Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di Mts Al-Hikmah Sidang Aidil Fitri; Irwansyah; Andre; Rangga Lawe; Putra, Purniadi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v2i1.502

Abstract

Teachers are professional educators who have an important role in teaching, guiding, directing, training and assessing. In line with the development of the meaning of learning from teacher-oriented learning to student-oriented learning, the role of a teacher in the learning process has also shifted, one of the teacher's roles is as a motivator. Thus, the role of the teacher apart from being an educator and teacher also plays a role as a motivator for his students. Because in this way, students will not experience a saturation point and in the end students' interest and motivation in learning will continue to increase. Motivation can be said to be the overall driving force within students which creates, ensures continuity and provides direction to learning activities, so that it is hoped that goals can be achieved. This research will examine the efforts made by teachers in the field of Islamic religion to increase student learning motivation. This research is field research using descriptive analytical research methods, namely by describing and interpreting objects. Data collection techniques through observation, interviews with teachers, and documentation. Based on the results of the data analysis that has been carried out, the author concludes that the way to increase student learning motivation at MTs Al-Hikmah Sidang is to give advice, provide opportunities to show themselves, create an atmosphere of healthy competition.
PENGERTIAN MA’NA AL-DAKHIL DAN AL-ASIL DALAM PENAFSIRAN AL-QUR’AN Aidil Fitri; Holisul Amin; Syarifuddin; Islamiyah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/tfhtr691

Abstract

Kajian ini membahas konsep ma‘na al-Dakhil dan al-Ashil dalam penafsiran Al-Qur’an serta dinamika pertumbuhan dan perkembangannya dalam sejarah tafsir. Al-Dakhil dipahami sebagai unsur asing yang menyusup ke dalam penafsiran Al-Qur’an, seperti riwayat israiliyyat, hadis palsu atau lemah, serta penafsiran ideologis yang tidak memiliki landasan yang sah dan bertentangan dengan Al-Qur’an, Sunnah, dan akal sehat. Sebaliknya, al-Ashil merujuk pada tafsir yang otentik dan valid, yang bersumber dari Al-Qur’an, hadis sahih, pendapat para Sahabat dan Tabiin, serta ijtihad yang sesuai dengan kaidah bahasa Arab dan syariat Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dan analisis deskriptif-analitis. Sebagai contoh penerapan konsep al-Dakhil, dikaji penafsiran QS. al-Kahfi [18]: 74 yang menunjukkan adanya riwayat israiliyyat dalam sebagian tafsir, khususnya pada Tafsir al-Baidhawi, sementara Tafsir Ibnu Katsir menunjukkan sikap kehati-hatian, dan Tafsir Jalalain menampilkan uraian naratif tanpa kritik sanad. Kajian ini juga mengungkap bahwa al-Dakhil mulai muncul sejak masa Sahabat, berkembang pada masa Tabiin, dan semakin meluas pada era Abbasiyah seiring dengan ekspansi wilayah Islam, perbedaan latar belakang sosial-budaya, serta masuknya pengaruh non-Islam dalam khazanah tafsir. Dengan demikian, ilmu al-Dakhil fi al-Tafsir menjadi instrumen penting untuk menjaga kemurnian penafsiran Al-Qur’an, membedakan tafsir yang otentik (al-Ashil) dari yang menyimpang (al-Dakhil), serta melindungi umat Islam dari pemahaman yang keliru terhadap kitab suci Al-Qur’an.