Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Guru Dalam Pengembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini Pada TK Aisyiyah Muhammadiyah Wangandowo Ris Dwi Yuliani; Mamun Hanif
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 4 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i4.384

Abstract

Salah satu program pembinaan yang membantu anak-anak dipersiapkan untuk masuk sekolah adalah PAUD. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran guru dalam pengembangan motorik kasar anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi, teknis analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian berdasarkan wawancara dari narasumber serta observasi dan dokumentasi adalah sebagai berikut; Motorik kasar Anak Usia Dini, Seni dan Kreativitas, Senam Irama, Menghadapi mood dan Mengidentifikasi Anak, evaluasiDi TK Aisyiyah dalam kegiatan sentra seni kreativitas anak diasah di luar ruangan, biasanya diajak bermain mainan yang ada di sekolah seperti jembatan pelangi. setiap hari kamis anak-anak diajak senam irama sebelum bel berbunyi tujuannya agar fresh ketika proses pembelajaran. Dalam senam irama, berbagai gerakan digabungkan untuk mengikuti irama musik.
HARMONISASI ILMU: PRINSIP, PENDEKATAN DAN LANGKAH STRATEGIS UIN K.H. ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN Ris Dwi Yuliani; Ilham Alif Pratama; Umi Mulyani; Nidhya Risthy Ramadhani
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis mendalam terhadap prinsip, pendekatan, serta strategi yang diterapkan oleh Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dalam konteks harmonisasi ilmu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur (tinjauan pustaka). Sumber data utama penelitian ini berupa jurnal, buku, dan dokumen relevan lainnya, yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan harmonisasi ilmu dilakukan melalui penguatan kerangka epistemologis yang mencakup metode bayani, burhani, dan irfani, serta melalui pengembangan kurikulum dan penerapan metode pembelajaran yang bersifat integratif dan interdisipliner. Upaya ini bertujuan untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia, memiliki sikap moderat, serta mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa yang berkeadilan. Strategi ini memprioritaskan dua hal, yaitu memperkuat visi Islam moderat serta menggalakan integrasi antara ilmu keagamaan dan ilmu umum. Secara keseluruhan, prinsip dan langkah strategis tersebut merefleksikan relevansi yang tinggi dalam mengatasi dikotomi antara ilmu pengetahuan dan ilmu pengetahuan agama pada lingkup pendidikan tinggi Islam di Indonesia
ANALISIS RELEVANSI TEORI TAKSONOMI BLOOM DALAM TUJUAN PEMBELAJARAN PAI FASE F Nidhya Risthy Ramadhani; Rohmatunni`mah; Ris Dwi Yuliani; Rifki Taufiqul Hafizh; Ma`mun Hanif
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.52506

Abstract

Penelitian ini menganalisis relevansi Taksonomi Bloom dalam perumusan tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI & BP) pada Fase F (SMA/SMK kelas XI–XII) dalam Kurikulum Merdeka. Latar belakang studi didasari kebutuhan pengembangan karakter dan keterampilan berpikir kritis peserta didik di tengah globalisasi, serta pembelajaran PAI yang masih berorientasi hafalan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka kualitatif dengan analisis deskriptif terhadap literatur dan dokumen kurikulum. Hasil menunjukkan bahwa kata kerja operasional pada capaian pembelajaran PAI & BP Fase F selaras dengan Taksonomi Bloom revisi: ranah kognitif mengembangkan Higher Order Thinking Skills (menganalisis, mengevaluasi, mencipta), ranah afektif menekankan penghayatan nilai Islam (meyakini), dan ranah psikomotorik fokus pada pembiasaan praktik keislaman. Integrasi Taksonomi Bloom memperkuat perumusan tujuan pembelajaran sehingga mendukung pembelajaran holistik, kontekstual, dan mampu mengembangkan karakter serta berpikir kritis peserta didik.
ANALISIS PERAN KODE ETIK GURU DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME PADA PENDIDIKANALISIS PERAN KODE ETIK GURU DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME PADA PENDIDIK Safira Tsaniyatur Rohaimi; Naila Rizqi Salsabila; Ris Dwi Yuliani; Nur Khasanah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.56028

Abstract

Pentingnya kode etik guru dalam membentuk profesionalisme pendidik di tengah tuntutan pendidikan kontemporer menjadi pendorong dilakukannya penelitian ini. Selain kompeten secara akademis, guru juga harus berakhlak mulia dan bersikap profesional sesuai dengan norma-norma etika profesi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji peran kode etik guru dalam meningkatkan profesionalisme pendidik, termasuk tujuan dan fungsinya serta unsur-unsur yang memfasilitasi dan menghambat penerapannya. Metodologi penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka (penelitian perpustakaan), yang melibatkan analisis deskriptif setelah evaluasi berbagai sumber yang relevan, termasuk buku dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kode etik guru dapat meningkatkan rasa tanggung jawab, disiplin, dan kualitas kinerja pendidik dengan berperan sebagai panduan moral dan profesional. Kepercayaan masyarakat terhadap profesi guru meningkat dan ikatan sosial di lingkungan pendidikan diperkuat ketika kode etik diterapkan secara konsisten. Namun, masih terdapat masalah dalam implementasinya, termasuk pengawasan yang lemah, kurangnya internalisasi nilai-nilai etika, dan pemahaman instruktur yang terbatas. Oleh karena itu, untuk memastikan bahwa kode etik berfungsi sebaik mungkin dalam meningkatkan profesionalisme pendidik, diperlukan upaya sistematis melalui peningkatan kompetensi, penguatan regulasi, dan pengembangan profesional berkelanjutan.