Iren Kurnia Nadapdap
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Miskonsepsi Pada Materi Operasi Bilangan Bulat dan Pecahan pada Buku Pembelajaran Matematika Iren Kurnia Nadapdap; Aloi Hasugian; Maria Florentina Togatorop; Aghniya Rahmi; Wingston Leonard Sihombing
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis miskonsepsi yang terdapat pada buku ajar matematika terkait materi operasi bilangan bulat. Buku ajar memiliki peranan penting sebagai sumber utama belajar siswa, sehingga kejelasan konsep yang disajikan menjadi faktor krusial dalam membangun pemahaman matematika. Namun, hasil telaah menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa penyajian materi yang berpotensi menimbulkan miskonsepsi, khususnya pada penjelasan operasi pengurangan bilangan bulat yang melibatkan tanda negatif, serta pada representasi perkalian dan pembagian bilangan bulat. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) dengan menelaah beberapa buku ajar matematika tingkat sekolah menengah pertama. Data dianalisis berdasarkan indikator miskonsepsi yang umum terjadi pada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi pada buku ajar muncul dalam bentuk penyajian contoh soal yang tidak konsisten, penggunaan ilustrasi yang membingungkan, serta penekanan yang berlebihan pada prosedural tanpa mengaitkan makna konsep. Temuan ini mengindikasikan perlunya perbaikan dalam penyusunan buku ajar, khususnya dengan menambahkan representasi visual, konteks nyata, dan penjelasan konseptual yang lebih komprehensif agar siswa dapat memahami operasi bilangan bulat secara benar dan bermakna.
ANALISIS KRITIS BUKU CLP-3 MULTIVARIABLE CALCULUS: KEKUATAN PEDAGOGIS, KESALAHAN KONSEPTUAL, DAN IMPLIKASI BAGI PEMBELAJARAN KALKULUS MULTIVARIABEL Suwanto; Samuel Tappin Martua Sitorus; Iren Kurnia Nadapdap; Sergi Br Sembiring; Ester Fransiska Nababan; Mukhtar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36905

Abstract

Artikel ini menyajikan analisis kritis terhadap buku CLP-3 Multivariable Calculus karya Feldman, Rechnitzer, dan Yeager dengan fokus pada kekuatan pedagogis, potensi kesalahan konseptual, dan implikasinya bagi pembelajaran Kalkulus Multivariabel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen, dengan menelaah secara sistematis struktur bab, alur penyajian materi, representasi konsep kunci (limit multivariabel, turunan parsial, gradien, optimasi, dan integral lipat), serta konsistensi notasi dan ketepatan rumus. Analisis dilengkapi dengan perbandingan terhadap beberapa buku dan sumber kalkulus multivariabel lain yang diakui secara luas.Hasil kajian menunjukkan bahwa CLP-3 Multivariable Calculus memiliki sejumlah kekuatan utama, antara lain struktur materi yang runtut, keterkaitan yang kuat dengan kalkulus satu variabel melalui strategi daur ulang konsep, penggunaan visualisasi geometris dan alat bantu prosedural (misalnya tree diagrams untuk Chain Rule), serta kelimpahan latihan yang disertai petunjuk dan solusi. Di sisi lain, ditemukan beberapa kelemahan, seperti status buku yang masih bersifat work in progress, ketergantungan pada seri CLP sebelumnya, penempatan konsep penting (misalnya Jacobian dalam koordinat umum) sebagai materi opsional, serta sejumlah ketidaktepatan notasi, rumus, dan penulisan yang berpotensi menimbulkan miskonsepsi. Implikasi dari temuan tersebut adalah bahwa CLP-3 Multivariable Calculus tetap layak digunakan sebagai buku ajar utama pada mata kuliah Kalkulus Multivariabel yang berorientasi pada pemahaman konseptual dan pembuktian, dengan syarat penggunaannya disertai klarifikasi konsep oleh dosen, pemanfaatan lembar errata, serta integrasi dengan bahan pendamping yang menyesuaikan konteks mahasiswa. Selain itu, analisis ini menegaskan pentingnya peninjauan kritis terhadap buku teks matematika sebelum dan selama digunakan dalam proses pembelajaran.
Analisis Kritis Kesalahan Kognitif Mahasiswa Semester II Jurusan Matematika UNIMED dalam Pemecahan Masalah Geometri Berbasis Etnomatematika melalui Representasi Rumah Adat Indonesia Hiyoshi Friyona Silalahi; Adam Rafli; Iren Kurnia Nadapdap; Sergi Br Sembiring; KMA Fauzi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47281

Abstract

This study aims to describe and analyze the cognitive errors of second-semester students in solving geometry problems based on ethnomathematics through the representation of Indonesian traditional houses. This research employed a descriptive qualitative approach involving 20 students as respondents. Data were collected through a questionnaire consisting of five descriptive geometry problems designed within an ethnomathematics context and documented via Google Drive. The data, in the form of students’ written responses, were analyzed by identifying errors in each problem. The results indicate that students made errors in identifying geometric shapes, understanding and interpreting problem statements, reading information accurately, performing rounding procedures, and distinguishing between plane and solid figures. From all respondents, five students were selected for in-depth analysis based on the variation of errors. The findings show that these errors are not only procedural but also related to conceptual understanding and visual interpretation. Therefore, more contextual learning with an emphasis on conceptual understanding is needed to minimize students’ cognitive errors.