Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Komparasi Pemenuhan HAM Bagi PMI Asal Pulau Lombok di Tiga Negara Tujuan Utama (Arab Saudi, Malaysia, dan Singapura) Rohmatin, Khairina; Jannah, Kholipatul; Amelia, Kiki Rizki; Torey, Gloria Stevani; Wijayanti, Ika
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2024): Desember (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v3i2.517

Abstract

Penelitian ini membahas pemenuhan lima hak dasar bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Pulau Lombok di tiga negara tujuan utama, yaitu Malaysia, Arab Saudi, dan Singapura. Hak-hak tersebut meliputi hak demokrasi, kebebasan beragama, jaminan sosial, tanpa diskriminasi, serta hak untuk istirahat dan bersantai. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan fenomenologi, data primer diperoleh melalui wawancara online dengan PMI yang dipilih secara purposive, sementara data sekunder berasal dari lembaga resmi dan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hak demokrasi di Malaysia minim terpenuhiakibat kurangnya sosialisasi Pemilu dan keterbatasan fasilitas, sedangkan di Arab Saudi dan Singapura, pemenuhan hak ini lebih baik yang didukung dengan TPS yang memadai dan sosialisasi yang jelas. Hak kebebasan beraga cukup terjamin di semua negara, meskipun di Malaysia terdapat kendala akses ke fasilitas ibadah. Jaminan sosial, seperti asuransi kesehatan dan kompensasi, terpenuhi dengan baik di Arab Saudi dan Singapura, namun akses layanan kesehatan di Malaysia masih terbatas. Hak tanpa diskriminasi optimal di Singapura dengan lingkungan kerja yang inklusif, sementara di Arab Saudi dan Malaysia terdapat kasus ketidakadilan terhadap pekerja perempuan. Selanjutnya, hak untuk istirahat dan bersantai terpenuhi dengan sangat baik di Singapura dengan libur mingguan dan waktu istirahat yang jelas, dibandingkan dengan Malaysia yang masih menghadapi jam kerja panjang tanpa libur sesuai kontrak. Penelitian ini menegaskan perlunya pengawasan ketat dari pemerintah Indonesia dan kolaborasi internasional untuk memperkuat perlindungan dan pemenuhan HAM bagi PMI di negara-negara tujuan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI KONSERVASI TERUMBU KARANG DI DUSUN NIPAH, DESA MALAKA, KABUPATEN LOMBOK UTARA Jurnal Wicara; Larasati, Septiani; Putra, Desta; Julianingsih, Laili; Damayani, Dian; Choneri, Shelina; Nadira; Rohmatin, Khairina; Novita, Baiq; Alvira, Dea; Rahman, Aldena; Harahap, Herpan
Jurnal Wicara Vol 3 No 5 (2025): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spqgdt86

Abstract

The Nipah coastline in Nipah Hamlet, Malaka Village, North Lombok Regency has experienced coral reef damage that has impacted fish catches and community welfare. This community service activity aims to empower coastal communities through coral reef conservation to support the sustainability of marine ecosystems. The method used is the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, which includes the stages of discovery, dream, design, define, and destiny. The results of the activity include an increase in coral reef conservation media, specifically spider media from 70 to 80 units and table media from 5 to 6 units. Coral reef conservation is carried out through long-term monitoring of the survival and diversity of organisms to restore the functions of damaged marine ecosystems and support coastal stability. Community empowerment in coral reef conservation at Nipah Beach has significant social and economic impacts, including increased fish populations that boost local fishermen's catches and promote the development of marine tourism, creating economic opportunities for coastal merchants. while active community involvement strengthens social capital and community capacity in sustainable marine resource management, making the synergy between environmental conservation and economic well-being a crucial foundation for the sustainability of conservation programs in the area. Coral growth monitoring is planned three months later since the planting was recently completed. In conclusion, these initial coral reef conservation activities are an important step in supporting the achievement of SDG Goal 14: Life Below Water.