Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Spatial analysis of zinc (Zn) heavy metal distribution in the waters of Staring Bay, Southeast Sulawesi Wildayati; Armid; Takwir, Amadhan
Waste Handling and Environmental Monitoring Vol. 1 No. 2: (August) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/whem.v1i2.2024.1206

Abstract

Background: A spatial study of the distribution of heavy metal zinc (Zn) in the waters of Staring Bay, Southeast Sulawesi, has been conducted. This research aims to determine the spatial distribution of heavy metal Zn in the waters of Staring Bay. Methods: Sampling was carried out at 12 stations in the bay using a purposive sampling method. The concentration of heavy metal Zn in seawater samples was determined using an Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Spatial analysis was performed using the Inverse Distance Weight (IDW) interpolation method (power = 2) with data processing software (ArcGIS 10.1). Findings: The results of the study indicate that the Zn metal concentration at the 12 research stations ranges from 0.0141 to 0.2085 ppm, with an average of 0.0668 ppm. The highest concentration of Zn metal is found at station 1. The results of the spatial analysis, with 12 stations, show that the area from the open sea to the coast of Tanjung Tiram Village has been contaminated with Zn heavy metal, ranging from 0.0132 to 0.2085 ppm. The same contamination is observed in the northern part of Wawosunggu Island, from the river mouth near Rumbia-rumbia Village to Lara Island, which has also been contaminated with a range of 0.0572 to 0.2085 ppm. Conclusion: Based on the contaminant factor (CF) values, the highest contamination by Zn metal occurs at station 1. Environmental variables (salinity, pH, temperature) show no significant effect on the concentration of Zn heavy metal. Novelty/Originality of this article: This study provides a comprehensive spatial analysis of zinc (Zn) contamination in Staring Bay, highlighting critical areas of pollution. It uniquely employs the Inverse Distance Weight interpolation method, revealing significant contamination patterns with minimal influence from environmental variables.
EDUKASI STRETCHING DAN STRENGTHENING UNTUK MENCEGAH CEDERA OLAHRAGA PADA MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Sitti Fatimah Azzahra.M; Wildayati; Muhammad Fadli; Miftahul Janna; Andi W. Fajriansyah Al-Ghifari
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6260

Abstract

Mahasiswa merupakan kelompok usia produktif yang memiliki tingkat aktivitas fisik tinggi, namun seringkali mengalami cedera olahraga akibat kurangnya pengetahuan tentang teknik pencegahan yang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam melakukan stretching dan strengthening sebagai upaya preventif cedera olahraga. Kegiatan dilaksanakan di Universitas Negeri Makassar dengan melibatkan 60 mahasiswa dari fakultas ilmu keolahragaan dan kesehatan yang aktif dalam kegiatan olahraga. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif, workshop praktik, dan pendampingan berkelanjutan selama empat minggu. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan mahasiswa sebesar 82% tentang teknik stretching dan strengthening yang benar, dengan 88% mahasiswa mampu mempraktikkan gerakan dengan teknik yang tepat dan melaporkan penurunan keluhan nyeri otot serta peningkatan performa. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam membangun budaya pencegahan cedera di kalangan mahasiswa dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya persiapan fisik yang komprehensif sebelum berolahraga.
UPAYA PENINGKATAN DETEKSI DINI GANGGUAN KESEIMBANGAN PADA MAHASISWA Wildayati; Sitti Fatimah Azzahra M; Andi Muhammad Rizky Al Mufarid; Muhammad Rizky Alfarizi; Mohammad Fandi Kurnia
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6302

Abstract

Gangguan keseimbangan pada mahasiswa merupakan permasalahan kesehatan yang sering terabaikan namun memiliki dampak signifikan terhadap aktivitas akademik dan kualitas hidup. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini gangguan keseimbangan pada mahasiswa melalui pelatihan dan skrining kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan tentang gangguan keseimbangan, pelatihan penggunaan instrumen skrining, serta pelaksanaan pemeriksaan keseimbangan menggunakan One Leg Stand Test. Kegiatan diikuti oleh 60 mahasiswa dari program studi PJKR. Hasil menunjukkan bahwa 28,3% mahasiswa mengalami gangguan keseimbangan ringan hingga sedang, dengan faktor risiko utama meliputi kurang aktivitas fisik, gangguan tidur, dan penggunaan gadget berlebihan. Setelah mengikuti program, terjadi peningkatan pengetahuan mahasiswa tentang gangguan keseimbangan sebesar 67,5% dan 85% peserta mampu melakukan deteksi dini secara mandiri. Program ini efektif meningkatkan kesadaran dan kemampuan mahasiswa dalam mendeteksi gangguan keseimbangan secara dini, sehingga dapat dilakukan intervensi preventif untuk mencegah dampak yang lebih serius.
Pengaruh Program Core Stability Exercise Terhadap Peningkatan Keseimbangan Atlet Senam Sitti Fatimah Azzahra M; Wildayati; Muhammad Fadli
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol 14 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v14i1.5813

Abstract

Keseimbangan merupakan komponen biomotorik yang sangat krusial dalam cabang olahraga senam, mengingat hampir seluruh gerakan senam menuntut kemampuan atlet untuk mempertahankan posisi tubuh secara stabil baik dalam kondisi statis maupun dinamis. Core stability exercise merupakan program latihan yang berfokus pada penguatan otot-otot inti tubuh yang meliputi otot perut, punggung bawah, panggul, dan pinggul sebagai fondasi utama dalam menghasilkan gerakan yang efisien dan terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program core stability exercise terhadap peningkatan keseimbangan atlet senam. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan pre-test dan post-test control group design. Subjek penelitian terdiri dari 30 atlet senam aktif yang dibagi secara acak menjadi kelompok eksperimen (n=15) dan kelompok kontrol (n=15). Program latihan core stability exercise diberikan selama 8 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu. Instrumen pengukuran keseimbangan menggunakan Balance Error Scoring System (BESS) dan Star Excursion Balance Test (SEBT). Hasil analisis menggunakan uji paired t-test menunjukkan terdapat peningkatan keseimbangan yang signifikan pada kelompok eksperimen (p < 0,05) dengan nilai rerata pre-test pada BESS 18,6 ± 3,2 dan post-test 10,3 ± 2,7. Sementara kelompok kontrol nilai rerata pre-test pada BESS 18,1 ± 3,5 dan posttest 17,4 ± 3,3). nilai rerata pre-test pada SEBT 69,2 ± 4,7dan post-test 80,7 ± 4,4. Sementara kelompok kontrol nilai rerata pre-test pada SEBT 68,9 ± 4,9 dan posttest 68,9 ± 4,9). Disimpulkan bahwa program core stability exercise secara signifikan dapat meningkatkan keseimbangan atlet senam. Kata Kunci: Core Stability Exercise, Keseimbangan, Atlet Senam, BESS, SEBT
PENGARUH LATIHAN LARI ZIGZAG DALAM MENINGKATKAN KELINCAHAN PADA MAHASISWA OLAHRAGA UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR wildayati; Miftahul janna; Ahmad Zakaria
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v26i2.6320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan lari zigzag terhadap peningkatan kelincahan pada mahasiswa program studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan rekreasi di Universitas Negeri Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pre-test dan post-test one group design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar, dengan sampel sebanyak 30 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kelincahan adalah Illinois Agility Run Test. Latihan lari zigzag diberikan selama delapan minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Analisis data menggunakan uji-t berpasangan (paired sample t-test) dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan latihan lari zigzag terhadap peningkatan kelincahan mahasiswa, dengan nilai t-hitung sebesar 8,742 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Rerata nilai kelincahan sebelum perlakuan adalah 18,34 detik dan setelah perlakuan meningkat menjadi 15,67 detik. Disimpulkan bahwa latihan lari zigzag secara signifikan mampu meningkatkan kelincahan mahasiswa olahraga di Universitas Negeri Makassar. Implikasi penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam penyusunan program latihan fisik khususnya komponen kelincahan bagi mahasiswa olahraga. Kata Kunci: Latihan Lari Zigzag, Kelincahan, Mahasiswa Olahraga, Illinois Agility Run Test
PENGARUH LATIHAN SIT UP TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT RECTUS ABDOMINIS PADA MAHASISWA OLAHRAGA UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR wildayati
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v26i2.6322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan sit up terhadap peningkatan kekuatan otot rectus abdominis pada mahasiswa program studi olahraga di Universitas Negeri Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pre-test dan post-test one group design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar, dengan sampel sebanyak 30 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kekuatan otot rectus abdominis adalah tes sit up 60 detik. Latihan sit up diberikan selama delapan minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Analisis data menggunakan uji-t berpasangan (paired sample t-test) dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan latihan sit up terhadap peningkatan kekuatan otot rectus abdominis mahasiswa, dengan nilai t-hitung sebesar 9,214 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Rerata jumlah sit up sebelum perlakuan adalah 22,47 repetisi dan setelah perlakuan meningkat menjadi 31,83 repetisi. Disimpulkan bahwa latihan sit up secara signifikan mampu meningkatkan kekuatan otot rectus abdominis mahasiswa olahraga di Universitas Negeri Makassar. Kata Kunci: Latihan Sit Up, Kekuatan Otot, Rectus Abdominis, Mahasiswa Olahraga
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA OLAHRAGA Sitti Fatimah Azzahra.M; Wildayati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the relationship between learning motivation and academic achievement of sports program students. Learning motivation is a psychological factor that plays a crucial role in determining a person's academic success, especially for students who have a dual burden between academic demands and physical training. The research method used is correlational with a quantitative approach. The research sample consisted of 120 students selected using stratified random sampling technique from four active academic years. Data collection instruments used a learning motivation questionnaire that has been tested for validity and reliability, as well as Grade Point Average (GPA) data obtained from the university's academic system. Data analysis used Pearson correlation and simple linear regression with a significance level of α = 0.05. The results showed a positive and significant relationship between learning motivation and academic achievement of sports students (r = 0.672; p < 0.001). The coefficient of determination shows that learning motivation contributes 45.2% to academic achievement. Intrinsic motivation proved to have a stronger correlation than extrinsic motivation on student GPA. It was concluded that improving learning motivation, especially intrinsic motivation, needs to be a major concern
PERAN REMAJA DALAM KESADARAN BEROLAHRAGA DI MASYARAKAT Fadli, Muhammad; Andi W Fajriansyah Al-Ghifari; Muhammad Rizky Alfarizi; Sitti Fatimah Azzahra; Wildayati
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 02 (2026): MARET 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesadaran berolahraga di masyarakat Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama di era digital yang cenderung mendorong gaya hidup sedentari. Remaja sebagai generasi penerus bangsa memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran berolahraga di lingkungan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengoptimalkan peran remaja sebagai agen perubahan dalam membudayakan aktivitas olahraga di komunitas lokal. Metode pelaksanaan meliputi pendampingan, pelatihan kepemimpinan olahraga, serta pembentukan komunitas olahraga berbasis remaja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa remaja yang diberdayakan mampu menjadi penggerak utama dalam menginisiasi program olahraga rutin, mengajak peer group dan keluarga untuk berolahraga, serta menciptakan lingkungan yang suportif terhadap aktivitas fisik. Partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga meningkat sebesar 45% setelah adanya intervensi melalui remaja. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah remaja memiliki potensi besar sebagai katalisator perubahan perilaku kesehatan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi berolahraga. Diperlukan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak untuk mempertahankan dan mengembangkan peran remaja dalam ekosistem olahraga masyarakat.