Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Metode Project Oriented Problem Based Learning (POPBL) pada Mata Pelajaran Fiqih untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa di kelas VIII MTs Teladan Gebang Putri, Aulia; Adila, Intan; Bunga, Sakia
JOSEE : Jurnal Intelektual Mahasiswa Vol 2 No 02 (2024): Education and Learning
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah Manna Wa Salwa Tanah Datar Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh situasi pendidikan yang mengharuskan untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Saat ini, proses pembelajaran pendidikan 4.0 mengakomodasi kemampuan utama abad 21 atau seringkali dikenal dengan 4Cs 21st Century Skills dengan salah satunya ialah kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, terutama pada mata pelajaran fiqih yang membutuhkan kemampuan tersebut, sebab fiqih merupakan mata pelajaran yang membahas tentang ibadah dan segala hukum yang ada dalam ajaran agama Islam. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta hasil belajar siswa melalui implementasi metode Project Oriented Problem Based Learning (POPBL). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan subjek penelitian sebanyak 36 siswa kelas VIII2 (Maliki) MTs Teladan Gebang. Hasil penelitian yang dilakukan dengan upaya 2 siklus menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa secara efektif dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan aktifnya keterlibatan siswa dalam suasana belajar yang menyenangkan Berdasarkan hasil tersebut, dapat diamil kesimpulan bahwa metode POPBL dapat diterapkan secara berkelanjutan dan dikembangkan lebih lanjut untuk memaksimalkan potensi siswa dalam berpikir kritis dan pemahaman materi.
Pengembangan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam Melalui Pelatihan Digitalisasi Pembelajaran di SMK Negeri 1 Tanjung Pura Adila, Intan; Muchtar, Muhizar; Ramayani, Nurmisda
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2744

Abstract

Kemajuan teknologi yang memasuki era Society 5.0, digitalisasi termasuk kedalam komponen utama keberhasilan pendidikan. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki tanggung jawab ganda: mentransformasi nilai spiritual sekaligus beradaptasi dengan teknologi instruksional yang inovatif. Upaya ini selaras dengan mandat QS. Al-Mujadilah: 11 mengenai peningkatan derajat melalui ilmu pengetahuan. Lokasi penelitian ini bertempat di SMK N 1 Tanjung Pura, dengan karakterisitik peserta didik sudah relevan dengan media digital. Namun, observasi lapangan menunjukkan adanya kesenjangan literasi digital, guru PAI menghadapi tantangan dalam menyajikan materi yang adaptif guna meningkatkan minat dan pemahaman siswa. Oleh karena itu, pengembangan kompetensi melalui pelatihan digitalisasi menjadi langkah krusial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan. Data dihimpun melalui teknik observasi partisipatif, wawancara semistruktur, dan analisis portofolio digital guru. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan secara induktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan pelatihan digitalisasi pembelajaran bagi guru PAI dan menganalisis dampak pelatihan tersebut terhadap pengembangan 6 kompetensi guru (profesional-personal religius) di SMK N 1 Tanjung Pura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan digitalisasi memberikan signifikansi positif terhadap literasi digital guru PAI. Peningkatan kompetensi terlihat pada kemampuan guru dalam merancang media pembelajaran inovatif terutama pada materi akidah, akhlak dan sejarah kebudayaan islam. Guru PAI kini lebih inovatif dalam mengemas materi keagamaan yang sebelumnya bersifat konvensional menjadi lebih visual dan interaktif. Kendala utama yang ditemukan adalah keterbatasan waktu persiapan media, namun hal ini dapat diatasi melalui kolaborasi antar-guru dalam komunitas belajar di sekolah, dan dukungan infrastruktur sekolah serta keberlanjutan pelatihan menjadi kunci keberhasilan transformasi digital dalam pendidikan agama.