Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penguatan karakter agama melalui Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 1 Majalaya, dengan fokus pada integrasi kurikulum, role modeling multilevel, pembiasaan terstruktur, sistem penghargaan-hukuman adaptif, dan kolaborasi sekolah-keluarga-masyarakat. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru PAI, kepala sekolah, dan siswa; pengamatan partisipatif kegiatan keagamaan; dan analisis dokumen isi kurikulum dan kebijakan kelembagaan. Temuan ini mengungkapkan lima strategi inti: (1) implementasi kurikulum PAI spiral integratif yang menghubungkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan konteks sosial-digital kontemporer; (2) kerangka kerja teladan (uswah hasanah) yang melibatkan guru, mentor sebaya, dan staf sekolah; (3) program pembiasaan ibadah yang dipandu oleh kerangka ibadah berkelanjutan dan inisiatif sosial bertajuk "Sedekah Friday"; (4) sistem penghargaan-hukuman adaptif berdasarkan sertifikasi "Digital Santri" dan konseling tazkiyatun nafs; dan (5) kolaborasi segitiga yang dibina melalui klinik parenting dan kemitraan dengan majelis taklim setempat. Penerapan strategi ini menghasilkan peningkatan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan keagamaan sebesar 42% dan penurunan pelanggaran disiplin disiplin sebesar 58% dalam satu tahun akademik. Studi ini menyimpulkan bahwa pengembangan karakter religius di sekolah umum memerlukan integrasi pedagogi Islam tradisional dengan inovasi digital, serta mitigasi disonansi nilai melalui perantara budaya. Temuan ini memunculkan Kerangka Kerja SPIRIT (Spiritual-Pedagogical Integrative Religious Intervention Tactics), model komprehensif yang dapat disesuaikan dengan berbagai pengaturan sosial-demografis. Studi ini merekomendasikan pengembangan alat penilaian kesalehan digital dan evaluasi longitudinal efektivitas model SPIRIT.