Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Penilaian Pembelajaran PAI Berbasis Learning Analyties, IBM Watson Education, Adaptive Learning AI:: Motivasi dan Konsekuensi di MTs Mambaul Hikam Sofa, Ainul Rofiq; Firdausiyah, Jannatul; Putri, Indra Dwi Irmawati Setiawan; Romli, M.; Bukhori, Moh. Imam; Syamsuddin, Syamsuddin
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i2.2279

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pemanfaatan teknologi Learning Analytics dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam asesmen pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di MTs Mambaul Hikam. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus, Dengan mengumpulkan data melalui wawancara,observasi dan dukumentasi. penelitian ini menganalisis efektivitas platform seperti Edmodo, Moodle, Canvas AI, IBM Watson Education, serta Adaptive Learning AI (Knewton, Smart Sparrow) dalam meningkatkan kualitas penilaian dan motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi Learning Analytics membantu pemetaan kompetensi siswa serta memberikan umpan balik real-time yang lebih akurat. Implementasi Adaptive Learning AI juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Namun, ditemukan beberapa tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur, kurangnya pelatihan guru, serta kesulitan dalam mengintegrasikan aspek afektif dan spiritual dalam sistem penilaian berbasis AI. Oleh karena itu, strategi peningkatan efektivitas AI dalam asesmen PAI meliputi penguatan infrastruktur teknologi, pelatihan guru secara berkala, kombinasi asesmen AI dan humanis, serta pengembangan AI yang berbasis nilai keislaman. Dengan demikian, pemanfaatan Learning Analytics dan AI diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam inovasi asesmen PAI yang lebih adaptif dan holistik.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Metode Pendekatan ABCD (Asset Based Community Development) Memproduksi Permen Jelly Dari Buah Pepaya di Desa Pesawahan Kecamatan Tiris Izzah, Inayah Robbil; Putri, Indra Dwi Irmawati Setiawan; Amalia, Rizqy; Ghafur, Abd
Najah: Journal of Research and Community Service Vol. 3 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Kalam Nusantara Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pepaya California merupakan hasil pemuliaan yang dilakukan oleh Pusat kajian Buah Tropika (PKBT)-IPB yang disebut IPB – 9. Pepaya California memiliki keunggulan antara lain, buahnya kecil dengan ukuran antara 0,8 – 2 kg/buah, halus dan mengkilat, buah matangnya berwarna kuning, rasanya manis, dan daging buahnya kenyal, sehingga buah pepaya ini sangat cocok diolah menjadi permen jelly. Pada PKM ini buah pepaya menjadi bahan baku utama dalam memproduksi permen jelly dengan menggunakan pewarna alami yaitu buah naga dan daun pandan. Tujuan PKM ini untuk meminimalisir kerugian yang diakibatkan oleh kerusakan hasil panen perkebunan buah pepaya yang dikelola oleh masyarakat pesawahan. Rancangan PKM ini dilakukan dengan melakukan observasi ke ladang perkebunan pepaya dan mengadakan pendampingan pembuatan permen jelly. Hasil PKM yang dilakukan menunjukkan, pemanfaatan buah pepaya yang tidak masuk kriteria penjualan bisa di olah menjadi sebuah produk,serta adanya produk bertujuan untuk mengembangkan produksi pepaya menjadi permen jelly, permen jelly yang menggunakan pewarna alami dengan buah naga sebagai warna merah, dan pandan sebagai warna hijau, metode PKM yang di gunakan adalah pendekatan aset based community development (ABCD) dengan mengembangkan aset atau sumber daya lokal yang di miliki masyarakat,salah satunya yaitu memproduksi pepeya menjadi permen jelly. Tahapan yang di gunakan dalam kegiatan ini ialah persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Mahasiswa berharap setelah kegiatan ini masyarakat bertambah wawasan dan keterampilan dalam memasarkan produk serta memproduksi sesuatu yang awalnya tidak layak di konsumsi dan di pasarkan menjadi sebuah produk yang bisa di kenal oleh masyarakat.