Devita, Vera Febri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEANEKARAGAMAN KOMUNITAS Strombus spp. DAN PARAMETER KUALITAS AIR DI PERAIRAN PENGUDANG BINTAN Putri, Salsabila; Roseani Baiti Rohmah; Devita, Vera Febri; Safitri, Fanny Dwi; Samrota, Mohd. Nabil; Kurniawan, Dana; Ardyanti, Suci Novri; Putri, Shika Meylani; Ramadhan, Muhammad Fitrah; Kelana, Indra; Murshalas, Eagie; Anggraini, Rika; Pratomo, Arief; Yandri, Falmi
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v4i1.1194

Abstract

Kepulauan Riau adalah salah satu provinsi yang terdiri dari berbagai pulau, diantaranya seperti Pulau Dompak dan Pulau Bintan. Sumber daya hayati laut di Pulau Bintan memiliki fungsi yang sangat penting (Irawan et. al. 2020). Banyaknya aktivitas masyarakat di sekitar pesisir akan mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan dan menyebabkan rendahnya populasi organisme yang berada didalamnya, salah satu diantaranya organisme tersebut adalah Strombus spp. Salah satu jenis dari organisme Strombus spp. adalah siput gonggong. Keberadaan dari siput gonggong ini bisa menggambarkan kondisi kualitas lingkungan karena siput gonggong ini hidup menetap dikawasan pasang surut. Pengamatan ini bertujuan untuk menentukan indeks ekologi dan membandingkan status kualitas lingkungan dengan standar baku mutu bagi biota. Pengukuran parameter insitu di lapangan dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan di setiap titik, setelah itu dilakukan pengambilan sampel air untuk analisis total suspended solid (TSS) yang digunakan dalam pengambilan data Strombus spp. pada perairan tidak tercemar dan perairan tercemar adalah metode line transek. Pada perairan pengudang untuk nilai keseragaman Strombus spp didapatkan nilai sebesar 0.7 dengan kategori tinggi karena mendekati angka 1 berdasarkan nilai kriteria E, karena setiap jenis atau komunitas tersebut stabil. Pada perairan pengudang untuk nilai dominansi Strombus spp. didapatkan nilai sebesar 0.3 dengan kategori rendah, karena setiap jenis seragam dan rata. Parameter fisika dan kimia perairan berdasarkan PP RI No. 22 Tahun 2021, pH pada 2 stasiun tersebut termasuk optimum karena masih dalam ambang batas baku mutu. Jika pH terlalu tinggi atau terlalu rendah akan mempengaruhi ketahanan hidup Strombus spp.
Perbandingan Keanekaragaman Jenis Echinodermata Pada Zona Intertidal dengan Kondisi Lingkungan yang Berbeda di Perairan Pulau Bunguran Kabupaten Natuna Devita, Vera Febri; Pratomo, Arief; Nugraha, Aditya Hikmat
Jurnal Kelautan Tropis Vol 29, No 1 (2026): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v29i1.30150

Abstract

Keberadaan Echinodermata di zona intertidal dipengaruhi oleh keadaan lingkungannya. Namun demikian informasi keanekaragaman Echinodermata pada berbagai kondisi substrat di zona intertidal Pulau Natuna masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, dan menghitung kepadatan komunitas Echinodermata di pesisir Pulau Bunguran Kabupaten Natuna, serta mendeskripsikan perbandingan Echinodermata di perairan Pulau Bunguran Kabuaten Natuna. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan  Juli-Agustus 2025 pada 3 lokasi yakni Desa Cemaga, Desa Kelanga, dan Desa Penagi. Prosedur penelitian meliputi pengambilan sampel saat surut dengan menggunakan plot berukuran 5 x 5 m sepanjang 100 m dan sejajar dengan pantai. Analisis data mencakup kepadatan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominasi. Hasil pengamatan menunjukkan kondisi substrat lokasi penelitian pasir berkerikil dengan pecahan karang, hingga lumpur berpasir. Hasil penelitian menemukan 10 jenis Echinodermata dengan spesies paling banyak yakni Ophiucoma scolopendrina.  Archanster typicus ditemukan pada setiap lokasi penelitian. Nilai indeks keanekaragaman dan keseragaman menunjukkan variasi yang berbeda yakni kategori sedang hingga rendah. Tingkat keanekaragaman berdasarkan analisis tergolong sedang hingga rendah di tunjukkan dengan nilai H’ pada Desa Cemaga adalah Hꞌ= 0,98 kemudian Desa Kelanga Hꞌ= 1,33 serta Desa Penagi adalah Hꞌ= 0. Terdapat perbedaan kelimpahan komunitas Echinodemata antar lokasi yang signifikan kecuali pada Desa Cemaga dan Desa Kelanga. Hasil ini mengindikasikan variasi komunitas Echinodermata dipengaruhi oleh keberadaan substrat. Dan di desa penagi hanya ditemukan satu spesies yakni A.typicus.