Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Teknik Latihan Asertif dalam Mengatasi Siswa Pasif pada Pembelajaran Matematika di SMA Magfirah, Irma; Loilatu, Siti Hajar; Souwakil, Hajija
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 2 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i2.619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepasifan siswa SMA negeri yang telah diatasi melalui implementasi teknik latihan asertif. Dengan menggunakan tiga tahapan terapi, yaitu; role playing, modeling dan social reward & coacing, dimana tiga siswa yang menjadi subjek penelitian dari 19 siswa kelas XI MIA, di SMA Negeri 12 Buru. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif dikarenakan peneliti ingin mendapatkan sesuatu yang objektif dengan mendapat sumber langsung dari siswa dan guru matematika melalui teknik pengumpulan data. Dari hasil penelitian ditemukan Pengimplementasian teknik latihan asertif dalam mengatasi siswa pasif pada pembelajaran matematika di SMA Negeri 12 Buru kelas XI MIA. Ini dilakukan tiga tahapan latihan asertif, dari ketiga siswa yakni siswa SH / S1, siswa DA / S2, dan siswa SU / S3 yang telah peneliti tangani kasusnya, dalam mengimplementasikan role playing peneliti melihat walau ketiga subjek masih malu, grogi dan ada yang tidak percaya diri dalam perannya namun ada kemajuan dimana siswa bisa menampilkan perannya masing-masing. Untuk pengimplementasian modeling siswa ada peningkatan dari role playing siswa bukan sekedar menampilkan diri namun juga bisa mengukapkan apa yang ingin siswa sampaikan dan sudah berkurangnya rasa malu siswa. Dan untuk pengimplementasian social reward & coaching siswa bisa meyampaikan dengan baik apa yang siswa rasakan tanpa malu sedikitpun dan juga siswa terlihat senang saat mendapatkan penghargaan. Dengan ini dapat terlihat adanya perbuhan siswa menjadi lebih berani di setiap pengimplementasian tahapan latihan asertif dari sebelum mengimplementasikan teknik latihan asertif dalam mengatasi siswa pasif pada pembelajaran matematika di SMA Negeri 12 Buru kelas XI MIA. Para siswa ini terlihat cukup berhasil mengatasi kepasifannya pada pembelajaran matematika.
THE STUDENTS PERCEPTION OF GOOGLE FORM AS AN ASSESSMENT TOOL IN LISTENING INTEPRETATIVE COURSES Souwakil, Hajija; Wardani Dwi Wihastyanang; Sa'diyah, Cinta Nayla; Rahma, Ayusti Fitri Auliya
JEELL (Journal of English Education, Linguistics and Literature) Vol. 13 No. 1 (2026): JEELL Volume 13 Number 1 February 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/jeell.v13i1.137

Abstract

The transition to online learning during the global pandemic necessitated a rapid shift toward digital evaluation tools within higher education. This study explores students' perceptions of Google Forms as an assessment tool in the Listening Interpretative Course at the English Department of Universitas PGRI Jombang. This study employed a qualitative descriptive methodology. Data were collected through a combination of closed-ended questionnaires and semi-structured interviews with students who utilized Google Forms for their listening assessments. The data were analyzed using the interactive model by Miles, Huberman, and SaldaƱa, involving data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that students generally hold a positive perception of Google Forms, citing its user-friendly interface, accessibility via mobile devices, and the efficiency of instant feedback as primary benefits. However, negative perceptions emerged primarily due to environmental factors, such as unstable internet connectivity and audio synchronization issues, which triggered frustration and temporary rejection of the tool. The study concludes that while Google Forms is an effective instrument for digital evaluation, its success in a listening context depends heavily on stable infrastructure and the maintenance of human-to-human instructional support to mitigate technology-induced anxiety.