Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Is Depression After Childbirth Correlated by The Number of Children in The Family? Lita Nafratilova; Wan Anita
Journal of Ners and Midwifery Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v11i1.ART.p113-118

Abstract

The postpartum blues are frequently disregarded, which makes early diagnosis difficult. As a result, postpartum mothers are more likely to develop emotional disorders, which may affect their ability to be good mothers. The aim of this research was to find out whether there was a relationship between the number of children and the incidence of postpartum blues. With a cross sectional design, this research was analytical in nature. The sample of this research was parts of postpartum women with purposive sampling. at the Ernita Midwife Independent Practice based on the inclusion criteria, which had 35 respondents. The results of the examination of the connection between parity and postpartum depression showed a strong correlation between the two, with a p value of 0.002 (p = 0.05) for postpartum maternal parity. Families should consider the number of children, especially toddlers, while planning their next pregnancy, suggests the researcher
PENDIDIKAN KESEHATAN PERIKSA PAYUDARA SENDIRI (SADARI) Rummy Islami Zalni; Wan Anita; Qori Armiza Septia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.783-789

Abstract

Ancaman penyakit bagi masyarakat di dunia adalah penyakit kanker. Kanker payudara salah satu nya penyakit kanker yang mengkhawatirkan wanita. Pemerintah Indonesia memprioritaskan penanganan penyakit kanker payudara ini dengan tidak mengabaikan penanganan penyakit kanker jenis lainnya. Upaya pendeteksian dari kanker payudara salah satunya dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pemeriksaan SADARI ini paling tepat dilakukan secara rutin minimal dilakukan setiap bulan sekali tepatnya pada hari ke 7-10 setelah menstruasi karena pada saat ini payudara terasa lunak. Tujuan sadari secara rutin adalah untuk merasakan dan mengenal lekuk-lekuk payudara, sehingga jika terjadi perubahan dapat segera terdeteksi. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan, metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini dengan metode: 1) Penyuluhan mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), 2) Demonstrasi pemeriksaan SADARI. Kegiatan Pengabdian yang dilaksanakan dengan acara tatap muka dan penyuluhan mengenai Pendidikan Kesehatan Mengenai Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) di RT 002 wilayah kerja puskesmas Garuda sesuai dengan perencanaan dan terlaksana dengan baik. Kegiatan dilakukan secara tatap muka dengan metode ceramah (penyuluhan). Penyuluhan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 Juli 2022 dari pukul 15.00 s/d 18.00 WIB. Peserta kegiatan sebanyak 23 peserta. Lokasi pelaksanaan pengabdian  di RT 002 wilayah kerja puskesmas Garuda. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan hasil nilai pre test sebanyak 70% peserta benar dalam menjawab soal pre test yang disebarkan. Sedangkan hasil post test menunjukkan peningkatan menjadi 90% peserta menjawab benar, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil dilaksanakan.
PENGARUH VIDEO EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARYA WANITA Siti Halimah; Wan Anita; Tharra Widadari Aldinda; Ummu Luthfiyah; Ega Pratiwi
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 8 (2026): Vol. 8 No. 8 Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i8.3864

Abstract

Exclusive breastfeeding is an important factor in supporting the growth and development of infants, but there are still many mothers who do not have adequate knowledge about the benefits and importance of exclusive breastfeeding. Educational efforts through video media are expected to be an effective means of increasing the understanding of breastfeeding mothers. This study aims to determine the effect of education videos on mothers' knowledge about exclusive breastfeeding in the Karya Wanita Health Center working area. The type of research used is quantitative with a Quasi Experiment design using the One Group Pretest-Posttest design. This research was conducted from March to June 2025. The study population amounted to 143 respondents and the research sample amounted to 59 respondents of breastfeeding mothers who had babies aged 0-6 months, selected using purposive sampling technique. The research instrument was a knowledge questionnaire about exclusive breastfeeding and data analysis was carried out with the Wilcoxon test. The results showed an increase in the mother's knowledge score before and after being given an educational video, with a p-value of 0.0010.05 which means there is an effect of educational videos on maternal knowledge about exclusive breastfeeding. The conclusion of this study is that educational videos are proven effective in increasing the knowledge of breastfeeding mothers about exclusive breastfeeding, so it is hoped that health workers can utilize audio-visual media as a means of counseling to support the success of the exclusive breastfeeding program in the community.Keywords: Exclusive Breastfeeding, Knowledge, Educational Videos
PENGARUH PIJAT OKETANI DAN EDUKASI MENYUSUI BERBASIS VIDEO TERHADAP BREASFEEDING SELF EFFICACY PADA IBU NIFAS Tentya Indah Masfufa; Wan Anita; Yadriati Maya Pesa
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 8 (2026): Vol. 8 No. 8 Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i8.3866

Abstract

Breast milk is the best nutrient for the growth and development of infants. The achievement of exclusive breastfeeding in Indonesia (74.5%) is still far from the national target of 80%. One of the contributing factors is less milk production. Oketani massage makes the breasts softer, the areolas and nipples more elastic, making it easier for the baby to suckle. Education can increase knowledge and abilities and skills of mothers. Oketani massage and breastfeeding education can help increase milk production.Objective : Proving the effect of oketani massage intervention and breastfeeding education on breastfeeding self-efficacy in postpartum mothers Method : Quasy experiment with Design Pretest and Posttest With Group control. The sample consisted of 34 postpartum mothers, each group consisting of 17 respondents. The intervention group was given oketani massage and breastfeeding education while the control group was given health education about breastfeeding for 7 days. The data collected is breast-feeding self-efficacy filling out questionnaires. Data analysis used the Wilcoxon test, Mann-Whitney, Independent T-Test.Results : The mean difference in pre-post breastfeeding self-efficacy in the intervention group was 5.59 and -0.82 in the control group (p value 0.000).Conclusion : Giving oketani massage and breastfeeding education can increase breastfeeding self-efficacy in postpartum mothers.Keywords : Breastfeeding Self Efficacy, Breastfeeding Education, Oketani Massage, Postpartum Mother
Edukasi Tentang stunting pada ibu hamil sebagai upaya deteksi dini kejadian stunting Yadriati Maya Mayapesa; Erika Erika; Wan Anita; Ummu Luthfiyah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/6ahfk595

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Salah satu faktor utama penyebab stunting adalah rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai pemenuhan gizi selama kehamilan serta kurangnya deteksi dini terhadap risiko kekurangan energi kronis (KEK). Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai stunting dan pencegahannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang stunting serta melakukan deteksi dini risiko stunting sejak masa kehamilan. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan melalui ceramah dan diskusi interaktif, pembagian media edukasi berupa booklet, serta pemeriksaan Lingkar Lengan Atas (LILA) untuk mendeteksi risiko KEK. Kegiatan dilaksanakan di Desa Pulau Tinggi Kecamatan Kampar dengan melibatkan 36 ibu hamil. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil dari rata-rata 60% pada pre-test menjadi 85% pada post-test. Selain itu, pemeriksaan LILA mampu mengidentifikasi ibu hamil yang berisiko KEK sehingga dapat dilakukan pemantauan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan mendukung upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Kata kunci: stunting, ibu hamil, edukasi kesehatan, deteksi dini, pencegahan stunting   Abstrak Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Salah satu faktor utama penyebab stunting adalah rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai asupan nutrisi yang cukup selama kehamilan dan kurangnya deteksi dini risiko kekurangan energi kronis (PAUD). Oleh karena itu, pendidikan kesehatan diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang stunting dan pencegahannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang stunting dan melakukan deteksi dini risiko stunting selama kehamilan. Metode yang digunakan meliputi pendidikan kesehatan melalui ceramah dan diskusi interaktif, distribusi media pendidikan berupa buklet, dan pengukuran Lingkar Lengan Atas (PAUD) untuk mendeteksi risiko PAUD. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pulau Tinggi, Kabupaten Kampar, melibatkan 36 ibu hamil. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu hamil dari rata-rata skor 60% pada pre-test menjadi 85% pada post-test. Selain itu, pengukuran lingkar lengan atas (MUAC) mengidentifikasi ibu hamil yang berisiko mengalami kekurangan gizi kronis (CED) yang kemudian direkomendasikan untuk pemantauan lebih lanjut oleh petugas kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan mendukung upaya pencegahan stunting selama kehamilan. Keywords: stunting, pregnant women, health education, early detection, community service
Predisposition Factors Related to Stunting Preventing Behaviors Wan Anita; Rummy Islami Zalni; Tharra Widadari Aldinda
Journal of Ners and Midwifery Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v12i1.ART.p026-034

Abstract

Stunting is a child growth disorder characterized by a child's lack of height compared to children his age. Morbidity and mortality rates, decreased growth, learning achievement, increased risk of infectious and non-communicable diseases, and decreased productivity are all effects of stunting. This research aimed to find predisposing factors that contribute to stunting preventing behaviors. This research focused on the working area of Sidomulyo Inpatient Health Center. The research design was cross-sectional, with 95 mother subjects. The measurement used a questionnaire. Research results from bivariate analysis using chi square analysis showed that there was a correlation between age (p-value 0.022), occupation (p-value 0.024), education (p-value 0.000), and knowledge (p-value 0.015) with the level of stunting. It is recommended to the community and families who will have children under five that the mother's age, occupation, education and knowledge influence their behavior in preventing stunting. Health workers can provide counseling or education about predisposing factors related to stunting prevention behavior to their patients.