Arifin, Muhammad Anugrah
Universitas Muhammadiyah Mataram

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SELFIE ACTIVITY SEBAGAI METODE PEMBELAJARAN AKHLAK Muhammad Anugrah Arifin; Mukhlishin Mukhlishin
Jurnal Ulul Albab Vol 22, No 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.49 KB) | DOI: 10.31764/jua.v22i1.585

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan dan merumuskan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan Affective Melalui kegiatan Selfie di Al-Islam ceramah III di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram. Penelitian ini adalah penelitian Tindakan kelas atau CAR) Dengan empat tahap; Perencanaan, Tindakan, Pengamatan, Refleksi, subjek atau responden dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Teknik Pertanian pada semester III tahun akademik 2017-2018. Semester keenam terdiri dari tiga kelas, yaitu kelas A, B, dan C. total kelas A adalah 27 orang, kelas B adalah 25, dan kelas C adalah 23 maka total responden adalah 75 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap siswa pada semester ketiga pada semester Ganjil pada tahun akademik 2014/2015 di Fakultas Pertanian Jurusan Pertanian Muhammadiyah Mataram terhadap penggunaan teknik Selfie Activity pada subjek Al-Islam III (Perilaku) positif. Perhitungan data menunjukkan bahwa ada 31 siswa (42, 1%) memiliki sikap positif terhadap penggunaan teknik ini. Data lebih rinci adalah sebagai berikut; ada 31 siswa (42, 1%) memiliki sikap positif terhadap penggunaan teknik ini. Ada 27 siswa (36, 8%) yang memiliki sikap negatif terhadap penggunaan teknik ini. Ada 11 siswa (13, 2%) yang biasa-biasa saja terhadap penggunaan teknik ini. Ada 6 siswa (7, 9%) yang memiliki sikap yang sangat positif terhadap penggunaan teknik ini. Dan tidak ada siswa (0%) yang memiliki sikap yang sangat negatif terhadap penggunaan teknik ini.Abstrak: Selfie Actifity; Pembelajaran; Akhlak; Peningkatan Afektif
Komparasi Agama Dan Negara Sebagai Upaya Deradikalisasi Melalui Pendidikan Agama Islam M. Anugrah Arifin; Mappayompa Mappanyompa
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 7, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v7i1.8447

Abstract

Abstrak : Penelitian ini merupakan upaya ilmiah untuk mengkomparasikan konsep normative idealis tentang hukuman bagi tindak pidana pencurian dalam prespektif Islam dengan Negara. Urgensi dari penelitian ini adalah untuk mencari titik temu antara penegakkan syariát Islam dalam tindak pidana pencurian yang kerapkali dikonfrontasikan dengan hukum negara. Penelitian ini merupakan jenis penilitian Kualitatif dengan pendekatan Studi Kepustakaan. Peneliti mengelaborasi dan mengkomparasikan sumber primer yang menjadi objek utama penelitian yaitu; teks Al-Qurán surat Al-Maidah ayat 33-38 dan BAB XXII Pasal 362-367 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah editing, Organizing & finding. Adapun analisis data yang digunakan adalah Deduktif-Komparatif dimana penelitian ini berangkat dari konsep-konsep umum mengenai tindak pidana pencurian dalam Islam kemudian dikomparasikan dengan konsep umum tindak pidana pencurian dalam BAB XXII Pasal 362-367 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) sehingga dapat disimpulkan bahwa secara normative, Syariát Islam dengan Hukum Negara memiliki kesamaan dalam konsep dan tujuan (Maqasid Asy-Syar‎’iyah) pemberian hukuman (had) bagi pelaku tindak pidana pencurian yang disertai dengan perbuatan mengancam nyawa orang lain (Al-Muharib ) yaitu; ancaman kurungan penjara (yunfauna min al-ardhi) sampai dengan hukuman mati. Dengan demikian upaya deradikalisasi dapat dilakukan dengan memberikan edukasi bahwa Syariat Islam telah termanisfesatasikan dalam hukum di NKRI dengan menggunakan maqoshid asy-syaríyah sebagai jembatan penghubung antara Islam dengan Negara sehingga dapat dipahami bahwa Islam menjadi nilai dalam sendi-sendi kehidupan benegara. Abstract:  This research is a scientific effort to compare the idealistic normative concept of punishment for the crime of theft in an Islamic perspective with the state. The urgency of this research is to find common ground between the enforcement of Islamic law in the crime of theft which is often confronted with state law. This research is a type of qualitative research with a literature study approach. The researcher elaborates and compares the primary sources which are the main objects of research, namely; the text of the Koran Al-Maidah verses 33-38 and CHAPTER XXII Articles 362-367 of the Criminal Code (KUHP). Data collection techniques used are editing, organizing & finding. The data analysis used is Deductive-Comparative where this research departs from general concepts regarding the crime of theft in Islam and then compares it with the general concept of the crime of theft in CHAPTER XXII Articles 362-367 of the Criminal Code (KUHP) so that it can concluded that normatively, Islamic Shari'a and State Law have similarities in the concept and purpose (Maqasid Asy-Syar‎'iyah) of giving punishment (had) for perpetrators of the crime of theft accompanied by acts that threaten the lives of others (Al-Muharib), namely; the threat of imprisonment (yunfauna min al-ardhi) up to the death penalty. Thus deradicalization efforts can be carried out by providing education that Islamic Shari'a has been manifested in law in the Republic of Indonesia by using maqoshid ash-syaríyah as a bridge between Islam and the state so that it can be understood that Islam is a value in the joints of state life
PERKULIAHAN AKHLAK BERNEGARA DENGAN PEMANFAATAN SELFIE ACTIVITY SEBAGAI UPAYA DERADIKALISASI AGAMA M. Anugrah Arifin, Najamudin M. Anugrah Arifin, Najamudin
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 5, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v5i2.3678

Abstract

Abstrak: Selain masalah bahan ajar, dalam Implementasinya perkuliahan Aqidah-Akhlak juga memiliki kendala dalam teknik pembelajaran yang kebanyakan menekankan perkembangan Kognitif padahal Aqidah-Akhlak seharusnya menekankan pengembangan ranah Afektif. Berdasarkan pengamatan terhadap prilaku dan aktivitas Selfie yang dilakukan oleh kebanyakan orang diera digital ini, peneliti mencoba memanfaatkan hal tersebut untuk mengembangkan teknik pembelajaran Aqidah-Akhlak dalam upaya Deradikalisasi melalui pendidikan Agama. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research atau CAR) Dengan empat tahapan; Planning, Action,Observation, Reflection, Subyek atau responden dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa program studi Teknik Pertanian semester III tahun akademik 2019-2020.  Hasil penelitian menunjukan bahwa sikap mahasiswa semester III TA. Ganjil 2019/2020 fakultas Pertanian Jurusan Teknik Pertanian UM. Mataram terhadap penggunaan Teknik Selfie Activity pada mata kuliah Al-Islam III (Akhlak) adalah positif. Kalkulasi data menunjukan bahwa 31 mahasiswa (42, 1%) memiliki sikap positif terhadap penggunaan teknik tersebut. Ada 27 mahasiswa (36, 8%) bersikap negatif terhadap penggunaan teknik tersebut. Ada 11 mahasiswa (13, 2%) bersikap biasa-biasa saja terhadap penggunaan teknik tersebut. Ada 6 mahasiswa (7, 9%) bersikap sangat positif terhadap penggunaan teknik tersebut. Dan,  tidak ada mahasiswa (0%) yang bersikap sangat negatif terhadap penggunaan teknik tersebut. Abstract: In addition to the problem of teaching materials, in the implementation of lectures Aqidah-Akhlak also has constraints in learning techniques that mostly emphasize cognitive development even though Aqidah-Akhlak should emphasize the development of the Affective realm. Based on observations of selfie behavior and activities carried out by most people in this digital age, researchers try to use this to develop aqidah-akhlak learning techniques in deradicalization efforts through Religious education. This research is a classroom action research (CAR) with four stages; Planning, Action, Observation, Reflection, Subject or respondents in this study are all students of Agricultural Engineering study program semester III academic year 2019-2020.  The results showed that the attitude of students of semester III TA. Odd 2019/2020 faculty of Agriculture Department of Agricultural Engineering UM. Mataram towards the use of Selfie Activity Techniques in Al-Islam III (Akhlak) courses is positive. Data calculations show that 31 students (42, 1%) have a positive attitude towards the use of such techniques. There were 27 students (36, 8%) negative attitude to the use of such techniques. There are 11 students (13, 2%) be mediocre towards the use of such techniques. There are 6 students (7, 9%) be very positive about the use of these techniques. And, no students (0%) who are very negative towards the use of such techniques.
UPAYA DERADIKALISASI AGAMA (PENGEMBANGAN BAHAN AJAR AQIDAH-AKHLAK BERBASIS HUMANISTIK) M. Anugrah Arifin; Najamudin Najamudin
Jurnal Tatsqif Vol. 17 No. 2 (2019): KAJIAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.265 KB) | DOI: 10.20414/jtq.v17i2.1912

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas perihal peyusunan dan pengembangan bahan ajar Aqidah-Akhlak berbasis humanistik sebagai upaya deradikalisasi agama. Penelitian ini menggunakan desain pengembangan yang dikenalkan oleh Borg & Gall yaitu Educational R & D atau Research-Based Development dengan 7 tahapan. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram yang terdiri dari 2 Program Studi yaitu; Teknologi Pertanian (TP) dan Teknologi Hasil Pertanian (THP). Adapun sampel ditentukan berdasarkan keterpenuhan kebutuhan (purposive sampling). Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa kurang memahami hakikat agama Islam, ketetapan Allah (taqdir), iman, Islam, dan konsep Islam tentang pergaulan dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, termasuk mengenai isu khilafah. Penelitian ini menghasilkan sebuah bahan ajar Aqidah-Akhlak berbasis humanistik yang terdiri dari 4 BAB; Islam sebagai way of life, manusia dan taqdir, Islam dan pergaulan dalam masyarakat, serta akhlak bernegara.
Komparasi Agama Dan Negara Sebagai Upaya Deradikalisasi Melalui Pendidikan Agama Islam Arifin, M. Anugrah; Mappanyompa, Mappayompa; Palahuddin, Palahuddin
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 7, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v7i1.10317

Abstract

Abstrak : Penelitian ini merupakan upaya ilmiah untuk mengkomparasikan konsep normative idealis tentang hukuman bagi tindak pidana pencurian dalam prespektif Islam dengan Negara. Urgensi dari penelitian ini adalah untuk mencari titik temu antara penegakkan syariát Islam dalam tindak pidana pencurian yang kerapkali dikonfrontasikan dengan hukum negara. Penelitian ini merupakan jenis penilitian Kualitatif dengan pendekatan Studi Kepustakaan. Peneliti mengelaborasi dan mengkomparasikan sumber primer yang menjadi objek utama penelitian yaitu; teks Al-Qurán surat Al-Maidah ayat 33-38 dan BAB XXII Pasal 362-367 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah editing, Organizing & finding. Adapun analisis data yang digunakan adalah Deduktif-Komparatif dimana penelitian ini berangkat dari konsep-konsep umum mengenai tindak pidana pencurian dalam Islam kemudian dikomparasikan dengan konsep umum tindak pidana pencurian dalam BAB XXII Pasal 362-367 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) sehingga dapat disimpulkan bahwa secara normative, Syariát Islam dengan Hukum Negara memiliki kesamaan dalam konsep dan tujuan (Maqasid Asy-Syar‎’iyah) pemberian hukuman (had) bagi pelaku tindak pidana pencurian yang disertai dengan perbuatan mengancam nyawa orang lain (Al-Muharib ) yaitu; ancaman kurungan penjara (yunfauna min al-ardhi) sampai dengan hukuman mati. Dengan demikian upaya deradikalisasi dapat dilakukan dengan memberikan edukasi bahwa Syariat Islam telah termanisfesatasikan dalam hukum di NKRI dengan menggunakan maqoshid asy-syaríyah sebagai jembatan penghubung antara Islam dengan Negara sehingga dapat dipahami bahwa Islam menjadi nilai dalam sendi-sendi kehidupan benegara. Abstract:  This research is a scientific effort to compare the idealistic normative concept of punishment for the crime of theft in an Islamic perspective with the state. The urgency of this research is to find common ground between the enforcement of Islamic law in the crime of theft which is often confronted with state law. This research is a type of qualitative research with a literature study approach. The researcher elaborates and compares the primary sources which are the main objects of research, namely; the text of the Koran Al-Maidah verses 33-38 and CHAPTER XXII Articles 362-367 of the Criminal Code (KUHP). Data collection techniques used are editing, organizing & finding. The data analysis used is Deductive-Comparative where this research departs from general concepts regarding the crime of theft in Islam and then compares it with the general concept of the crime of theft in CHAPTER XXII Articles 362-367 of the Criminal Code (KUHP) so that it can concluded that normatively, Islamic Shari'a and State Law have similarities in the concept and purpose (Maqasid Asy-Syar‎'iyah) of giving punishment (had) for perpetrators of the crime of theft accompanied by acts that threaten the lives of others (Al-Muharib), namely; the threat of imprisonment (yunfauna min al-ardhi) up to the death penalty. Thus deradicalization efforts can be carried out by providing education that Islamic Shari'a has been manifested in law in the Republic of Indonesia by using maqoshid ash-syaríyah as a bridge between Islam and the state so that it can be understood that Islam is a value in the joints of state life.