Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Nilai Karakteristik Asphalt Concrete-Wearing Course Terhadap Variasi Lama Rendaman Pada Air Gambut Sjelly Haniza; Ulfa Jusi; Riski Majid
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.158

Abstract

Perkerasan lentur (fleksibel pavement) merupakan jenis lapis perkerasan yang banyak digunakan karena dianggap memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan jenis perkerasan lainnya. Jenis lapis perkerasan yang terletak pada bagian atas permukaan dikenal dengan asphalt concrete wearing course. Kerusakan pada jalan fleksibel pavement selain terjadi akibat beban berlebih dapat juga terjadi akibat tidak berfungsinya drinase, sehingga terjadi genangan dibadan jalan yang cukup lama. Genangan ini bukan saja berasal dari air hujan tetapi dapat pula akibat naiknya muka air tanah. Provinsi Riau merupakan daerah yang memiliki lahan gambut yang cukup luas, sehingga adakalanya struktur perkerasan berada diatas lahan tersebut. Tidak berfungsinya darinase pada jalan yang berada diatas lahan gambut akan menyebabkan genangan dan dikuatirkan akan mempegaruhi kinerja perkerasan aspal, karena air gambut bersifat asam dan memiliki pH 3,7-5,3. Untuk mengetahui sampai sejauh mana pengaruh dari terendamnya struktur perkerasan jalan tersebut maka dilakukan penelitian menggunakan air gambut dengan pH 4,12. Penelitian dilakukan skala laboratorium menggunakan benda uji dari desain Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) dengan variasi waktu perendaman 30 menit, 720 menit dan 1440 menit. Aspal yang digunakan jenis pen 60/70. Nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) yang diperoleh dari penelitian ini 6,2%. Nilai karakteristik setelah direndam dalam air gambut berturut–turut untuk perendaman 30 menit, 720 menit dan 1440 menit terhadap stabilitas 1107 kg, 863 kg dan 696 kg, terhadap flow yaitu 3,22 mm, 4,03 mm dan 4,78 mm, sedangkan untuk VMA,VIM dan VFB nilai yang diperoleh semua memenuhi kriteria yang ditetapkan pada spesifikasi bina marga 2018. Berdasarkan data yang diperoleh dapat dikatakan bahwa Lapis permukaan AC-WC yang tergenang air gambut dengan ph 4,12 harus bebas dari genangan maksimum 12 jam.
Tinjauan Pengaruh Terhadap Kuat Tekan dan Berat Bata Ringan Dengan Menggunakan Katalis Ahmad Hamidi; Sjelly Haniza
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v3i2.41

Abstract

Penggunaan bata ringan sebagai salah satu material bangunan saat ini menjadi salah satu alternatif untuk mendapatkan bangunan yang lebih ringan dan dengan waktu pengerjaan yang lebih cepat. Bata ringan tersusun dari material pasir, semen, air dan foam dengan dimensi bervariasi di pasaran. Setidaknya ada dua dimensi penggunaan bata ringan di pasaran yaitu dengan ukuran penampang 20 cm x 60 cm x 10 cm dan 20 cm x 60 cm x 7,5 cm, dengan perbedaan ukuran penampang tersebut memberikan harga yang juga berbeda pada setiap bata ringan. Dengan menggunakan bahan tambah seperti katalis diharapkan mampu memberikan pengaruh terhadap berat maupun kuat tekan dari bata ringan. Salah sati bahan tambah yang digunkan adalah katalis. Katalis yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 jenis yaitu katalis putih yang berasal dari Pangandaran dan katalis hitam dari Surabaya. Penggunaan variasi katalis putih umur 7 hari dan 28 hari yang efektif yaitu pada variasi 2% dengan kuat tekan 1,18 MPa dan 1,64 MPa sedangkan katalis hitam umur 7 dan 28 hari adalah pada variasi 1% dengan kuat tekan 1,03 MPa dan 1,45 MPa.
ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI AKIBAT TANAH LONGSOR DAN ABRASI (STUDI KASUS: DESA SIMPANG AYAM, BENGKALIS) Randhi Saily; Sjelly Haniza; Mulyadi; Vinka Lyona; Intan Monica MG; Endah Kurniyaningrum
Racic : Rab Construction Research Vol. 10 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v10i1.5861

Abstract

Simpang Ayam Village is located in Bengkalis District, Bengkalis Regency, Riau Province. This coastal area consists of peatland and faces the Malacca Strait, making it vulnerable to wave-induced abrasion. At the end of 2022, a significant landslide occurred in Simpang Ayam Village, causing substantial shoreline changes and resulting in the loss of dozens of hectares of land to the sea. Conducting manual investigations in the landslide-affected area is not feasible due to continuous land movement towards the sea, posing serious safety risks. Remote sensing technology offers an effective method to analyze shoreline changes using the Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI) and vegetation density changes through the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). This study utilizes Sentinel-2 medium-resolution satellite imagery to assess these changes. The results indicate a noticeable shift in the shoreline, marked by landward advancement, and a decline in vegetation density, as evidenced by a vegetation index decrease of more than -0.1. Furthermore, the total landslide-affected area was 36.89 hectares, with the largest landslide occurring at Location 3 (15.96 hectares) and the smallest at Location 9 (0.49 hectares).
Kajian Penggunaan Flyash Terhadap Sifat Mekanik Beton Ahmad hamidi; Sjelly Haniza; Daly Riandi
SAINSTEK Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i2.401

Abstract

Penggunaan beton sebagai material bangunan saat ini masih menjadi salah satu pilihan yang dominan karena ketersediaan yang banyak dari batching plane. Seiring dengan berjalannya waktu beton mulai dikombinasikan dengan material lain untuk meningkatkan mutu dan tak terkecuali dengan menggunakan material waste seperti flyash yang merupakan sisa pembakaran dari batu bara. Flyash yang digunakan berasal dari PLTU Tenayan Raya Kota Pekanbaru yang belum dimanfaatkan secara maksimal sehingga belum memiliki nilai ekonomis. Penggunaan flyash pada campuran beton diharapkan mampu meningkatkan mutu pada beton sehingga bisa mengurangi keberadaan limbah. Pengujian dilakukan dengan variasi penggunaan flyash sebesar 0%, 10%, 20%, 30% dan 40% dari berat semen dan tanpa pengurangan semen. Flyash yang digunakan dilakukan pengujian saringan lolos No.100 terlebih dahulu, begitu juga dengan agregat dilakukan pengujian properties untuk mendapatkan komposisi setiap material dalam bentuk Job Mix Desain (JMD). Mutu beton yang digunakan direncanakan adalah K-150. Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan didapatkan hasil tertinggi variasi penggunaan flyash optimal adalah 10% dengan nilai kekuatan tekan pada usia 28 hari sebesar 170,10 Kg/cm2. Dengan demikian penggunaan flyash pada campuran beton dapat menignkatkan sifat mekanik berupa kuat tekan beton sehingga flyash bisa bernilai ekonomis.
Optimasi Penggunaan Fly Ash sebagai Material Substitusi Semen terhadap Peningkatan Sifat Mekanik Beton Ahmad hamidi; Beny Setiawan; Febry Eko Purwanto; Sjelly Haniza
SAINSTEK Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v14i1.457

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang masih banyak digunakan karena memiliki ketersediaan bahan yang melimpah, mudah dikerjakan, dan mampu menahan beban tekan yang tinggi. Seiring perkembangan teknologi konstruksi, berbagai material limbah mulai dimanfaatkan sebagai bahan tambah beton untuk meningkatkan kinerja sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. Salah satu limbah yang berpotensi dimanfaatkan adalah fly ash, yaitu residu hasil pembakaran batu bara pada PLTU. Fly ash yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari PLTU Tenayan Raya Kota Pekanbaru yang pemanfaatannya masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan fly ash terhadap kuat tekan beton mutu K-250. Variasi fly ash substitusi semen yang digunakan adalah 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% dari berat semen dengan mengurangi jumlah semen dalam campuran. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder yang berjumlah 3 benda uji setiap variasi dengan pengujian pada umur 14 hari dan 28 hari. Secara total ada 30 benda uji. Sebelum digunakan, fly ash disaring hingga lolos ayakan No.100, sedangkan agregat diuji karakteristik fisiknya untuk menentukan komposisi campuran berdasarkan Job Mix Design (JMD). Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi pengurangan semen (0%–20%), terlihat bahwa peningkatan substitusi cenderung menurunkan kuat tekan beton, terutama pada kadar tinggi. Nilai kuat tekan tertinggi terjadi pada beton normal 0% (28 hari) yaitu sekitar 295,21 kg/cm². Pada substitusi rendah (5%–15%), penurunan kuat tekan masih relatif kecil dan cenderung masih berada pada kisaran yang cukup stabil, sehingga masih memungkinkan digunakan dalam batas tertentu. Namun pada substitusi 20% terjadi penurunan yang sangat signifikan, baik pada umur 14 hari maupun 28 hari, yang menunjukkan bahwa kadar tersebut sudah melewati batas optimum.