Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fenomena Hijrah Instan: Tantangan dan Peran Pendidikan Islam dalam Membentuk Pemahaman yang Kritis dan Mendalam Zakiyah, Afifah Nur; Laily, Annida Nur Alfi; Hanifah, Mila; Fadhil, Abdul
Al-Marsus : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-marsus.v3i1.9665

Abstract

Abstrak Fenomena hijrah instan kini menjadi pembahasan penting dalam dinamika keagamaan kontemporer, terutama di kalangan generasi muda. Fenomena ini seringkali dipengaruhi oleh informasi di media sosial yang tidak disertai dengan pendalaman pemahaman keagamaan yang memadai. Akibatnya, muncul pola keberagamaan yang sekedar berfokus pada fisik dan simbolik  yang berisiko melahirkan sikap eksklusif atau bahkan intoleran. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis lebih mendalam fenomena hijrah instan serta peran pendidikan Islam dalam membentuk pemahaman keagamaan yang kritis dan mendalam, melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode kajian pustaka (library research). Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam perlu merevitalisasi kurikulum, memperkuat literasi keagamaan digital, meningkatkan kompetensi guru, serta membangun ekosistem belajar yang kolaboratif agar dapat menanamkan makna hijrah sebagai proses transformasi spiritual, intelektual, dan moral secara menyeluruh. Dengan pendekatan yang menyeluruh dan terintegrasi, pendidikan Islam diharapkan mampu menanamkan konsep hijrah sebagai proses transformasi jiwa dan akhlak yang mendalam dan berkelanjutan, bukan sekadar perubahan simbolik semata.   Abstract  The phenomenon of instant hijrah has now become an important discussion in contemporary religious dynamics, especially among the younger generation. This phenomenon is often influenced by information on social media that is not accompanied by adequate in-depth understanding of religion. As a result, a pattern of religiosity emerges that only focuses on the physical and symbolic which risks giving rise to exclusive or even intolerant attitudes. This article aims to analyze in more depth the phenomenon of instant hijrah and the role of Islamic education in forming a critical and in-depth understanding of religion, through a descriptive qualitative approach with a library research method. The results of the study indicate that Islamic education needs to revitalize the curriculum, strengthen digital religious literacy, improve teacher competence, and build a collaborative learning ecosystem in order to instill the meaning of hijrah as a process of spiritual, intellectual, and moral transformation as a whole. With a comprehensive and integrated approach, Islamic education is expected to be able to instill the concept of hijrah as a process of profound and sustainable transformation of the soul and morals, not just a mere symbolic change.
Korelasi Pemahaman Nilai Percaya Diri Qur’ani dengan Insecurity Mahasiswi Pendidikan Agama Islam Hanifah, Mila; Nurpratiwi, Suci; Siregar, Khairil Ikhsan
Edukhasi: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Inovasi Pendidikan
Publisher : Edu Berkah Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60132/jip.v4i2.624

Abstract

Insecure atau perasaan tidak percaya diri merupakan kondisi psikologis yang umum dialami banyak individu. Pemahaman terhadap nilai-nilai dalam Al-Qur’an diyakini dapat membantu seseorang menghadapi perasaan tidak aman melalui keyakinan bahwa setiap keterbatasan merupakan bagian dari ketetapan Allah yang perlu diterima dengan syukur dan ketenangan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemahaman nilai-nilai percaya diri dalam Al-Qur’an dengan tingkat insecure pada mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan populasi sebanyak 260 mahasiswi dan sampel penelitian sebanyak 125 responden. Pengumpulan dan analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics 26 dan Microsoft Excel melalui uji instrumen, analisis statistik, serta uji prasyarat analisis. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pemahaman nilai-nilai percaya diri dalam Al-Qur’an dengan tingkat insecure, dengan koefisien korelasi sebesar -0,347 yang menunjukkan hubungan negatif dengan tingkat kekuatan lemah. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi pemahaman terhadap nilai percaya diri dalam Al-Qur’an, maka tingkat insecure cenderung menurun. Namun, kontribusi variabel tersebut terhadap tingkat insecure hanya sebesar 12%, sehingga bukan merupakan faktor utama dalam meminimalisir insecure. Temuan ini menunjukkan perlunya pendekatan tambahan, seperti intervensi psikologis dan dukungan sosial, di luar pendekatan kognitif-teologis untuk membantu menurunkan tingkat insecure pada mahasiswi.