Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Ekowisata Mangrove Desa Lembar Selatan sebagai Sumber Belajar IPA Syarful Annam; Naf'atuzzahrah; Syuzita, Amalia
Hamzanwadi Journal of Science Education Vol. 1 No. 2 (2024): Hamzanwadi Journal of Science Education
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/hijase.v1i2.26940

Abstract

Pendidikan umumnya menuntut proses pembelajaran hendaknya diarahkantidak hanya kepada pemahaman tekstual semata, dan menyarankan pembelajaranyang kontekstual. Dimana, pembelajaran hendaknya memanfaatkan berbagai macamsumber belajar yang mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sertatidak lepas dari hal-hal up to date yang berkembang di lingkungan dan masyarakatsekitar. Artikel ini bertujuan untuk memanfaatkan isu lingkungan sekitar sebagaisumber belajar, diharapkan siswa akan memperoleh informasi lebih akurat dan dapatdipertanggungjawabkan.  Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni wawancara dan observasi yang dilakukan di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB dan Kawasan ekowisata Lembar Selatan. Responden yang diwawancara yaitu guru mata pelajaran IPA yang berjumlah 2 orang. Proses analisis data terdiri dari beberapa beberapa langkah, yaitu menuliskan wawancara atau observasi, mengidentifikasi kode atau tema, mengategorikan data, dan menafsirkan temuan. Pembelajaran IPA dapat memanfaatkan ekowisata sebagai sumber belajar, salah satunya ekowisata Ekosistem Mangrove Lembar Selatan. Peserta didik dapat memahami langsung materi IPA seperti pencemaran lingkungan khususnya pencemaran air dan Struktur dan Fungsi Tumbuhan dengan mengamati langsunglingkungan sekitarnya seperti yang ada di Ekosistem Mangrove Desa Lembar Selatan.
Integrasi Pembelajaran IPA dengan Lingkungan Ekowisata Melalui Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Sekotong, Lombok Barat Naf'atuzzahrah; Mahmudah, Huraiza
Jurnal Pengabdian Pendidikan IPA Kontekstual Vol. 2 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Postgraduate Program, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppik.v2i1.1528

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan salah satu bentuk pengabdian yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan teori ke dalam konteks nyata. Kegiatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan lingkungan ekowisata sebagai sumber pembelajaran pada sekolah menengah pertama (SMP). KKL dilaksanakan melalui survei lokasi ekowisata, observasi sekolah, penyusunan perangkat pembelajaran berbasis kurikulum merdeka terintegrasi ekowisata, pelaksanaan pembelajaran, serta evaluasi kegiatan secara menyeluruh. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lingkungan ekowisata Mangrove Tanjung Batu memiliki potensi edukatif yang dapat diintegrasikan dalam materi IPA, khususnya pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati. Kegiatan ini mendukung pelaksanaan pembelajaran kontekstual, meningkatkan motivasi belajar, serta memperkuat kompetensi pedagogik mahasiswa. Namun beberapa hambatan ditemukan seperti keterbatasan fasilitas dan waktu pelaksanaan. Secara keseluruhan, kegiatan KKL dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pembelajaran IPA berbasis lingkungan dan ekowisata.
PENGABDIAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM BIMBINGAN BELAJAR DAN KREATIVITAS SAINS (IPA) UNTUK ANAK-ANAK DI DUSUN TATO, DESA SANDIK, BATULAYAR Naf'atuzzahrah
Jurnal Pengabdian Pendidikan IPA Kontekstual Vol. 2 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Postgraduate Program, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppik.v2i1.1558

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa secara interdisipliner, institusional, dan kemitraan sebagai salah bentuk kegiatan tridharma perguruan tinggi. Adapun sasaran yang dipilih dalam kegiatan KKN Era New Normal ini adalah Dusun Tato. Dusun Tato merupakan salah satu dusun yang ada di Desa Sandik. Pandemic Covid-19 yang melanda dunia saat ini berdampak pada seluruh bidang kehidupan, salah satunya yaitu sektor pendidikan. Salah satu dampak yang ditimbulkan yaitu kurangnya interaksi antara guru dan peserta didik bahkan antar-peserta didik itu sendiri. Dampak Covid-19 tersebut menimbulkan beberapa permasalahan di Dusun Tato, selain pada bidang ekonomi juga berdampak pada kegiatan pembelajaran anak. Anak-anak menjadi malas belajar dan lebih banyak bermain. Oleh karena itu, kelompok KKN Terpadu Era New Normal tertarik untuk membantu mengatasi hal tersebut agar tercapainya keadaan yang lebih baik melalui Program Mengajar di Desa. Salah satunya yaitu melalui program bimbingan belajar dan kreativitas sains untuk meningkatkan minat belajar anak-anak di Dusun Tato. Target dari kegiatan ini adalah anak-anak Dusun Tato dengan jenjang pendidikan SMA/MA. Dengan menggunakan metode eksperimen, program bimbingan belajar dan kreativitas sains telah berhasil dilaksanakan dan dapat meningkatkan minat belajar anak-anak di Dusun Tato.
Program Mengajar di Desa sebagai Upaya Pendampingan Pembelajaran Anak di Dusun Tato, Desa Sandik, Lombok Barat Naf'atuzzahrah
Jurnal Pengabdian Pendidikan IPA Kontekstual Vol. 2 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Postgraduate Program, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppik.v2i1.1563

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak pada berbagai sektor kehidupan, termasuk pendidikan. Kondisi ini menyebabkan kegiatan pembelajaran anak di Dusun Tato, Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat menjadi kurang optimal, sehingga banyak anak lebih banyak bermain dan kurang termotivasi untuk belajar. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terpadu Era New Normal dengan tujuan membantu meningkatkan minat belajar anak melalui program mengajar di desa. Metode pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan bimbingan belajar yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan peserta, mulai dari TK/RA, SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/MA. Selain program utama berupa bimbingan belajar, kegiatan ini juga dilengkapi dengan program tambahan seperti bimbingan mengaji, kerja bakti lingkungan, membantu kegiatan posyandu, serta sosialisasi pengolahan sampah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program bimbingan belajar mampu meningkatkan minat dan partisipasi anak dalam kegiatan pembelajaran serta mendapat respon positif dari masyarakat. Dengan demikian, program mengajar di desa dapat menjadi salah satu upaya pendampingan pendidikan anak di masyarakat, khususnya pada masa adaptasi kebiasaan baru.