Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementation of total quality management (TQM) to reduce patient complaints in hospitals: literature review Habibah, Zahrotul; Hidayat, Dimas Firman; Veranita, Mira; Saragih, Godfriend EY; Flindy, Samuel; Bidani, Gusti Ayu Sri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i7.16118

Abstract

ABSTRAK : IMPLEMENTASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) UNTUK MENGURANGI KELUHAN PASIEN DI RUMAH SAKIT: LITERATURE REVIEW   Latar Belakang : Kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit sangat berpengaruh terhadap kepuasan pasien, yang semakin meningkat dengan ekspektasi masyarakat modern. Total Quality Management (TQM) adalah pendekatan sistematis yang diterapkan untuk meningkatkan kualitas secara menyeluruh di berbagai sektor, termasuk kesehatan. Implementasi TQM melibatkan seluruh anggota organisasi rumah sakit dengan fokus pada peningkatan proses, produk, dan layanan kepada pasien. Penurunan komplain pasien menjadi indikator penting keberhasilan TQM, dengan upaya seperti perbaikan proses pendaftaran dan peningkatan komunikasi staf medis-pasien berpotensi mengurangi keluhan.Tujuan: untuk melakukan tinjauan literatur tentang implementasi Total Quality Management (TQM) di rumah sakit dan menganalisis dampaknya terhadap penurunan komplain pasien.Metode : Penelitian ini menggunakan metode literature review untuk mengeksplorasi pengaruh implementasi Total Quality Management (TQM) terhadap komplain di rumah sakit.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Total Quality Management (TQM) di rumah sakit secara signifikan mengurangi jumlah komplain pasien. Berbagai strategi TQM seperti perbaikan proses pendaftaran, peningkatan kecepatan dan akurasi diagnosis, serta pelatihan staf dalam keterampilan komunikasi telah terbukti efektif. Studi juga menyoroti pentingnya evaluasi dan analisis komplain pasien sebagai sarana untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan dan meningkatkan kepuasan pasien secara keseluruhan. Kesimpulan : Implementasi Total Quality Management (TQM) di rumah sakit terbukti efektif dalam menurunkan komplain pasien dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Pentingnya keterlibatan seluruh anggota organisasi, fokus pada kepuasan pelanggan, dan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan membentuk lingkungan pelayanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan pasien..Saran : meningkatkan implementasi TQM meliputi komitmen manajemen yang kuat, pelatihan staf, evaluasi rutin, dan budaya inovasi untuk memastikan kualitas layanan yang optimal. Kata kunci : Total Quality Management (TQM), komplain, rumah sakit, kepuasan pasien. ABSTRACT Background. The quality of healthcare services in hospitals significantly influences patient satisfaction, which is increasingly heightened by modern societal expectations. Total Quality Management (TQM) is a systematic approach applied to enhance overall quality across various sectors, including healthcare. TQM implementation involves engaging all hospital organizational members with a focus on improving processes, products, and patient services. Reduction in patient complaints serves as a crucial indicator of TQM success, with efforts such as improving registration processes and enhancing communication between medical staff and patients potentially reducing grievances.Objective: To conduct a literature review on the implementation of Total Quality Management (TQM) in hospitals and analyze its impact on reducing patient complaints.Methods: This study employed a literature review method to explore the influence of Total Quality Management (TQM) implementation on complaints in hospitals.Results: Findings indicate that TQM implementation in hospitals significantly reduces the number of patient complaints. Various TQM strategies such as improving registration processes, enhancing speed and accuracy of diagnoses, and training staff in communication skills have proven effective. The studies also underscore the importance of evaluating and analyzing patient complaints as a means to continually improve healthcare service quality and enhance overall patient satisfaction.Conclusion: Implementation of Total Quality Management (TQM) in hospitals has proven effective in reducing patient complaints and enhancing customer satisfaction. The importance of engaging all organizational members, focusing on customer satisfaction, and continuously improving service quality shapes a healthcare environment more responsive to patient needs.Suggestion: Enhancing TQM implementation includes strong management commitment, regular staff training, routine evaluations, and fostering an innovative culture to ensure optimal service quality. Keywords: Total Quality Management (TQM), complaints, hospitals, patient satisfaction.
Prevalence And Pattern Sensitivity Multidrug Antibiotics Resistant Pseudomonas aeruginosa in the High Care Unit at Dr. Soetomo General Academic Hospital Period 2022-2023 Kusumawati, Ratna; Koendhori, Eko Budi; Mertaniasih, Ni Made; Ikhwani, Irfan Arif; Hidayat, Dimas Firman; Levani, Yelvi; Paramitha, Ayu Lidya
Qanun Medika - Jurnal Kedokteran FK UMSurabaya Vol 8 No 02 (2024): Qanun Medika Vol 08 No 02 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jqm.v8i02.22152

Abstract

The prevalence of Multidrug antibiotic-resistant Pseudomonas aeruginosa (MDRPA) has been increasing during the decade And has become attention in hospital patients. This retrospective descriptive descriptive aimed to determine the prevalence of MDRPA and its sensitivity patterns. Data were taken from results of bacterial culture and antibiotic resistance tests from various clinical specimens from patients at Dr. Soetomo General Academic Hospital throughout 2022-2023. The resistance test was carried out using a Vitek 2 compact instrument. MDRPA is defined as Pseudomonas aeruginosa that is not sensitive to three or more of the following classes of antibiotics: meropenem or imipenem, ciprofloxacin, gentamicin or amikacin, ceftazidime or cefepime, and piperacillin/ tazobactam. The prevalence of MDRPA was 57.0%. MDRPA isolates were also the most common origin from the burn unit and HCU A (high care unit A), mostly from pus specimens and sputum. Pseudomonas aeruginosa sensitivity was best with piperacillin/tazobactam (55.5%), meropenem (54.8%), amikacin (47.5%), gentamicin (46.5%), cefepime (46.3%), ceftazidime (45.0%), ciprofloxacin (44.7%) and aztreonam (43.2%). The sensitivity of MDRPA to antibiotics is much lower than that of Pseudomonas aeruginosa. This study showed high number of MDRPA specifically in Surabaya and the pattern sensitivity of Pseudomonas aeruginosa can become guidelines in choosing antibiotics treatment for patients.
Strategi Manajemen Perubahan untuk Meningkatkan Championing Behavior pada Implementasi Rekam Medis Elektronik Hidayat, Dimas Firman; Pertiwi, Arlette Suzy Puspa; Santoso, Budi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i2.10267

Abstract

Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di rumah sakit tipe D kerap menghadapi tantangan yang tidak semata-mata bersifat teknis, melainkan berkaitan dengan kesiapan dan perilaku sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi manajemen perubahan berbasis Model Kotter dalam mendorong championing behavior karyawan pada implementasi RME di Rumah Sakit Islam (RSI) Yatofa, Lombok Tengah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi RME di RSI Yatofa secara alami mengikuti tahapan Model Kotter, khususnya dalam membangun rasa urgensi, membentuk koalisi pemandu, dan menciptakan keberhasilan awal. Strategi paling efektif dalam menumbuhkan championing behavior adalah pemberdayaan mentor sejawat (peer mentors) melalui pendampingan berkelanjutan dan melibatkan pemimpin informal yang mampu menjembatani visi manajemen dengan praktik operasional sehari-hari. Championing behavior berkembang melalui interaksi saling menguatkan antara motivasi intrinsik, dukungan organisasi melalui kepemimpinan dan komunikasi efektif, dukungan sosial dari mentor sejawat, dan pengalaman keberhasilan awal yang nyata dalam penggunaan sistem. Temuan penting adalah munculnya fenomena resiliensi kolektif, di mana keterbatasan teknis tidak menjadi hambatan utama, tetapi justru memperkuat kolaborasi tim dalam mencari solusi bersama. Penelitian menyimpulkan bahwa pendekatan manajemen perubahan berpusat pada manusia, berbasis dukungan sosial, dan penciptaan pengalaman keberhasilan bersama memiliki peran lebih krusial dibandingkan infrastruktur teknis semata dalam konteks rumah sakit dengan keterbatasan sumber daya.