Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Usaha Pengolahan Garam idayati, wiwik; Tomy Afandi; Isniyatin Faizah; Aufi Imaduddin; Mir'atul Firdausi
PARTISIPATORY Vol 4 No 2 (2025): PARTICIPATORY: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM IAI TABAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/participatory.v4i2.4202

Abstract

Penelitian ini membahas pemberdayaan masyarakat melalui usaha pengolahan garam di Desa Pliwetan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, yang dikenal sebagai salah satu sentra garam dengan kualitas baik di pesisir utara Jawa Timur. Meskipun memiliki potensi besar, masyarakat sebelumnya menghadapi kendala berupa fluktuasi pendapatan, keterbatasan modal, akses distribusi, serta kurangnya inovasi dalam pengolahan dan pemasaran produk. Melalui program pemberdayaan, masyarakat difasilitasi dalam pelatihan teknis pengemasan, strategi pemasaran, dan penguatan kelembagaan usaha. Pendekatan ini mendorong perubahan peran warga dari sekadar pemasok bahan mentah menjadi produsen mandiri yang mampu meningkatkan nilai tambah produk garam, memperluas jaringan pemasaran, serta memperkuat identitas lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya berdampak pada peningkatan keterampilan teknis dan ekonomi, tetapi juga memperkuat partisipasi sosial, kelembagaan lokal, serta strategi keberlanjutan melalui diversifikasi produk, kemitraan, dan edukasi lingkungan. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, akademisi, dan pemerintah untuk mewujudkan kemandirian ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Pelatihan Pembuatan Jadwal Imsakiyah Berbasis Waktu Salat Lokal Isniyatin Faizah; Fashi Hatul Lisaniyah; Rinwanto; Ihda Shofiyatun Nisa’; Ziana Dhurrotul Ainiyah; Wafiq Habibah
Ngabekti: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Ngabekti: Edisi Desember 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/hssmdt26

Abstract

Abstract The determination of prayer times (salat) and Imsakiyah (the schedule for fasting, especially the pre-dawn meal cutoff time) plays a crucial role in the worship practices of Muslims, particularly during the month of Ramadan. However, variations in calculation methods and locational references often lead to inaccuracies in the Imsakiyah schedule, which can disrupt worship. This research aims to enhance the understanding and skills of students from the Student Da'wah Institute (LDM) in compiling local prayer time-based Imsakiyah schedules through digital technology-based training. Using a participatory method with an educational and practical hisab (astronomical calculation) approach. The results showed a significant increase in participant understanding (from 20% to 85%) and the ability to compile the Imsakiyah schedule with 90% accuracy. This approach proved effective in empowering students to produce schedules that conform to local geographical conditions, thereby supporting the quality of worship and utilizing digital technology for community empowerment. Keywords: Training, Imsakiyah Schedule, Local Prayer Times. Abstrak Penentuan waktu salat dan Imsakiyah (jadwal puasa, khususnya batas waktu sahur) memegang peranan penting dalam praktik ibadah umat Islam, terutama pada bulan Ramadan. Namun, perbedaan metode perhitungan dan acuan lokasi sering kali menyebabkan ketidakakuratan dalam jadwal Imsakiyah, yang dapat mengganggu pelaksanaan ibadah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa Lembaga Dakwah Mahasiswa (LDM) dalam menyusun jadwal Imsakiyah berbasis waktu salat lokal melalui pelatihan berbasis teknologi digital. Penelitian ini menggunakan metode partisipatif dengan pendekatan edukatif dan praktis hisab (perhitungan astronomis). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta (dari 20% menjadi 85%) serta kemampuan menyusun jadwal Imsakiyah dengan tingkat akurasi mencapai 90%. Pendekatan ini terbukti efektif dalam memberdayakan mahasiswa untuk menghasilkan jadwal yang sesuai dengan kondisi geografis lokal, sehingga mendukung kualitas ibadah serta pemanfaatan teknologi digital untuk pemberdayaan masyarakat. Kata Kunci: Pelatihan, Jadwal Imsakiyah, Waktu Salat Lokal.