Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Serbuk Gergaji sebagai Cinderamata dari Bahan Resin di Kecamatan Samarinda Seberang Hertianti, Erina; Nona, Risna; Nur Maulida Sari; Wartomo; Hernandi, M. Fikri; Salusu, Heriad Daud; Prayitno, Joko; Yusuf, Andi; Suryadi; Alfrida; Nurhamidah; Balfasd, Aulia Lutfi
ABDIKU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Mulawarman Vol. 2 No. 2 (2023): ABDIKU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Mulawarman
Publisher : Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/abdiku.v2i2.1045

Abstract

Limbah serbuk gergaji merupakan salah satu limbah sisa produksi perkayuan yang berdampak negatif bagi lingkungan jika dibiarkan menumpuk terus-menerus dan berakhir dengan dibakar, yang pada akhirnya akan menyebabkan polusi udara. Salah satu aplikasi dalam pemanfaatan limbah serbuk gergaji adalah memanfaatkan limbah tersebut menjadi suatu produk yang bernilai ekonomis tinggi. Program Studi Pengolahan Hasil Hutan, Jurusan Lingkungan dan Kehutanan, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda sebagai lembaga pendidikan vokasi yang memiliki fungsi Tridharma perguruan tinggi, khususnya di bidang Teknologi Hasil Hutan, berusaha menjalankan peran akademisi sebagai pendamping dalam bidang pengabdian bagi Masyarakat ataupun kelompok Masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi pemanfaatan limbah serbuk gergaji industri perkayuan menjadi cinderamata dengan bahan resin dan menghasilkan barang dengan nilai ekonomis tinggi dan memperkenalkan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda khususnya Program Studi Pengolahan Hasil Hutan tentang upaya pemanfaatan hasil hutan bukan kayu berupa limbah serbuk kayu akibat sisa industri perkayuan. Metode kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, antara lain: survei ke lapangan dan melakukaan koordinasi dengan pihak setempat, pelaksanaan kegiatan pelatihan dan praktek langsung pembuatan cinderamata dari bahan resin dan limbah serbuk gergaji, diskusi selama kegiatan berlangsung dan evaluasi kegiatan yang dilakukan oleh peserta untuk mengetahui dan menganalisis ketercapaian pelaksanaan kegiatan pengabdian. Hasil kegiatan ini adalah diperolehnya peningkatan dan pemahaman oleh kelompok masyarakat melalui pelatihan dan sosialisasi dalam pemanfaatan limbah serbuk gergaji menjadi produk dengan nilai ekonomis tinggi pada kelompok PKK Jalan Samratulangi Gang Gotong Royong RT.05 Kelurahan Gunung Panjang Kecamatan Samarinda Seberang.
Pelatihan Pertolongan Pertama Serangan Jantung/Basic Life Support (BLS) Di Desa Nupabomba Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala, 06 April 2026: Heart Attack First Aid/Basic Life Support (BLS) Training in Nupabomba Village, Tanantovea District, Donggala Regency, April 6, 2026 Helena Pangaribuan; Andi Fatmawati Syamsu; Ismunandar; Fitria Masulili; Supirno; Baiq Emy Nurmalisa; Alfrida
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 4: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.10528

Abstract

Serangan jantung dan henti jantung mendadak merupakan kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat untuk meningkatkan peluang keselamatan korban. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pertolongan pertama dan Basic Life Support (BLS) menjadi salah satu faktor yang dapat memperburuk kondisi korban sebelum mendapatkan bantuan medis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Nupabomba Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala mengenai pertolongan pertama serangan jantung dan Basic Life Support (BLS). Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 06 April 2026 dengan metode penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung teknik resusitasi jantung paru (RJP), pemeriksaan respons korban, pemanggilan bantuan, serta kompresi dada yang benar. Peserta kegiatan terdiri dari masyarakat dan aparat desa yang mengikuti pelatihan secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai tanda dan gejala serangan jantung serta langkah-langkah pertolongan pertama sebelum korban dirujuk ke fasilitas kesehatan. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan teknik dasar BLS dengan baik setelah dilakukan simulasi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan jantung di lingkungan sekitar.