Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Penanganan Stunting di Kelurahan Marang Bawah, Palangka Raya: Sulistyowati, Sulistyowati; Alfisah, Alfisah; Ridha, Muhamad Rasyid; Rezki, Fitria Ayu Indah Tri; Jakariya, Jakariya; Rafikah, Husna; Syafitri, Aulia Azzahra Nur; Mursyida, Aisyah Nurhalisha; Hamidah, Aulia Nida; Hasanah, Hasanah
Solidaritas: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2023): Solidaritas: Jurnal Pengabdian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/sjp.v3i2.9647

Abstract

Sebagai kelurahan yang bergelar Marang Tatau sebagai kelurahan penghasil perkebunan dan Marang Berezeki sebagai kelurahan penghasil ternak tidak cukup untuk menjamin masyarakat Marang selamat dari ancaman stunting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab dan risiko terjadinya stunting di masyarakat Marang Bawah. Metodepenelitian melibatkan pengamatan langsung dan wawancara kalangan dengan pihak terkait. Data yang terkumpul mencakup data primer dan sekunder. Penulisan ini didasarkan pada tinjauan literatur dari berbagai sumber, terutama diakses melalui mesin pencari Google Scholar. Sumber-sumber yang dicari utamanya berasal dari lima tahun terakhir dan berfokus pada riset yang telah dilakukan pada populasi yang relevan. Hasil identifikasi dan tinjauan terhadap sumber-sumber tersebut mengindikasikan adanya sejumlah faktor risiko terkait stunting di Kelurahan Marang Bawah. Hasil analisiskemudian dijelaskan secara deskriptif. Berdasarkan temuan penelitian, ada penurunan kasus stunting di Kelurahan Marang pada tahun 2023. Namun demikian, masih terdapat jumlah anak-anak yang mengalami masalah gizi buruk atau kurang gizi di kelurahan ini.
Recognition of Customary Law in the Perspective of Legal Politics: A Study of Weak Legal Pluralism in Dayak Society Mursyida, Aisyah Nurhalisha; Sukti, Surya; Mustar, Mustar
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 6 No. 4 (2026): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v6i4.3200

Abstract

This study examines the relationship between legal pluralism and legal politics in the recognition of customary law in Indonesia, which remains conditional in practice. The background of this research lies in the diversity of legal systems in Indonesia that creates legal pluralism, while the state continues to exercise control through its legal policies. The novelty of this study is reflected in its critical analysis of the ambiguity of customary law recognition, particularly through the concept of weak legal pluralism as observed in the practices of Dayak indigenous communities in Kalimantan. This research employs a normative legal method using statutory and conceptual approaches. The findings reveal that although Article 18B paragraph (2) of the 1945 Constitution constitutionally recognizes indigenous peoples, such recognition is limited by the conditions “as long as they still exist” and “in accordance with the principles of the Unitary State of the Republic of Indonesia,” which position customary law as subordinate to state law. In practice, customary law continues to function in dispute resolution but requires formal validation from the state. Therefore, a reorientation of legal politics is needed to ensure that the recognition of customary law is not merely formal but also substantive, providing greater autonomy to indigenous communities.