Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Peningkatan Produksi Benih Botani Bawang Merah (Allium cepa var. ascalonicum) di Dataran Rendah Subang Melalui Aplikasi BAP dan Introduksi Apis cerana Leli Kurniasari; Endah Retno Palupi; Yusdar Hilman; Rini Rosliani
Jurnal Hortikultura Vol 27, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v27n2.2017.p201-208

Abstract

[Increasing True Shallot Seed Production (Allium cepa var. ascalonicum) in Lowland Area Through the Application of BAP and Introduction of Apis cerana]Produksi benih botani bawang merah (true shallot seed/TSS) dapat ditingkatkan melalui peningkatan pembungaan dan intensitas penyerbukan. Aplikasi BAP dapat meningkatkan pembungaan, sementara introduksi serangga penyerbuk dapat meningkatkan intensitas penyerbukan. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan produksi TSS di dataran rendah Subang (100 m dpl.). Penelitian dilaksanakan dari bulan Juni sampai November 2014. Penelitian terdiri atas dua tahap percobaan. Percobaan pertama disusun dalam rancangan petak terbagi dengan empat ulangan. Petak utama adalah waktu aplikasi BAP yang terdiri dari 1, 3, dan 5 minggu setelah tanam (MST) serta 2, 4, dan 6 MST. Anak petak adalah konsentrasi BAP yang terdiri dari 0, 50, 100, 150, 200, dan 250 ppm. Percobaan kedua dilakukan dengan membandingkan produksi TSS dari dua populasi yang diintroduksi serangga dan tanpa introduksi serangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi BAP pada 2, 4, dan 6 MST efektif meningkatkan persentase tanaman berbunga, jumlah bunga per umbel, jumlah kapsul per umbel, persentase pembentukan kapsul per umbel, dan bobot TSS per tanaman. Introduksi Apis cerana efektif meningkatkan jumlah kapsul bernas per tanaman, persentase pembentukan kapsul per tanaman, jumlah TSS per tanaman, persentase TSS bernas per tanaman, dan bobot TSS per tanaman, bobot 100 butir, dan daya berkecambah.KeywordsPembungaan; Pembentukan kapsul; Penyerbukan; Daya berkecambah; Indeks vigorAbstractProduction of true shallot seed (TSS) can be increased by enhancing flowering and intensifying the pollination. Application of BAP enhances flowering, whereas introduction of insect pollinator intensifies pollination. This research was aimed to increase TSS production in lowland area of Subang (100 m asl.) and was carried out from June until November 2014. The research consisted of two experiments. The first experiment was arranged in split plot design with four replications. The main plot was time of application of BAP i.e. 1, 3, and 5 week after planting (WAP) and 2, 4, and 6 WAP. The sub plot was consentration of BAP i.e. 0, 50, 100, 150, 200, and 250 ppm. The second experiment was comparing TSS production from two populations with and without installment of Apis cerana hive. The result showed that BAP applied on 2, 4, and 6 WAP effectively increased percentage of plant flowering, number of flower per umbel, number of capsules per umbel, percentage of fruitset, and TSS weight per plant. Introduction of Apis cerana have increased fruitset, percentages of filled TSS, number of TSS per umbel, and TSS weight per umbel as well as weight of 100 seed, and germination capacity.
Peningkatan Mutu Benih Botani Bawang Merah (Allium cepa var. ascalonicum) Melalui Aplikasi Pupuk Fosfor dan Kalium di Daerah Dataran Rendah Leli Kurniasari; Endah Retno Palupi; Yusdar Hilman; Rini Rosliani
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 4 No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v4i2.358

Abstract

Penggunaan true shallot seed (TSS) sebagai bahan tanam masih rendah karena ketersediaannya sedikit dan teknik budidaya belum dikembangkan. Produksi TSS di dataran rendah menjadi alternatif karena sebagian besar bawang merah di Indonesia diproduksi di dataran rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan mutu TSS di dataran rendah. Penelitian dilakukan di dataran rendah Subang (100 mdpl) dan Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Institut Pertanian Bogor. Bahan tanaman yang diperlukan adalah umbi bawang merah varietas Bima yang divernalisasi tiga minggu pada suhu 10°C. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor yang diulang empat kali. Faktor pertama adalah dosis P2O5 (0, 100, 200, 300, 400 kg ha-1) dan faktor kedua adalah dosis K2O5 (0, 50, 100, 150, 200 kg.ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian P dengan dosis 400 kg ha-1 mampu meningkatkan  daya berkecambah, indeks vigor dan potensi tumbuh maksimum TSS.  Peningkatan pupuk K tidak berpengaruh terhadap semua parameter pembungaan kecuali jumlah bunga per tanaman dan persentase pembentukan kapsul. Pemberian 50 Kg K2O ha-1 mampu meningkatkan jumlah bunga per tanaman hingga 70.9 kuntum, sementara pemberian 200 kg K2O ha-1 mampu meningkatkan  persentase pembentukan kapsul sebesar 54.82%. Kombinasi pemberian dosis 400 kg P2O5 ha-1 dan K 200 Kg ha-1 mampu meningkatkan daya berkecambah sebesar 74.7 % dan indeks vigor dengan nilai maksimum sebesar 92%, sedangkan dosis 200 Kg P2O5 ha-1 mampu meningkatkan potensi tumbuh maksimum TSS sebesar 64%.
Respon Produksi dan Mutu Benih Mentimun (Cucumis sativus L.) pada Aplikasi Pemeliharaan Cabang dan Pemangkasan Pucuk Leli Kurniasari; Muizatuddaliah Muizatuddaliah; Maria Azizah; Suwardi Suwardi
Agroteknika Vol 6 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v6i1.196

Abstract

Mentimun menempati peringkat kelima dari sayuran yang cukup digemari di Indonesia. Tingginya konsumsi mentimun masih belum diimbangi dengan produksi dan produktivitasnya. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut antara lain melalui perbaikan sistem budidaya sehingga mampu meningkatkan produksi dan menghasilkan benih yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan produksi dan mutu benih mentimun. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor dengan tiga kali pengulangan. Faktor pertama yaitu pemeliharaan jumlah cabang yang terdiri atas tiga taraf: pemeliharaan seluruh cabang pada batang utama [C1], pemeliharaan satu cabang pada batang utama [C2], dan pemeliharaan tiga cabang pada batang utama [C3]. Faktor kedua yaitu pemangkasan pucuk dengan tiga taraf: tanpa aplikasi pemangkasan [P1], pemangkasan pucuk pada ruas ke-20 [P2], pemangkasan pucuk pada ruas ke-30 [P3]. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tunggal pemeliharaan dua cabang pada batang utama mampu meningkatkan jumlah buah per tanaman hingga 29,17%. Perlakuan tunggal pemangkasan pucuk pada ruas ke-20 dapat meningkatkan jumlah benih per buah sebesar 127,4 butir, bobot benih per buah sebesar 2,78 g dan bobot 1000 butir sebesar 21,6 g.
PENGUJIAN AFTER RIPENING SERTA EFEKTIVITAS PEMATAHAN DORMANSI PADA BENIH PADI GOGO LOKAL BANGKA AKSESI BALOK Wahyuni Winda; Rinny Saputri; Yufikar; Leli Kurniasari
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 11 No. 2 (2023): June: Agriculture
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/fruitset.v11i2.3815

Abstract

Penyediaan informasi after ripening benih tanaman pangan sangat penting dalam menjamin ketersediaan benih yang berkesinambungan, terutama dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan di Indonesia. Padi gogo lokal aksesi balok merupakan komoditi lokal asli kepulauan Bangka Belitung yang perlu dijaga kelestariannya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi awal lama periode after ripening dan menguji efektivitas pematahan dormansi terhadap periode after ripening padi gogo lokal aksesi Balok. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dua faktor, yang menjadi faktor pertama adalah perlakuan pematahan dormansi yang terdiri dari 5 taraf yaitu kontrol (P0), rendam air 24 jam (P1), rendam air 48 jam (P2), rendam KNO3 3 % 24 jam (P3) dan rendam KNO3 3% 48 jam (P4). Faktor kedua adalah periode after ripening terdiri dari 8 taraf perlakuan yaitu 3 minggu (S1), 4 minggu (S2), 5 minggu (S3), 6 minggu (S4), 7 minggu (S5), 8 minggu (S6), dan 9 minggu (S7). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Padi gogo lokal aksesi balok memiliki periode after ripening pada 9 minggu (S7) setelah simpan atau minggu ke 11 setelah panen. Perendaman benih dengan KNO3 3% selama 24 jam dapat meningkatkan viabilitas benih padi gogo lokal aksesi balok.  Perendaman benih dengan KNO3 3% selama 48 jam berpengaruh terhadap indeks vigor dan potensi tumbuh maksimum benih padi gogo lokal aksesi balok.
Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) Bawang Merah di Desa Sumber Kedawung Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo Kurniasari, Leli; Dinata, Gallyndra Fatkhu; Rohman, Fadil; Firgiyanto, Refa; Ghifari, Ahmad; Rohman, Ali Fatkhur
DHARMA RAFLESIA Vol 22 No 1 (2024): JUNI (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v22i1.30418

Abstract

Desa Sumber Kedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo merupakan desa yang sebagian besar dikelola untuk budidaya bawang merah. Terdapat permasalahan hama penyakit yang dihadapi. Petani banyak menggunakan pestisida kimia untuk menangani masalah tersebut. Berdasarkan survey, petani dapat menggunakan lebih dari 19 pestisida sintetik dan dilakukan secara terjadwal. Hal tersebut akan membuat agroekosistem menjadi tidak sehat dan memberikan dampak negatif yang berkepanjangan. Kegiatan Sekolah Lapang-Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) bawang merah diberikan sebagai solusi  penggunaan pestisida kimia yang berlebihan di desa tersebut. Sekolah lapang dilaksanakan pada semester gasal tahun 2023, terdiri sosialisasi, diseminasi teknologi, monitoring dan evaluasi. Tingkat keberhasilan SL-PH bawang merah ini adalah meningkatnya pemahaman petani terhadap konsep PHT sebesar 89.47%. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung langkah pengembangan sentra agribisnis bawang merah yang sehat dan berkelanjutan di Desa Sumber Kedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.
Response of Growth and Seed Yield of Mung Bean (Vigna radiata L.) to Chicken Manure and Banana Hump Liquid Organic Fertilizer Application Kurniasari, Leli; Anggriawan, Feri; Lestari, Sri Ayu Dwi; Sulistyo, Nanti Bambang Eko; Syahban, Rahmat Ali; Rahayu, Sri
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 13, No 1 (2024): March 2024
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v13i1.147-154

Abstract

Mung bean is highly important legume crop in Indonesia. Attempts to improve the yield and quality of mung bean seeds can be done through improving the planting media by adding organic fertilizer. The objective of this study was to determine the response of growth and seeds production of mung bean due to chicken manure and banana hump organic fertilizer. The research was performed in the greenhouse at the Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Aneka Kacang (BSIPTAKA), Muneng Probolinggo. This study was structured in a factorial block design with three replications executed randomly. The first factor was doses of CM consisting of 0, 8.3, 16.7, and 25 ton/ha. The second factor was concentrations of banana hump liquid organic fertilizer (LOF) consisting of 0, 10, 20, and 30 ml/L. The result showed that doses of CM had a significant effect on plant height at 10 DAP, seed weight per plant, and seed yield. The interaction between CM doses and banana hump LOF was able to increase leaf chlorophyll index at 30 DAP. Combination of 16.7 ton/ha CM and 20 ml/L banana hump LOF produced the highest average chlorophyll index of 55.07 CCI. Keywords: Chlorophyll index, Manure, Mung bean, Organic fertilizer, Seed.
Inovasi Pengembangan Produk Olahan Mawar Melalui Pembuatan Teh Kuncup Mawar di KWT Nawasena, Desa Karangpring Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember Azizah, Maria; Bintoro, Mochamat; Kurniasari, Leli; Sabiku, Dewi Fatmawaty
Journal of Community Development Vol. 5 No. 3 (2025): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v5i3.1440

Abstract

Karangpring Village is located in Sukorambi District, Jember Regency, which is an area producing and supplying rose bushes in Jember Regency. The Nawasena Women Farmers Group (KWT) is one of the KWTs located in Karangpring Village, Sukorambi, Jember. This KWT manages the processing of rose products produced by farmers in Karangpring Village. The problems in developing processed products in KWT Nawasena are the lack of diversity of products produced, the quality of the products produced is still less attractive, the scale of the products is small, the limitations of processing tools and the less than optimal promotion of products through social media. This community service activity is carried out to solve partner problems, namely the development of processed rose products that are more attractive and acceptable to the market. The method of implementing the activity is divided into several stages, namely the discussion and interview stage regarding partner problems, discussion and planning to resolve partner problems, implementation of counseling, and evaluation. Based on the initial discussion and interview activities, the main problem in developing processed rose products (especially rose tea) was that product processing was carried out manually due to limited processing tools. Based on these problems, counseling was carried out on drying rose petals and buds using simple equipment with low electrical power, so that it can be applied on a household scale. In the counseling activity, counseling was also carried out on good product packaging, as well as packaging with exclusive packaging as an additional selling value of the product. The results of the questionnaire showed that 100% of the material could be accepted and understood by the participants, 90% of participants benefited from the counseling activity, and the category of participant satisfaction with the counseling activity was very good.
ARIOT: Permainan Edukasi Pertanian Cerdas Sebagai Upaya Menumbuhkan Agro-Entrepreneurship Pada Siswa Penyandang Disabilitas Tuna Rungu Kurniasari, Arvita Agus; Puspitasari, Trismayanti Dwi; Kurniasari, Leli
J-SAKTI (Jurnal Sains Komputer dan Informatika) Vol 6, No 2 (2022): EDISI SEPTEMBER
Publisher : STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/j-sakti.v6i2.518

Abstract

Sekolah Luar  Biasa  (SLB)  are education for students who have difficulty in participating in the learning process because they have special physical, emotional, mental and social needs, but have the potential for intelligence and special talents. SLB Negeri Jember also faces problems in the educational process, one of which is deaf students who experience barriers and disturbances in verbal communication both expressively and receptively. This resulted in the message being conveyed and received a lot of misunderstanding of meaning. Online learning activities during the Covid-19 pandemic at SLB cannot be fully carried out online due to the limitations of students. The activity plans and solutions provided for the service are using the Android-based Augmented Reality (AR) game learning method. Making this method begins with the design sprint stage to communicate with the relevant team, namely psychologists and teachers, followed by AR programming and ends with validation so that the application has been tested for students with special needs. The results of the implementation to determine the level of acceptance of the use of the application is obtained a percentage value of 80%. Suggestions for the next development are the implementation of direct tools for IoT so that students gain new knowledge about sensor implementation
ARIOT: Permainan Edukasi Pertanian Cerdas Sebagai Upaya Menumbuhkan Agro-Entrepreneurship Pada Siswa Penyandang Disabilitas Tuna Rungu Kurniasari, Arvita Agus; Puspitasari, Trismayanti Dwi; Kurniasari, Leli
J-SAKTI (Jurnal Sains Komputer dan Informatika) Vol 6, No 2 (2022): EDISI SEPTEMBER
Publisher : STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/j-sakti.v6i2.518

Abstract

Sekolah Luar  Biasa  (SLB)  are education for students who have difficulty in participating in the learning process because they have special physical, emotional, mental and social needs, but have the potential for intelligence and special talents. SLB Negeri Jember also faces problems in the educational process, one of which is deaf students who experience barriers and disturbances in verbal communication both expressively and receptively. This resulted in the message being conveyed and received a lot of misunderstanding of meaning. Online learning activities during the Covid-19 pandemic at SLB cannot be fully carried out online due to the limitations of students. The activity plans and solutions provided for the service are using the Android-based Augmented Reality (AR) game learning method. Making this method begins with the design sprint stage to communicate with the relevant team, namely psychologists and teachers, followed by AR programming and ends with validation so that the application has been tested for students with special needs. The results of the implementation to determine the level of acceptance of the use of the application is obtained a percentage value of 80%. Suggestions for the next development are the implementation of direct tools for IoT so that students gain new knowledge about sensor implementation
Pelatihan Pemasaran Bibit Berbasis E-Commerce sebagai Upaya Lanjutan dalam Pengembangan Sentra Durian di Desa Kemuning Lor Kurniasari, Leli; Rahayu, Sri; Firgiyanto, Refa
Agrimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Pertanian Vol. 1 No. 1 (2022): APRIL
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agrimas.v1i1.1

Abstract

Durian (Durio zibethinus Murr.) merupakan komoditas unggulan hortikultura Indonesia. Produksi durian secara nasional masih didominasi oleh wilayah di daerah Pulau Jawa dengan Jawa Timur sebagai pemasok utama. Jember sebagai kabupaten terluas di Jawa Timur urutan ke tiga setelah Banyuwangi dan Malang masih belum mampu menjadi produsen durian karena produktivitasnya yang rendah. Produksi durian di Kabupaten Jember mengalami penurunan pada tahun 2019 dibandingkan tahun 2018. Upaya untuk menjadikan Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa sebagai sentra durian adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatan peluang pasar durian yang bermutu pemasaran seiring dengan berkembangnya teknologi informasi. Salah satu teknologi informasi yang menjadi kebutuhan mendasar dalam pemasaran atau perdagangan adalah e-commerce. Melalui kegiatan ini, petani mitra dilatih menggunakan aplikasi pemasaran e-commerce yang lebih mudah dan aplikatif seperti iklan di google, facebook, shopee dan tokopedia. Hal ini karena pemanfaatan teknologi internet dapat memperluas jaringan usaha dan terciptanya komunikasi yang efektif dalam menyampaikan nilai ekonomi dari penjual kepada pembeli sehingga mampu meningkatkan perubahan dalam hal volume penjualan dan prefernsi konsumen. Namun demikian, perlu pendampingan berkelanjutan sehingga petani dapat memaksimalkan akun-akun e-commerce dalam mendukung kegiatan pemasaran produk/bibit durian.