Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Karakteristik Faktor Risiko Terhadap Kejadian Fraktur Femur di Rs Ibnu Sina Makassar Tahun 2021-2022 Cahyani, Nafila; Wahyu, Sri; Erida Hasbi, Berry; Harahap, Muh. Wirawan; Mula Putra, Fadil
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.7688

Abstract

Latar Belakang: Fraktur adalah hilangnya kontinuitas tulang akibat trauma kecelakaan lalu lintas dan osteoporosis. Data WHO menunjukkan tingginya angka kematian dan kejadian fraktur akibat kecelakaan lalu lintas terutama pada ekstremitas bawah yang memiliki  dampak signifikan terhadap rawat inap dan operasi. Tujuan: Mengetahui karakteristik faktor risiko terhadap kejadian fraktur  femur di RS Ibnu Sina Makassar Tahun 2021-2022. Metode: Penelitian deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari pasien fraktur femur di RS. Ibnu Sina Makassar Tahun 2021-2022 dengan total sampel sebanyak 24 sampel. Hasil: Penelitian ini melibatkan analisis data 24 pasien dengan fraktur femur dengan distribusi usia terbanyak terjadi pada kelompok >65 tahun 8 pasien (33,33%). Mayoritas pasien adalah perempuan 16 pasien (66,67%). Seluruh kasus fraktur termasuk jenis terbuka (100%) dan fraktur proksimal femur merupakan lokasi paling umum melibatkan 17 pasien (73,83%). Durasi masa rawat inap terbanyak terdistribusi antara 4-6 hari dan >10 hari masing- masing melibatkan 8 pasien (33,3%). Sebanyak 16 pasien (66,67%) tidak memiliki riwayat medis yang signifikan. Kesimpulan: Fraktur femur cenderung terjadi pada kelompok usia di atas 65 tahun dengan mayoritas pasien perempuan. Jenis fraktur yang umumnya terjadi adalah fraktur terbuka dan lokasi paling umum berada pada bagian proksimal femur. Durasi masa rawat inap bervariasi antara 4-6 hari dan lebih dari 10 hari dan sebagian besar pasien tidak memiliki riwayat medis yang signifikan.
A CASE REPORT : TINDAKAN IMPLANT REVISION PADA IMPLANT FAILURE 1/3 MIDLE LEFT TIBIA DAN FIBULA PASCA TINDAKAN OPEN REDUCTION AND INTERNAL FIXATION PLATE AND SCREW Cahyani, Nafila; Hasbi, Berry Erida; Hidayatullah, Syarif; Sam, Andi Dhedie Prasatia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54921

Abstract

Implant failure merupakan salah satu komplikasi pasca Open Reduction and Internal Fixation (ORIF) yang dapat menyebabkan instabilitas fraktur hingga non-union, terutama pada regio cruris yang sering mengalami cedera akibat trauma. Insidensi fraktur tibia masih tinggi baik secara global maupun di Indonesia, dengan kecelakaan lalu lintas dan jatuh sebagai penyebab utama. Faktor yang berperan dalam implant failure meliputi kualitas tulang yang buruk, kegagalan biomekanik implan, infeksi, serta ketidakpatuhan terhadap rehabilitasi, sehingga penatalaksanaan yang tepat dan multidisiplin diperlukan untuk mengembalikan stabilitas serta fungsi ekstremitas. Dilaporkan kasus seorang perempuan 29 tahun yang datang ke poli ortopedi RSP Ibnu Sina dengan keluhan nyeri tungkai kiri bawah pasca trauma jatuh, disertai riwayat ORIF tibia sebelumnya. Pemeriksaan klinis menunjukkan deformitas dan nyeri regio cruris sinistra dengan status neurovaskular distal (NVD) baik. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan leukositosis ringan, dengan kadar hemoglobin dan trombosit dalam batas normal. Radiografi memperlihatkan fraktur tibia 1/3 tengah dengan plate dan screw yang mengalami pergeseran minimal, celah fraktur persisten, tanpa pembentukan kalus, mengarah pada implant failure dan risiko non-union. Diagnosis ditegakkan sebagai implant revision akibat implant failure pada tibia dan fibula sinistra pasca ORIF. Pasien menjalani tindakan ORIF revisi dengan hasil posisi implan stabil, alignment tulang membaik, serta perbaikan nyeri dan fungsi tanpa komplikasi akut. Rehabilitasi pascaoperasi yang adekuat berperan penting dalam keberhasilan penyembuhan fraktur.
Clean and healthy living behaviors and hypertension among elderly people in the community Makmun, Armanto; Cahyani, Nafila; Sabir, Nurani Islami; Nirwana, Nirwana; Mulyadi, Melan Septiany; Husen, Siti Hajar Abdul
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 8 No. 12 (2026): Volume 8 Number 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v8i12.2640

Abstract

Background: Hypertension is a major public health problem among older adults and a leading contributor to cardiovascular morbidity and mortality in Indonesia. Clean and healthy living behavior (PHBS) has been recognized as a key preventive strategy for reducing lifestyle-related risk factors associated with hypertension, including unhealthy diet, physical inactivity, and poor health monitoring. Purpose: To determine the relationship between clean and healthy living behavior and the incidence of hypertension among elderly individuals at Maccini Sawah Health Center and Tamangapa Health Center. Method: A quantitative analytic observational study with a cross-sectional design was conducted. The study involved 98 elderly respondents recruited from Maccini Sawah Health Center (n=50) and Tamangapa Health Center (n=48). Clean and healthy living behavior status was assessed using a validated 12-item questionnaire, while hypertension was identified through medical records and direct blood pressure measurements. Data were analyzed using the Chi-Square test with a significance level of p<0.05. Results: The majority of respondents in both locations showed low levels of clean and healthy living behavior (63.3% overall). The prevalence of hypertension was 62.00% at the Maccini Sawah Community Health Center and 64.58% at the Tamangapa Community Health Center. Bivariate analysis showed that elderly individuals with low levels of clean and healthy living behavior had a significantly higher prevalence of hypertension (85.48%) compared to those with moderate (11.29%) and high (3.23%) levels. Statistical analysis revealed a highly significant association between clean and healthy living behavior and the incidence of hypertension (p=0.000). Conclusion: Clean and healthy living behaviors (Health-Based Drug Consumption Guidelines) are significantly associated with the incidence of hypertension among the elderly in Makassar City. Low adherence to clean and healthy living behaviors is a major risk factor, while moderate to high adherence is correlated with a lower prevalence of hypertension. Strengthening health promotion programs focused on clean and healthy living behaviors in primary healthcare settings is crucial to reduce the burden of cardiovascular disease and improve health outcomes for the elderly.