Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Uji Aktivitas Antioksidan Teh Herbal Biji Durian (Durio zibethinus Murr.) dengan Tambahan Daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) sebagai Pemanis Alami dengan Metode DPPH Andry, Muhammad; Ramadaini, Tiara; Marseli, Cindy; Nurfitriyana, Nurfitriyana; Azzahra, Rafifah; Syahputra, Hafid; Shiyan, Shaum
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 4 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i4.1070

Abstract

Free radicals are an important health concern due to their role in the development of various diseases. Antioxidants, capable of neutralizing free radicals, are abundant in plants such as durian seeds (Durio zibethinus Murr.) and stevia leaves (Stevia rebaudiana Bertoni). Herbal tea formulated from these materials has potential as an alternative functional drink because both contain phenolic compounds with antioxidant activity. This study aimed to evaluate the potential of durian seeds and stevia leaves as herbal tea with antioxidant properties. The research involved sample collection, identification, preparation of simplicia, characterization, formulation of herbal tea, quality testing, and determination of antioxidant activity. The simplicia characteristics of durian seeds and stevia leaves showed water content of 6.16% each, water-soluble extract of 35% and 15.8%, ethanol-soluble extract of 25.5% and 14.6%, total ash of 0.73% and 0.3%, and acid-insoluble ash of 0.5% and 0.26%. Quality testing of the herbal tea showed water content of 2.18%, total ash of 3.90%, water-soluble ash of 73.85%, and acid-insoluble ash of 3.80%. Antioxidant activity based on IC50 values was 68.45 ± 1.32 ppm for durian seed tea, 61.6 ± 1.05 ppm for stevia tea, 39.28 ± 0.98 ppm (1:1), 44.64 ± 1.11 ppm (1:2), and 42.32 ppm ± 1.07 (2:1). These results indicate that combining durian seeds and stevia leaves can enhance antioxidant activity compared to individual extracts. Overall, durian seeds and stevia leaves can be developed into herbal tea formulations with very strong antioxidant activity, as reflected in their ability to reduce DPPH radicals. Radikal
Shallot (Allium ascalonicum): An overview of antidiabetic activity by α-glucosidase inhibition Ramadaini, Tiara; Sumiwi, Sri Adi; Febrina, Ellin
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v12i3.52104

Abstract

Allium ascalonicum (shallot) is a medicinal plant with promising potential in the management of type 2 diabetes mellitus (T2DM). This review summarizes the phytochemical constituents, mechanisms of action, and existing research gaps that warrant further exploration for targeted drug development. A systematic literature search was performed using PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar to identify relevant studies published between 2013 and 2023. Only full-text original research articles in English were included, while reviews and incomplete studies were excluded. The search strategy employed the keywords: “Allium ascalonicum OR shallot AND α-glucosidase.” The findings indicate that A. ascalonicum demonstrates significant antidiabetic activity across in vitro, in vivo, and limited human studies, primarily through inhibition of the α-glucosidase enzyme. This activity is largely attributed to quercetin and other flavonoid compounds, which play an essential role in reducing blood glucose levels and mitigating oxidative stress. Collectively, the evidence highlights the therapeutic potential of A. ascalonicum as a natural α-glucosidase inhibitor. However, further clinical investigations and comprehensive toxicity assessments are required to establish its efficacy and safety as a standardized herbal medicine and future phytopharmaceutical candidate for diabetes management.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PRODUKSI TEMPE SEHAT DI DESA TEBEDAK 2, KABUPATEN OGAN ILIR, SUMATERA SELATAN Tiara Ramadaini; Hermansyah; Susilawati; Laela Mukaromah; Addy Rachmat
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 2 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i2.3644

Abstract

Desa Tebedak 2 kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir  Sumatera Selatan memiliki potensi pengembangan pangan berbasis kedelai, namun pengetahuan masyarakat mengenai gizi serta keterampilan teknis produksi tempe masih terbatas, sehingga desa belum memiliki produsen tempe lokal. Kondisi ini berimplikasi pada rendahnya pemanfaatan tempe sebagai sumber protein nabati dan hilangnya peluang usaha berbasis pangan fermentasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai nilai gizi tempe serta melatih keterampilan teknis pembuatan tempe sehat sebagai langkah menuju kemandirian pangan dan pengembangan UMKM desa. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi proses produksi tempe menggunakan Rhizopus oligosporus, serta praktik mandiri yang diikuti evaluasi melalui pre–test, post–test, dan kuesioner kepuasan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 33,68% dan penilaian sangat baik dari mayoritas responden (39 dari 43 responden menyatakan materi “baik sekali”). Produk tempe hasil praktik menunjukkan warna putih merata, tekstur padat, dan aroma khas fermentasi, menandakan keberhasilan transfer keterampilan. Peserta menilai kegiatan relevan, aplikatif, dan bermanfaat untuk membuka peluang usaha baru. Dukungan perangkat desa menguatkan rencana pembentukan kelompok usaha “Tempe Sehat Tebedak”. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta memberikan dasar bagi pengembangan ekonomi berbasis pangan lokal.
Aktivitas Antioksidan dan Antiinflamasi Sungkai (Peronema canescens Jack) dalam Perspektif Gastroproteksi: Kajian Pustaka Tiara Ramadaini; Cindy Marseli; Rafifah Azzahra; Nurfitriyana; Muhammad Andry
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v11i1.180

Abstract

Ulkus peptikum masih menjadi masalah kesehatan saluran cerna karena berkaitan dengan kerusakan mukosa lambung yang dipengaruhi oleh asam lambung, infeksi Helicobacter pylori, obat antiinflamasi nonsteroid, stres oksidatif, dan inflamasi. Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap bahan alam sebagai pendukung gastroproteksi kembali meningkat karena terapi konvensional tetap memiliki keterbatasan, terutama pada penggunaan jangka panjang. Salah satu tanaman yang menarik untuk dikaji adalah sungkai (Peronema canescens Jack), yang secara tradisional telah digunakan masyarakat untuk berbagai keluhan kesehatan dan diketahui mengandung beragam metabolit sekunder. Artikel ini bertujuan menelaah aktivitas antioksidan dan antiinflamasi sungkai serta kaitannya dengan potensi gastroproteksi. Kajian disusun melalui penelusuran literatur dari artikel ilmiah dan dokumen resmi terbitan 2016–2026 yang diperoleh dari Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, Scopus, dan sumber terbuka lain yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sungkai memiliki kandungan flavonoid, fenolik, alkaloid, saponin, tanin, steroid, dan terpenoid yang berhubungan dengan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Kedua aktivitas ini secara biologis mendukung dugaan peran sungkai dalam melindungi mukosa lambung. Namun, bukti gastroprotektif langsung masih terbatas dan data toksisitas belum sepenuhnya konsisten. Dengan demikian, sungkai berpotensi dikembangkan sebagai kandidat bahan alam pendukung gastroproteksi, tetapi masih memerlukan pembuktian praklinik yang lebih kuat dan terstandar.