Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN DAUN SIRSAK SEBAGAI PESTISIDA NABATI UNTUK MENGATASI VIRUS GEMINI DALAM MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN BERBASIS ORGANIK Suwardi, Suwardi; Nurul Sjamsijah; Tri Rini Kusparwanti; Rahmat Ali Sya’ban; Eva Rosdiana; Refa Firgiyanto; Hanif Fatur Rohman
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i2.8136

Abstract

Pertanian Organik saat ini menjadi fokus pemerintah dan masyarakat untuk keberlanjutan dibidang pertanian. Hasil dari pertanian organik ini berupa produk organik. Produk organik yang dihasilkan tentunya tidak terlepas dari penggunaan pupuk organik. Pupuk organik yang digunakan bisa berasal dari bahan alami salah satunya yaitu daun sirsak. Daun sirsak mengandung suamosin, asimisin dan tannin yang dapat berpengaruh terhadap pernghambatan pertumbuhan dan perkembangan hama. Salah satu faktor yang menghanbat budidaya pertanian khususnya cabe adalah adanya serangan OPT, sehingga serangan OPT ini harus dikendalikan dengan menggunakan pestisida nabati yang berasal dari daun sirsak. Diantara OPT utama yang sering menimbulkan kerugian adalah serangan virus kuning (gemini) pada tanaman cabai. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam membuat dan mengaplikasikan pestisida nabati. Pelaksanaan dilakukan dengan metode sosialisasi dan pelatihan pembuatan pestisida nabati daun sirsak. Hasil pengabdian masyarakat adalah petani dapat mengembangkan pengetahuan pestisida nabati sehingga masyarakat dapat merubah dari sistem pertanian dengan mengurangi menggunakan bahan kimia menuju pertanian berkelanjutan
CHARACTERISTICS OF GOLDEN APPLE SNAIL BIOSTIMULANTS AND AGRONOMIC EFFECTIVENESS TESTS ON THE COFFEE SEEDLINGS Sepdian Luri Asmono; Rahmawati; Nisa Budi Arifiana; Dyah Nuning Erawati; Nurul Sjamsijah; N. Bambang Eko Sulistyono
BIOTROPIA Vol. 33 No. 3 (2026): BIOTROPIA Vol. 33 No. 3 September 2026
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2026.33.3.2466

Abstract

ARTICLE HIGLIGHTS- Golden apple snail extract was successfully developed into a biostimulant containing NPK nutrients, 12 amino acids, and indole-3-acetic acid (IAA).- The biostimulant significantly enhanced coffee seedling growth, including plant height, root length, leaf area, chlorophyll content, and biomass.- Golden apple snail biostimulant achieved the highest Relative Agronomic Effectiveness (RAE) of 104%, outperforming conventional NPK fertilization.- Formulation without EM4 retained higher concentrations of macronutrients and amino acids, whereas EM4 supplementation increased IAA production.- Utilizing an invasive golden apple snail as a plant biostimulant provides a sustainable alternative to inorganic fertilizers for coffee nurseries. ABSTRACTThe use of Golden Apple Snail (GAS), an invasive species, as a potential biostimulant source represents an innovation, particularly in sustainable agriculture and waste management. Therefore, this study aimed to determine the biochemical characteristics of GAS and assess its effectiveness on coffee seedling growth. The first test, detecting biochemical characteristics, was conducted using two formulations, i.e., 1) Formulation 1 = 1,000 g of fresh whole GAS extract + 500 g of sugar and 2) Formulation 2 = 750 g of fresh whole GAS extract + 500 g of sugar + 125 mL of EM 4. The results of the 14-day fermentation showed the presence of nutrients N, P, K, 12 amino acids, and phytohormones. Formulation 1 had a total amount of N-Total (1.76%), P2O5 (0.18%) and K2O (0.29%) and a higher amino acid content than those in Formulation 2. In phytohormone detection, IAA was present in both formulations. The results of this test were used for further tests on the growth of Robusta coffee seedlings. The second test of agronomic effectiveness was carried out using a Randomized Block Design, with 6 types of fertilization treatments: 1) Control (Without GAS and NPK Biostimulants); 2) GAS Biostimulant 50 mL/L; 3) GAS Biostimulant 50 mL/L + ½ dose of NPK; 4) 0.5 g Urea + 1 g TSP + 1 g KCL; 5) GAS Biostimulant 50 mL/L + Full NPK Dose; 6) 1 g Urea + 2 g TSP + 2 g KCL. Each treatment was divided into 3 groups having two plants in each group. Observation data at the age of 4 months were tested using ANOVA and showed that there were significant differences in all morphological observation variables, including plant height, root length, number of leaves, chlorophyll content, leaf area, fresh weight, and dry weight or biomass. Based on the dry weight data, a Relative Agronomic Effectiveness (RAE) test was also conducted, which showed that the GAS Biostimulant treatment produced the highest RAE value, namely 104%, compared to the use of NPK fertilizer, showing agronomic effectiveness of GAS Biostimulant as an alternative to inorganic fertilizers in coffee nurseries.
RESPONS PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN KRISAN POT VARIETAS WHITE REAGENT (Dendranthema grandiflora) BERDASARKAN KOMBINASI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PUPUK NPK Refa Firgiyanto; Alifatul Khoiroh; Leli Kurniasari; Fadil Rohman; Reo Sambodo; Ajat Suderajat; Nurul Sjamsijah
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 14 No. 2 (2026): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL. 14, MEI 2026
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v14i2.8361

Abstract

Tanaman krisan pot merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang digemari konsumen karena bentuk tanaman yang kompak dan keindahan bunganya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi media tanam dan konsentrasi pupuk NPK yang sesuai untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan tanaman krisan pot. Penelitian dilaksanakan pada Juni–September 2022 di Teaching Factory Dataran Tinggi Politeknik Negeri Jember menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah kombinasi media tanam yang terdiri atas enam taraf, yaitu kombinasi cocopeat, arang sekam, kompos, dan pasir dengan perbandingan 2:1:1, sedangkan faktor kedua terdiri atas tiga taraf konsentrasi pupuk NPK (150 ppm, 200 ppm, dan 250 ppm). Terdapat 18 kombinasi perlakuan yang diulang tiga kali sehingga diperoleh 54 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri atas dua pot sebagai subsampel sehingga total pot yang digunakan sebanyak 108 pot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi kombinasi media tanam dan konsentrasi pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap diameter batang dan diameter tajuk tanaman krisan pot. Kombinasi media kompos:cocopeat:pasir 2:1:1 dengan konsentrasi NPK 250 ppm menghasilkan diameter batang tertinggi, sedangkan diameter tajuk tertinggi diperoleh pada kombinasi arang sekam:kompos:pasir 2:1:1 dengan konsentrasi NPK 250 ppm. Secara umum, konsentrasi pupuk NPK 250 ppm menunjukkan kecenderungan menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang lebih baik dibandingkan konsentrasi yang lebih rendah. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengevaluasi konsentrasi pupuk di sekitar 250 ppm guna memperoleh dosis optimum yang lebih presisi, serta mengukur parameter kualitas bunga dan karakter fisik-kimia media tanam agar rekomendasi budidaya krisan pot lebih aplikatif dan berkelanjutan.