terbukti mampu menurunkan kadar bahan organik dan meningkatkan pertumbuhan ikan lele, dengan hasil terbaik pada perlakuan kombinasi melalui pakan dan air. BAL dapat direkomendasikan sebagai strategi sederhana untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan budidaya ikan.
OPTIMALISASI LAHAN TERBATAS MELALUI BUDIDAYA LELE DALAM EMBER (BUDIKDAMBER) DAN KANGKUNG BERKELANJUTAN DI PERUMAHAN PELITA INDAH, KOTA KEDIRI Nadiro, Vina Nur; Pratiwi, Rizky Kusma; Masriah, Andi; Rafi, Mochammad; Alieyati, Putri Fauziah; Sabrina, Nur Aini; Romadhona, Muhammad Rizki
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i1.3493

Abstract

Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan menjadi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah Budidaya Ikan Lele dalam Ember (Budikdamber) yang dikombinasikan dengan tanaman kangkung sebagai bentuk akuaponik sederhana. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Perumahan Pelita Indah, Desa Bandar Kidul, Kota Kediri, bertujuan meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga dengan mengoptimalkan lahan terbatas secara produktif melalui budidaya ikan dalam ember (budikdamber). Metode pelaksanaan meliputi enam tahapan, yaitu identifikasi masalah, persiapan kebutuhan, sosialisasi dan penyuluhan, pelatihan dan demonstrasi, pendampingan dan monitoring, serta evaluasi dan tindak lanjut. Tim pengabdian menyiapkan alat dan bahan berupa galon bekas 6 buah berkapasitas 15 liter/galon, bibit ikan lele ukuran 7-8 cm, benih kangkung serta pakan ikan.  Evaluasi peserta pengabdian dilakukan dengan soal pre-test dan post-test yang mencakup empat parameter, yaitu pengetahuan terhadap budikdamber, pemahaman terhadap budikdamber, ketertarikan terhadap budikdamber, dan analisa kemanfaatan budikdamber. Hasil menunjukkan adanya peningkatan >80% di semua parameter. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang budikdamber serta efektif sebagai model ketahanan pangan keluarga yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.