Gangguan kardiovaskular merupakan penyebab kematian paling umum pada penderita diabetes. Obat oral seringkali menimbulkan efek samping, sehingga tanaman obat digunakan karena biasanya memiliki risiko lebih rendah, salah satunya adalah tanaman rambusa (Passiflora foetida L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Ekstrak Etanol Daun Rambusa (EEDR) terhadap perbaikan kerusakan sel pada jantung tikus setelah diinduksi aloksan 120 mg/kgBB. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 kelompok dan 5 kali ulangan. Kelompok P1 (kontrol normal), kelompok P2 (kontrol negatif/aloksan 120 mg/kg BB), kelompok P3 (aloksan 120 mg/kg BB + metformin 45 mg/kg BB), kelompok P4 (aloksan 120 mg/kg BB + EEDR 100 mg/kg BB), kelompok P5 (aloksan 120 mg/kg BB + EEDR 200 mg/kg BB), dan kelompok P6 (aloksan 120 mg/kg BB + EEDR 400 mg/kg BB). Data skor jantung dianalisis menggunakan ANOVA Satu Arah dan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun rambusa berpengaruh nyata terhadap histopatologi jantung tikus. Perbaikan kerusakan jantung yang paling efektif ditemukan pada kelompok P6 dengan dosis 400 mg/kg BB karena menunjukkan penurunan nekrosis sel miosit sebesar 14% dari seluruh sel yang diamati dan sama dengan kelompok P3. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian ekstrak etanol daun rambusa dengan dosis 400 mg/kg BB dapat memberikan efek kardioprotektif, ditandai dengan penurunan jumlah nekrosis sel miosit yang mendekati kelompok kontrol normal.