Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : SAINSTEK

Analisis Karakteristik Tanah Dasar Lempung Menggunakan Metode Stabilisasi Aspal Emulsi Sjelly Haniza; Harnedi Maizir; Danil Jesa Putra
Sainstek (e-Journal) Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur jalan paling akhir menerima beban pada konstruksi jalan adalah tanah dasar. Kemampuan tanah dasar (daya dukung) dapat diperoleh dari hasil pemeriksaan California Bearing Ratio (CBR) laboratorium ataupun dari CBR lapangan. Permasalahan yang sering dihadapi terutama jalan di Provinsi Riau khususnya pekanbaru tanah dasar merupakan tanah lunak berupa lempung dengan plastisitas tinggi. Salah satu cara untuk meningkatkan daya dukung tanah dasar tersebut menggunakan metode stabilisasi tanah dengan aspal emulsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai karakteristik tanah dasar lempung organik dengan plastisitas tinggi (CH) berdasarkan Unified Soil Clasification System (USCS). Stabilisasi menggunakan aspal emulsi jenis Cationik Rapid Setting (CRS) dengan variasi penambahan 4%, 6%, 8% dan 10%. Hasil pengujian diperoleh nilai CBR tertinggi pada penambahan kadar aspal emulsi 8% sebesar 6,05%. Pengujian terhadap kuat tekan bebas diperoleh pada penambahan aspal emulsi kadar 10% sebesar 0,174 MPa. Hasill pengujian yang direkomendasikan untuk tanah lempung organic dengan plastisitas tinggi adalah pemakaian kadar aspal 8%, dengan nilai CBR 6,05% dan UCS 0,141 MPa.
Analisa Perubahan Nilai Karakteristik Kuat Tekan Beton K 200 Yang Menggunakan Cangkang Sawit Sebagai Pengganti Sebagian Agregat Kasar Sjelly Haniza; Ahmad Hamidi
Sainstek (e-Journal) Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cangkang sawit merupakan bagian keras yang terdapat pada buah kelapa sawit, berfungsi untuk melindungi isi dari buah sawit tersebut. Cangkang ini merupakan hasil samping dari produksi Pabrik Kelapa Sawit (PKS), yang belum termanfaatkan secara maksimal. Akibatnya pihak pabrik masih harus menyediakan lahan khusus tempat pembuangan atau penumpukan cangkang yang tentunya akan menambah biaya bagi perusahaan. Guna menghadapi permasalahan diatas diperlukan usaha-usaha dan ide-ide pengolahan dari cangkang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan cangkang kelapa sawit terhadap mutu beton yang dihasilkan. Cangkang sawit digunakan sebagai pengganti sebagian dari agregat kasar pada pembuatan campuran beton normal. Metode perencanaan campuran menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI 03-2834-2000) dengan kuat tekan rencana 200 kg/cm2. Benda uji berbentuk selinder dibuat menggunakan 3 variasi campuran yakni penggunaan cangkang 0%, 15%, 20% dan 25% dari berat agregat kasar yang digunakan. Masing-masing variasi dibuat 3 buah benda uji. Pemeriksaan kuat tekan dilakukan pada umur 28 hari. Hasil kuat tekan rata-rata yang diperoleh untuk masing-masing variasi cangkang 0%, 15%, 20% dan 25% berturut-turut adalah 20,18 MPa, 17,20 MPa, 16,27 MPa dan 15,34 MPa. Penurunan kuat tekan untuk setiap penambahan persentase cangkang 15%, 20% serta 25% secara berturut-turut adalah 14,77%, 19,38% dan 23,98%. Semakin tinggi persetase cangkang yang digunakan maka kuat tekan yang dihasilkan semakin menurun sebaliknya semakin tinggi persentase cangkang yang digunakan maka berat benda uji semakin ringan.
PENGARUH PENAMBAHAN SEMEN SEBAGAI BAHAN STABILISASI TANAH LEMPUNG Ulfa Jusi; Sjelly Haniza
Sainstek (e-Journal) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah Lempung mempunyai sifat yang kurang menguntungkan bagi konstruksi bangunan sipil khususnya konstruksi jalan raya, karena mempunyai kadar air yang tinggi, kemampuan dukung yang rendah dan sifat kembang susut yang tinggi serta memiliki penurunan yang besar. Metode perbaikan tanah dilakukan dengan cara stabilisasi agar tanah tersebut tetap dapat digunakan. Stabilisasi dilakukan dengan mencampur tanah lempung dengan semen. sedangkan variasi kadar semen yang digunakan adalah 1%, 3%, dan 5% untuk mengetahui kondisi masing-masing sampel dilakukan pengujian dengan California Bearing Ratio (CBR). Tujuan penelitian ini untuk membandingkan nilai CBR tanah lempung sebelum dan setelah distabilisasi dengan penambahan semen serta untuk perbaikan daya dukung pondasi jalan (sub base). Prosedur penelitian dibagi 3 tahap yaitu penelitian awal untuk menentukan indeks properties tanah. Tahap kedua yaitu pengujian mekanis tanah meliputi pemadatan dan California Bearing Ratio (CBR). Pengujian tahap ketiga yaitu menambah campuran Portland Cement Composite (PCC) dengan variasi 1%, 3% dan 5%. Setiap pengujian sifat fisik dan mekanik. Pengujian CBR tanah dilakukan pemeraman dan perendaman benda uji, dengan waktu 3 hari pemeraman dan 4 hari perendaman Hasil pengujian untuk Tanah Lempung dari Rumbai, Pekanbaru memiliki nilai CBR sebesar 3,2%. Sample tanah setelah di stabilisasi dengan variasi campuran semen, diperoleh nilai CBR 5% menjadi 56,10% dengan ?dry maksimum 1,507 gr/cm3 dan kadar air optimum 26,20;CBR 6% menjadi 61,61% dengan ?dry maksimum 1,514 gr/cm3 dan kadar air optimum 26,18%; dan nilai CBR7% menjadi 70,30% dengan ?dry maksimum 1,520 gr/cm3 dan kadar air optimum 25,90%.
PENGARUH MODULUS HALUS BUTIR AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TEKAN BETON Sjelly Haniza
Sainstek (e-Journal) Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunan agregat kasar dimana modulus halus butirnya tidakmemenuhi syarat yang ditetapkan pada campuran beton. Sampel agregat kasar diambil dari tiga desa yang terdapat diKabupaten Kuantan Singingi. Hasil uji propertis terhadap nilai Modulus Halus Butir (MHB) masing-masing sampeladalah desa Kari 4,36, Desa Pulau Aro 4,60 dan Desa Seberang Taluk 2,96. Perencanaan campuran menggunakan mutubeton rencana 22,5 MPa dengan menggunakan metoda SK-SNI. Pembuatan sampel benda uji untuk pemeriksaan kuattekan pada umur 28 hari sebanyak 3 benda uji berbentuk selinder terhadap masing-masing campuran. Pemeriksaan campuran berupa test slump untuk Desa Kari 180 mm, Desa Pulau Aro 75 mm dan Desa Seberang Taluk 80 mm nilaiini memenuhi slump rencana (60 – 180) mm. Hasil pengujian untuk ketiga desa secara umum memenuhi nilai kuattekan rencana, tetapi mengalami penurunan nilai kuat tekan akibat dari pemakaian agregat dengan MHB yang kecil.Hasil kuat tekan masing-masing campuran tersebut Desa Kari 27,93 Mpa, DesaPulau Aro 26,23 Mpa dan DesaSeberang Taluk 24,82 MPa. Selain itu efek penggunaan nilai MBH yang kecil akan menambah berat beton dan initerlihat dari hasil penimbangan beton pada umur 28 hari yaitu sampel dari Desa Kari 12,56 kg, Desa Pulau Aro 12,36Kg dan Desa Seberang taluk 12,58 kg.
Analisis Nilai Karakteristik Asphalt Concrete-Wearing Course Terhadap Variasi Lama Rendaman Pada Air Gambut Sjelly Haniza; Ulfa Jusi; Riski Majid
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.158

Abstract

Perkerasan lentur (fleksibel pavement) merupakan jenis lapis perkerasan yang banyak digunakan karena dianggap memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan jenis perkerasan lainnya. Jenis lapis perkerasan yang terletak pada bagian atas permukaan dikenal dengan asphalt concrete wearing course. Kerusakan pada jalan fleksibel pavement selain terjadi akibat beban berlebih dapat juga terjadi akibat tidak berfungsinya drinase, sehingga terjadi genangan dibadan jalan yang cukup lama. Genangan ini bukan saja berasal dari air hujan tetapi dapat pula akibat naiknya muka air tanah. Provinsi Riau merupakan daerah yang memiliki lahan gambut yang cukup luas, sehingga adakalanya struktur perkerasan berada diatas lahan tersebut. Tidak berfungsinya darinase pada jalan yang berada diatas lahan gambut akan menyebabkan genangan dan dikuatirkan akan mempegaruhi kinerja perkerasan aspal, karena air gambut bersifat asam dan memiliki pH 3,7-5,3. Untuk mengetahui sampai sejauh mana pengaruh dari terendamnya struktur perkerasan jalan tersebut maka dilakukan penelitian menggunakan air gambut dengan pH 4,12. Penelitian dilakukan skala laboratorium menggunakan benda uji dari desain Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) dengan variasi waktu perendaman 30 menit, 720 menit dan 1440 menit. Aspal yang digunakan jenis pen 60/70. Nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) yang diperoleh dari penelitian ini 6,2%. Nilai karakteristik setelah direndam dalam air gambut berturut–turut untuk perendaman 30 menit, 720 menit dan 1440 menit terhadap stabilitas 1107 kg, 863 kg dan 696 kg, terhadap flow yaitu 3,22 mm, 4,03 mm dan 4,78 mm, sedangkan untuk VMA,VIM dan VFB nilai yang diperoleh semua memenuhi kriteria yang ditetapkan pada spesifikasi bina marga 2018. Berdasarkan data yang diperoleh dapat dikatakan bahwa Lapis permukaan AC-WC yang tergenang air gambut dengan ph 4,12 harus bebas dari genangan maksimum 12 jam.