Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

MUTU FISIK SEDIAAN GARGARISMA INFUSA DAUN JAMBU BIJI (Psidium Guajava L.) Anggraeni In Oktavia; Gilang Sena Pradana; Yunita
Hexagon Vol 4 No 2 (2023): HEXAGON - Edisi 8
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v4i2.3145

Abstract

Gargarisma dapat digunakan untuk mencegah pertumbuhan bakteri di rongga mulut. Ekstrak daun jambu biji memiliki aktivitas antibakteri sehingga dapat digunakan sebagai bahan aktif dalam sediaan gargarisma. Dalam infunsa daun jambu biji mengandung senyawa metabolit sekunder tannin. Tannin mampu menghambat pertumbuhan bakteri karena bereaksi dengan dinding sel bakteri sehingga mengakibatkan denaturasi protein pada bakteri. Sehingga infusa daun jambu biji memiliki potensi sebagai bahan aktif sediaan gargarisma. Sediaan gargarisma harus memiliki mutu sesuai dengan yang dipersyarakan agar aman digunakan. Pada penelitian ini akan diformulasikan gargarisma dengan bahan aktif infusa daun jambu biji. Tujuan penelitian untuk mengetahui mutu fisik gargarisma ekstrak daun jambu biji yang meliputi uji organoleptis, homogenitas, kejernihan, uji volume terpindahkan, pH, uji berat jenis dan uji viskositas. Peneltian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Metode ektraksi yang digunakan adalah infundasi. Hasil penelitian uji organoleptis sediaan berbentuk larutan, berwarna coklat muda, rasa khas jambu biji diikuti rasa menthol dan beraroma daun jambu biji dan menthol. Sediaan homogen jernih bebas dari partikel asing, hasil uji volume terpindahkan adalah peyimpangan tidak melebihi 1%. Hasil uji pH sediaan pada rentang 6,57. Uji berat jenis sampel 1,0018 g/mL mendekati berat jenis air 1 g/ml dan uji viskositas 0.95492cP, mendekati viskositas air 1 cP.
Phytochemical and Histochemical Screening of Toxic Plant Based on Knowledge of Tengger Tribe in Ngadiwono Village, Pasuruan Oktavia, Anggraeni In; Batoro, Jati; Indriyani, Serafinah
The Journal of Experimental Life Science Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1148.085 KB) | DOI: 10.21776/ub.jels.2016.007.01.10

Abstract

Around hundreds of plant's species have been confirmed to produce toxic that could endanger the life of human or domestic animals. Some of those plants have potentials to be developed as medicine. The objective of this study is to reveal the secondary metabolite content of toxic plants mentioned by Tengger tribe on Ngadiwono village through phytochemical and histochemical screening test. This study was conducted on Ngadiwono village, Tosari district, Pasuruan Regency. Informants were selected using snowball method by following the information of key person (n informant=14). Plants were selected and collected according to the local knowledge, then was analyzed qualitatively for its secondary metabolite content through phytochemical and histochemical screening test. The results showed that there are 8 plant species categorized as toxic by local people, including Bedor (Girardinia palmata), Kecubung Bunga Kuning (Brugmansia suaveolens), Kecubung Bunga Putih (Brugmansia suaveolens), Jarak (Ricinus communis), Terpasan Kuning (Cestrum elegans), Terpasan Merah (Cestrum elegans), Kudisan (Euphorbia pulcerrima), and Ciplukan (Physalis peruviana). The phytochemical result indicated that all toxic plants mentioned by the local people contain alkaloid substancess, while histochemical test showed that alkaloid substances were found in leaf trichomes, except in Terpasan Merah (Cestrum elegans). Keywords: Fitochemical, Histochemical, Tengger Tribe, Toxic Plant.