Ayustina, Selvira
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The effect red betel leaves (Piper Crocatum) on vaginal discharge (Fluor Albus) in teenagers Rachman, Sandy Nurlaela; Skania, Pratiwi Cahya; Ayustina, Selvira
Science Midwifery Vol 12 No 3 (2024): August: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i3.1657

Abstract

Vaginal discharge (fluor albus) is a physiological thing that can occur in teenage girls, but if it is not treated immediately it will cause various female diseases. One complementary treatment that is believed to be able to reduce the symptoms of vaginal discharge is using boiled water from red betel leaves (piper crocatum) (Firmanila et al., 2016). This study aims to evaluate the effect of giving boiled red betel leaves on vaginal discharge in adolescents. The research design took the form of a quasi-experiment with a two-group pre-post test design. Sampling used purposive sampling technique with a total of 64 people. The results of the study in the case group were 23 people (71.9%) with light scale vaginal discharge and 9 people (28.1%) with moderate scale, 31 people (69.9%) in the control group medium scale and 1 person (3, 1%) on the weight scale. Statistical test results p-value = 0.000 (case) and 0.005 (control) where p-value < 0.05, meaning there is an effect of red betel leaves on reducing vaginal discharge. Teenagers with vaginal discharge can use boiled water from red betel leaves as a treatment.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BAYI BARU LAHIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN CIMANGGU TAHUN 2022 Oktaviana Hadi, Agriyaningsih; Cahya Skania, Pratiwi; Kholifah, Eva; Ayustina, Selvira
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i1.256

Abstract

Latar Belakang : Stunting adalah kekurangan gizi kronis yang didasarkan pada indeks panjang badan dibanding umur (PB/U) atau tinggi badan dibanding umur (TB/U) dengan batas (z- score) kurang dari -2 SD. Stunting berisiko meningkatkan risiko keterlambatan perkembangan dan kemamuan kognitif pada masa anak-anak, bahkan kematian. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko kejadian stunting pada bayi baru lahir di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cimanggu tahun 2022. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan desain case-control. Populasi penelitian adalah seluruh bayi baru lahir pada tahun 2022. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan total 166 orang. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil : Menunjukkan ibu yang mengalami hipertensi saat hamil sebanyak 19 orang (11,4%), anemia 46 orang (27,7%), berisiko KEK 31 orang (18,7%), memiliki tinggi badan <150 cm sebanyak 42 orang (25,3%), dan melahirkan dengan jarak kelahiran ≤ 2tahun sebanyak 21 orang (12,7%). Terdapat faktor yang mempengaruhi terjadinya kejadian stunting yaitu hipertensi dalam kehamilan (p-value = 0,028 (bivariat); 0,064 (multivariat)), anemia (p-value = 0,037 (bivariat); 0,047 (multivariat)), risiko KEK (p-value = 0,028 (bivariat); 0,024 (multivariat)), dan tinggi badan ibu (p-value = 0,000 (bivariat); 0,001 (multivariat). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara hipertensi dalam kehamilan, status anemia, risiko KEK, dan tinggi badan ibu terhadap kejadian stunting pada bayi baru lahir. Saran diperlukannya peningkatan pengetahuan tentang bahayanya stunting, dan cara pencegahannya demi perkembangan bayi yang baik.