Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 pada Puasa Ramadan Aprilia, Dinda; Decroli, Eva; Kam, Alexander; Ulvyana, Vyora
Health and Medical Journal Vol 7, No 3 (2025): HEME September 2025
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v7i3.1723

Abstract

Jumlah penyandang diabetes melitus (DM) tipe 2 di kalangan muslim global diperkirakan mencapai 148 juta, dengan sekitar 116 juta di antaranya melaksanakan ibadah puasa Ramadan. Sebanyak 45% populasi muslim dunia berada di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar. Kondisi ini menimbulkan tantangan klinis karena banyak penyandang DM tipe 2 tetap berpuasa meskipun berisiko mengalami komplikasi akibat perubahan pola makan dan pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keamanan dan efektivitas manajemen diabetes tipe 2 selama puasa Ramadan serta menyusun rekomendasi berbasis bukti bagi penyandang diabetes. Penelitian ini merupakan tinjauan literatur sistematis terhadap studi-studi yang membahas manajemen DM tipe 2 selama Ramadan, dengan pencarian artikel dari database PubMed, Scopus, dan Google Scholar menggunakan kata kunci “diabetes tipe 2”, dan “puasa ramadhan”. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang baik, termasuk edukasi pra-Ramadan, penyesuaian terapi farmakologis, dan pemantauan glukosa yang adekuat, sebagian besar penyandang DM tipe 2 dapat menjalankan puasa dengan aman. Namun, komplikasi seperti hipoglikemia, hiperglikemia, ketoasidosis diabetikum (KAD), dan dehidrasi tetap menjadi risiko utama bagi mereka yang berpuasa tanpa panduan medis. Terdapat kebutuhan mendesak akan pedoman praktis dan individualisasi manajemen DM tipe 2 selama Ramadan untuk meminimalkan risiko komplikasi dan meningkatkan keamanan beribadah bagi penyandang diabetes.
Profile of carbapenemase genes among sepsis patients at a tertiary hospital in Indonesia Fadrian, Fadrian; Linosefa, Linosefa; Ahmad, Armen; Ulvyana, Vyora; Putri, Vidola Yasena; Fasril, Thira
JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JKKI, Vol 17, No 2, (2026)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKKI.Vol17.Iss2.art9

Abstract

Background: Multidrug-resistant gram-negative bacteria represent a major clinical challenge in patients with sepsis. Recent data indicate that the increasing global prevalence of carbapenemase-producing bacteria poses an urgent threat to public health. Objectives: This study aimed to describe the distribution of carbapenemase genes among sepsis patients at Dr. M. Djamil General Hospital, Padang. Methods: This was a descriptive cross-sectional study involving 211 specimens obtained from sepsis patients over a nine-month period of hospitalization at Dr. M. Djamil General Hospital. Specimens consisted of blood, respiratory, pus, and urine specimens. Detection of carbapenemase genes including blaKPC, blaOXA, blaNDM, blaVIM, blaIMP, and blaGES was performed using real-time PCR. Data were analyzed descriptively and the Chi-square test was used with IBM SPSS Statistics version 25.0. Results: Among the sepsis patients included in the study, 211 specimens were analyzed; most patients were aged over 60 years (53.1%) and were predominantly male (57.3%). The most frequent sources of infection were CAP (52.1%) and HAP (33.2%). Positive bacterial cultures were found in 58.8% of patients, with Klebsiella pneumoniae (39.8%) and Escherichia coli (7.6%) being the most prevalent isolates. The distribution of carbapenemase genes was dominated by the blaOXA gene (33.6%) and the blaNDM gene (22.3%), while blaGES (4.7%), blaVIM (4.3%), and blaIMP (0.9%) were identified in only a limited number of isolates. The mean SOFA score was 5.75 ± 3.16, and the overall mortality rate was 66.4%. The results of statistical analysis showed that there was no significant relationship between the presence of the carbapenemase gene and mortality (OR 0.683; 95% CI=0.384–1.216; p=0.195). Isolates carrying carbapenemase genes were significantly associated with carbapenem resistance (OR=11.15; 95% CI: 5.28–23.55; p<0.05).Conclusion: In this study, blaOXA and blaNDM were the predominant genes, while blaVIM, blaGES, and blaIMP were detected in a limited number of isolates.