Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Aktivitas Fisik terhadap Profil Glikemik pada Lansia dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 dari Perspektif Fisika Energi Prodyanatasari, Arshy; Mely Purnadianty; Mardiana Prasetyani Putri; Novia Agustina
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i2.289

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) pada lansia memerlukan pendekatan penanganan yang holistik, termasuk melalui aktivitas fisik. Namun, hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan profil glikemik pada populasi lansia di Puskesmas Silir, Kabupaten Kediri, masih belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas fisik terhadap profil glikemik, meliputi kadar gula darah puasa, postprandial, dan HbA1c, pada lansia penderita DMT2. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 100 responden lansia berusia 60–70 tahun di wilayah kerja Puskesmas Silir. Data dikumpulkan melalui kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) untuk mengukur tingkat aktivitas fisik dan pemeriksaan laboratorium untuk menilai profil glikemik. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43% responden dengan aktivitas fisik rendah memiliki kadar gula darah yang tinggi, sementara responden dengan aktivitas fisik berat menunjukkan profil glikemik terbaik. Secara statistik, terdapat hubungan yang signifikan antara peningkatan intensitas aktivitas fisik dengan perbaikan kadar gula darah (p < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat berhubungan dengan kontrol glikemik yang lebih baik pada lansia penderita DMT2. Temuan ini memperkuat pentingnya aktivitas fisik sebagai bagian dari manajemen DMT2 pada lansia. Untuk penelitian selanjutnya, diperlukan studi longitudinal guna mengevaluasi dampak jangka panjang aktivitas fisik terhadap stabilitas glikemik pada populasi ini.
Adsorpsi Serbuk Kunyit dan Jahe Emprit untuk Menurunkan Bilangan Asam Minyak Jelantah Mardiana Prasetyani Putri; Prodyanatasari, Arshy; Mely Purnadianty
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i2.317

Abstract

Limbah minyak jelantah memberikan dampak negatif yang signifikan bagi kesehatan manusia dan keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, upaya regenerasi atau pemurnian kembali minyak tersebut diperlukan. Salah satu metode yang dinilai efektif untuk tujuan tersebut adalah proses adsorpsi. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis efektivitas proses adsorpsi dalam menurunkan bilangan asam pada minyak jelantah dengan variasi waktu kontak yang berbeda. Pendekatan eksperimental diterapkan dengan membandingkan nilai bilangan asam sampel sebelum dan setelah perlakuan adsorpsi. Proses adsorpsi menggunakan kombinasi adsorben dari kunyit (Curcuma longa) dan jahe emprit (Zingiber officinale var. Amarum) dengan komposisi massa 1:1. Sampel yang digunakan merupakan minyak goreng sawit yang telah dimanfaatkan sebanyak tiga kali untuk menggoreng produk ikan. Adsorpsi dilakukan pada kondisi suhu tetap 70°C dengan variasi durasi kontak secara bertahap, yaitu 30, 35, 40, 45, 50, 55, dan 60 menit. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa bilangan asam awal minyak jelantah sebesar 0,3636 mg NaOH/g. Setelah proses adsorpsi, terjadi penurunan nilai bilangan asam yang signifikan seiring dengan meningkatnya waktu kontak. Nilai bilangan asam pada masing-masing variasi waktu tersebut secara berurutan adalah 0,2460; 0,1654; 0,1328; 0,1197; 0,0914; 0,0827; dan 0,0457 mg NaOH/g. Tren penurunan ini mengindikasikan bahwa efisiensi proses adsorpsi meningkat sejalan dengan pertambahan waktu kontak. Fenomena penurunan bilangan asam ini diduga kuat disebabkan oleh kehadiran senyawa antioksidan, yakni kurkumin pada kunyit dan gingerol pada jahe emprit. Senyawa-senyawa bioaktif tersebut bekerja secara efektif dalam menghambat mekanisme oksidasi lemak, yang merupakan faktor primer peningkatan bilangan asam.